Tech

Gandeng Zyrex, Indonesia Akan Buat Laptop Merah Putih

Zyrex telah menerima pesanan 165 ribu unit laptop senilai Rp700 miliar


Gandeng Zyrex, Indonesia Akan Buat Laptop Merah Putih
Laptop Zyrex (Ilustrasi) (Zyrex.com)

AKURAT.CO  PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) telah mempersiapkan produksi Laptop Dalam Negeri untuk memenuhi kebutuhan Digitalisasi Pendidikan yang diluncurkan oleh Kemendikbud-Ristek. Laptop ini akan menjadi laptop pertama yang diproduksi oleh pemerintah Indonesia. 

Diketahui, Zyrex telah menerima pesanan 165 ribu unit laptop senilai Rp700 miliar dan siap untuk memenuhi kebutuhan laptop dalam negeri senilai Rp17 triliun sampai tahun 2024.

Dikutip dari berbagai sumber, pemerintah Pusat sudah menganggarkan Rp1,3 triliun untuk pengadaan awal laptop sebanyak 190 ribu laptop untuk dikirim ke seluruh Indonesia. Selain itu, melalui dana alokasi khusus pendidikan di tingkat provinsi, kabupaten dan kota akan ada pengadaan 240 ribu laptop.

Saat ini, Zyrex baru saja menambahkan empat lini produksi perakitan dan hingga kini berjumlah sebanyak 8 lini produksi. Sehingga mempunyai kapasitas produksi melebihi 430.000 laptop atas kebutuhan peralatan TIK 2021 di Kemendikbud-ristek pusat dan yang melalui DAK pendidikan. 

Dengan demikian, ZYREX siap memproduksi Laptop sesuai rencana pengadaan produk TIK untuk PAUD, SD, SMP, SMA, SLB dan SMK per tahun 2021-2024 yang mencapai minimal 1,3 juta Laptop senilai Rp 17 Triliun, belum termasuk yang dialokasikan via DAK Provinsi, Kabupaten dan Kota

“Kami telah menerima pesanan sebanyak 165.000 unit laptop dari 2 (Dua) distributor kami untuk kebutuhan pengadaan di Kemendikbud-ristek dalam program digitalisasi Pendidikan, di mana laptop laptop tersebut akan dikirim ke sekitar 8.000 sekolah sebelum Desember 2021. Kami sanggup memproduksi total 317.000 Laptop sehingga masih bisa menyuplai kebutuhan di DAK di tingkat provinsi, kebupaten dan kota,” ucap Corporate Secretary Zyrex, Evan Jordan Senin, (26/7/2021).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut terdapat enam produsen laptop dalam negeri dengan nilai tingkat kandungan dalam negeri 25 persen dan telah dapat memenuhi kebutuhan pengadaan Kemendikbudristek dan Pemda pada tahun ini.