News

Ganjar Unggul Siapa Pun Cawapresnya, Potensial Menang Satu Putaran Jika Berpasangan dengan Prabowo

Ganjar Unggul Siapa Pun Cawapresnya, Potensial Menang Satu Putaran Jika Berpasangan dengan Prabowo
Foto ilustrasi: jurnalis meliput paparan Survei LSI bertajuk '15 Capres 2024" di Jakarta, Selasa (2/7/2019). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Lembaga survei Charta Politika Indonesia mengeluarkan hasil sigi teranyar elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden potensial di Pilpres 2024. Hasil simulasi menunjukkan Ganjar Pranowo dominan jika dipasangkan dengan siapa pun.

Simulasi pertama, Ganjar dipasangkan dengan Prabowo Subianto melawan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Puan Maharani-Andika Perkasa. Hasil survei menunjukkan duet Ganjar-Prabowo mendapat angka keterpilihan 43,4 persen, unggul dari Anies-AHY yang mendapat angka 33,7 persen, dan Puan-Andika dengan 3,9 persen. 

Survei dilaksanakan pada 4-12 November 2022 melibatkan 1.220 responden. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan metode multistage random sampling, dan margin of error plus minus 2,83 persen.

baca juga:

"Kita simulasikan juga agak berbeda, bagaimana kalau Ganjar Pranowo dipasangkan dengan Prabowo Subianto? Ternyata didapatkan angka yang sangat tinggi yaitu 43,4 persen," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dalam paparannya secara daring, Selasa (29/11/2022).

Yunarto mengatakan duet Ganjar-Prabowo bahkan berpotensi menang 1 putaran. Hal ini dengan asumsi responden yang belum menjawab didistribusikan suaranya secara merata kepada tiga paslon tersebut.

"Masih ada (responden yang) tidak tahu dan tidak jawab 18,9%. Artinya kalau kita distribusi normal, angka ini menjadi sebuah angka 100% seperti dalam pemilu hari H, ada potensi pasangan Ganjar dan Prabowo bisa memenangkan satu putaran," tuturnya.

Simulasi berikutnya, Ganjar dipasangkan dengan Airlangga Hartarto melawan Anies Baswedan-AHY dan Prabowo Subianto-Muhamini Iskandar (Cak Imin). Hasilnya, elektabilitas duet Ganjar-Airlangga unggul dengan 25,9 persen, Anies-AHY 29,1 persen sementara Prabowo-Cak Imin 25,9 persen.

Kemudian, Ganjar disandingkan dengan Andika Perkasa melawan Anies-Ridwan Kamil (RK) dan Prabowo-Khofifah Indar Parawansa. Ganjar-Andika unggul dengan elektabilitas 28 persen dari Anies-RK yang mendapat elektabilitas 28 persen, dan Prabowo-Khofifah dengan elektabilitas 24,9 persen.

Berikutnya, simulai empat, Ganjar dipasangkan dengan Sandiaga Uno melawan Anies-Andika dan Prabowo-RK. Hasil survei memotret elektabilitas Ganjar-Sandi 36,8 persen sementara Anies-Andika 25,7 persen, dan Prabowo-RK 25,6 persen.

Terakhir, Ganjar mendapat elektabilitas 37,8 persen jika berpasangan dengan RK. Menang dari Anies-Ahmad Heryawan (Aher) yang memperoleh elektabilitas 25,5 persen dan Prabowo Subianto-Cak Imin 25 persen.

"Ganjar, Anies, dan Prabowo tiga sosok terkuat dalam lembaga survei manapun ketika lakukan rilis. Ketika dua di antaranya bergabung maka memang logika di atas kertas, secara statistik, masih akan menjadi pasangan yang sangat kuat dan berpotensi menang satu putaran," kata Yunarto Wijaya kembali menyinggung duet Ganjar-Prabowo berpotensi menang Pilpres satu putaran.[]