Ekonomi

Gandeng Grab, Pemerintah Dorong Percepatan UMKM Onboarding Digital

terwujudnya ekosistem digital, dalam rangka mencapai target 30 juta UMKM onboarding digital dan 500 koperasi modern berbasis digital pada 2024


Gandeng Grab, Pemerintah Dorong Percepatan UMKM Onboarding Digital
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki (Dok. Kemenkop UKM)

AKURAT.CO  Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Grab Indonesia bersinergi dan berkomitmen mempercepat terwujudnya ekosistem digital, dalam rangka mencapai target 30 juta UMKM onboarding digital dan 500 koperasi modern berbasis digital pada 2024, serta 1 juta UMKM onboarding e-catalog LKPP pada tahun 2022.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menegaskan, kerja sama dengan ekosistem digital perlu didukung berbagai pihak utamanya untuk mempercepat onboarding UMKM digital. Salah satunya bersama Grab yang diharapkan sebagai penyedia platform digital, untuk tetap menjadi platform dan tidak mengambil alih bisnis UMKM.

"Saya ditugaskan Presiden Jokowi menyiapkan digital ekonomi. Jangan sampai ketika hobi belanja online masyarakat sudah semakin tinggi, semua UMKM digital, justru malah diambil alih oleh platform, penyedia platform sebagai wadah, jangan jadi pelaku juga yang menjual produk," kata MenKopUKM Teten Masduki dalam pembukaan Roadshow Klinik UMKM Bersama Grab Dalam Masifikasi Gerakan #BerubahDigital, di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta. 

baca juga:

Hadir mendampingi kegiatan tersebut, Deputi Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah, serta dihadiri Sekretaris Daerah DIY Raden Kadarmanta Baskara Aji, President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, dan Enterpreneur/Influencer Keenan Pearce.

Menteri Teten mengatakan, branding dan kemasan UMKM ke depan harus terus diperbaiki. UMKM juga diharap tak lagi berjuang sendiri, melainkan harus bergabung dalam koperasi. Dalam hal ini kata Menteri Teten, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM memberikan pendampingan dan arahan pelaku usaha di daerah. 

"Ke depan juga supaya UMKM tak hanya mengambil modal dari bank atau lembaga pembiayaan, tapi juga lewat pasar modal. Tentunya dengan posisi UMKM yang kuat secara bersama-sama," ujar Menteri Teten.

Digitalisasi dinilai penting bagi UMKM, sebab kata Menteri Teten, saat ini semua aspek telah terhubung secara digital. Bahkan Indonesia memiliki potensi ekonomi digital hingga Rp4.531 triliun pada tahun 2030 sehingga dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh para pelaku KUMKM dan masyarakat Indonesia. Namun ia juga mengingatkan agar potensi besar itu jangan justru diserbu oleh produk luar.

"Ketika semua akses teknologi dibuka, maka apa pun bisa masuk. Jangan lagi seperti itu, UMKM kita harus jadi raja di dalam negeri, mencari keunggulan produk jangan mengandalkan produk luar," kata Menteri Teten.

Ditegaskan MenKopUKM, digitalisasi menjadi target pemerintah. Oleh karena itu terhubung secara digital tak hanya dari sisi marketnya, termasuk juga sistem pembayaran, hingga pengelolaan bisnis. "Target 30 juta sampai 2024, sekarang sudah ada 19 juta UMKM onboarding digital, tinggal 2 tahun lagi bisa mencapai 30 juta. Pasti kita bisa, sisa 11 juta usaha mikro akan kita didampingi untuk masuk digital," kata Menteri Teten.