Ekonomi

Gandeng Kementan, Bank Sinarmas Bahas Pembiayaan Peternakan Daging Sapi


Gandeng Kementan, Bank Sinarmas Bahas Pembiayaan Peternakan Daging Sapi
Bank Sinarmas bersama Kementrian Pertanian selenggarakan mini workshop kepada peternak mengenai pembiayaan peternakan daging sapi dengan Bertemakan “Pembiayaan Value Chain Peternakan Ruminansia” bertempat di Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ragunan. (Bank Sinarmas)

AKURAT.CO Bank Sinarmas bersama Kementrian Pertanian selenggarakan mini workshop kepada peternak mengenai pembiayaan peternakan daging sapi dengan tema “Pembiayaan Value Chain Peternakan Ruminansia” bertempat di Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ragunan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Perdagangan, Perusahaan Asuransi Jasindo dan Pihak Offtaker seperti Koperasi, Asosiasi dan Perusahaan terkait lainnya.

Bank Sinarmas mengadakan mini workshop ini untuk membahas isu-isu terkait akses pembiayaan bagi peternak terutama faktor produksi, konsumsi, dan kepastian pasar terhadap produk peternakan daging sapi.

Adapun pembiayaan tersebut melibatkan para stakeholder terkait yakni Kementerian Pertanian, Off taker, praktisi/akademisi, Asuransi Jasindo dan Bank Sinarmas.

Dengan adanya Workshop ini diharapkan para peserta dapat memahami isu pembiayaan terkait dengan peternakan serta mendapatkan informasi mengenai produk Lembaga keuangan terkait peternakan.

"Hal lain yang tak kalah penting ialah terjalinnya komunikasi dan hubungan bisnis antara para stakeholders serta dapat meningkatkan portofolio Bank Sinarmas di sektor pertanian” ucap Muktiono Wibowo, Micro & Small Business Group Head dalam rilis yang diterima, Selasa (27/11).

Saat ini Bank Sinarmas telah menyalurkan Pembiayaan ke Sektor Pertanian sampai dengan Posisi akhir Oktober sebesar Rp. 850 milyar atau 5,21 % dari total portofolio kredit yang ada, dengan jumlah nasabah sebanyak 6.227 nasabah dengan tingkat NPL 0.56%.