News

Ganjil Genap di 26 titik Wilayah Jakarta akan Dievaluasi Setelah Tiga Bulan Pelaksanaan

Polisi berharap perluasan kawasan ganjil genap menjadi 26 kawasan akan menurunkan volume kendaraan di kawasan tersebut hingga 45 persen.


Ganjil Genap di 26 titik Wilayah Jakarta akan Dievaluasi Setelah Tiga Bulan Pelaksanaan
Petugas Kepolisian menghadang kendaraan dengan plat nomer ganjil di titik pemeriksaan ganjil genap Bundaran Senayan, Jakarta, Kamis (26/8/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan mengevaluasi pelaksanaan ganjil genap (gage) di 26 titik wilayah Jakarta setelah tiga bulan diterapkan. 

"Evaluasi tiga bulan untuk melihat apakah dengan penambahan 26 kawasan ini akan berdampak terhadap kemacetan di jalan alternatif atau tidak," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Jumat (27/5/2022). 

Polisi berharap perluasan kawasan ganjil genap menjadi 26 kawasan akan menurunkan volume kendaraan di kawasan tersebut hingga 45 persen.

baca juga:

Sambodo mengungkapkan pihaknya juga mendapatkan masukan dari masyarakat yang mengatakan bahwa perluasan kawasan ganjil genap tersebut akan menimbulkan kemacetan di jalur alternatif.

"Perluasan titik ganjil genap di 26 wilayah ini untuk menjawab keraguan masyarakat apakah peluasan gage ini mengurangi kemacetan atau malah menimbulkan kemacetan di tempat lain. Kami akan evaluasi selama 3 bulan berjalan dan meminta masukan dari masyarakat," kata Sambodo. 

"Kalau ternyata malah menimbulkan kemacetan di titik lainnya yang lebih parah, kita bisa saja evaluasi kebijakan ini untuk kemudian kita usulkan ke Pemprov DKI Jakarta kembali ke 13 kawasan yang saat ini berlaku. Jadi kita lihat efeknya seperti apa," tutupnya.

Jam operasional ganjil genap akan dimulai pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB dan sore dari pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Kebijakan ganjil genap di 26 titik Jakarta akan diberlakukan mulai 6 Juni 2022. 

Sambodo mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dulu kepada masyarakat terkait kebijakan ini. Sosialisasi dimulai selama satu minggu terhitung sejak 25 Mei hingga 5 Juni mendatang.

"Kemudian tanggal 6-12 selama seminggu kita akan lakukan uji coba. Uji coba dalam arti, ketika ada pelanggaran di 14 kawasan yang baru tersebut maka tidak langsung kita berikan tindakan dengan tilang, tapi kita laksanakan dengan peneguran. Artinya anggota sudah berjaga kemudian kalau ada yang melanggar kita berhentikan kemudian kita lakukan peneguran," ujarnya. 

Setelah uji coba selesai, maka penindakan dengan tilang akan dilakukan secara menyeluruh di 26 lokasi ganjil genap tersebut.

"Nah setelah tanggal 13  maka terhadap seluruh 26 kawasan ini kita laksanakan penindakan," kata Sambodo. 

Berikut merupakan 12 kawasan ganjil genap yang terdapat kamera ETLE:

1. Jalan MH Thamrin

2. Jalan Jenderal Sudirman

3. Jalan Sisingamangaraja

4. Jalan Panglima Polim

5. Jalan S Parman

6. Jalan Gatot Subroto

7. Jalan Rasuna Said

8. Jalan DI Pandjaitan

9. Jalan Gunung Sahari

10. Jalan Hayam Wuruk

11. Jalan Medan Merdeka Barat

12. Jalan Stasiun Senen

Sementara itu, untuk 14 kawasan lainnya yang tidak ada kamera ETLE akan diterapkan penindakan tilang secara manual. 13 kawasan itu terdiri dari:

1. Jalan Tomang Raya

2. Jalan MT Haryono

3. Jalan Ahmad Yani

4. Jalan Pintu Besar Selatan

5. Jalan Gajah Mada

6. Jalan Majapahit

7. Jalan Suryopranoto

8. Jalan Balikpapan

9. Jalan Kyai Caringin

10. Jalan Pramuka

11. Jalan Salemba Raya Sisi Barat

12. Jalan Salemba Raya Sisi Timur

13. Jalan Kramat Raya

14. Jalan Fatmawati