Tech

Gandeng Deddy Corbuzier, NOICE Hadirkan Podcast Deddy Issues

Podcast ini menyuguhkan berbagai topik yang mengupas opini dari sudut pandang berbeda sekaligus dilengkapi hipotesis khas ala Deddy.


Gandeng Deddy Corbuzier, NOICE Hadirkan Podcast Deddy Issues
Podcast Deddy Issues. (Dok. NOICE)

AKURAT.CO, Setelah berkolaborasi dengan sejumlah public figure yang memiliki basis fans terbesar di Indonesia sebagai podcaster, kini NOICE resmi menggandeng Deddy Corbuzier. Melalui kolaborasi ini, mereka menghadirkan podcast original bertajuk Deddy Issues. 

Mulai mengudara pada 1 Juli 2022, Deddy Issues menyuguhkan berbagai topik unik, menarik dan mind-blowing, mengupas suatu opini dari sudut pandang berbeda sekaligus dilengkapi hipotesis khas ala Deddy untuk menghibur sekaligus mengajak Paranoice (sebutan bagi para pendengar setia NOICE) untuk berpikir secara kritis.

Melalui perspektif pemikiran yang dinilai unik, Deddy mengajak pendengar untuk melihat sebuah peristiwa dan opini dari sudut pandang yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

baca juga:

Tak hanya mengungkapkan pendapat kritisnya, Deddy juga menjabarkan beragam fakta dan data yang dapat mendukung asumsi yang disampaikan.

Chief Business Officer (CBO) NOICE, Niken Sasmaya mengungkapkan, ketika berbicara mengenai podcast di Indonesia pasti tidak bisa jauh-jauh dari sosok Deddy Corbuzier.

Kehadiran Deddy sebagai kreator konten Original NOICE akan menambah daftar panjang para public figure ternama Indonesia yang telah resmi bergabung sebagai Noicemaker, sebutan bagi para konten kreator di NOICE, sekaligus memperkaya ragam konten menarik yang dihadirkan. 

"Kami optimis podcast Deddy Issues akan menarik antusiasme yang tinggi dari para penikmat podcast dan penggemar Deddy Corbuzier, bisa menghibur mereka kala menikmati screenless moments. Konten eksklusif ini juga adalah langkah awal dari kolaborasi jangka panjang dengan Deddy Corbuzier," kata Niken Sasmaya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, podcast Deddy Issues yang akan tayang setiap hari Jumat ini, Deddy akan hadir dengan konsep monolog.

Sebagai episode pembuka, Deddy mengulas hipotesisnya mengenai perempuan dengan membedah lebih dalam makna film Beauty and The Beast.

Dalam episode tersebut, Deddy memaparkan asumsinya tentang beberapa alasan di balik perempuan yang menyukai pria lebih tua atau lebih dewasa.

“Kalau di podcast saya yang biasanya, saya banyak ngobrol dengan para bintang tamu dari berbagai latar belakang, di podcast Deddy Issues ini, saya akan hadir dengan konsep yang berbeda lewat berbagai opini dan topik menarik yang akan saya bahas secara mendalam dari lensa pribadi saya," kata Deddy.

Menurutnya, podcast ini akan terasa lebih dekat karena bisa mendengarkan langsung opininya tentang berbagai hal, dan pastinya pendengar juga bisa ikut memberikan komentarnya di tiap episode.

Selama sekitar 30-40 menit di setiap episode, Deddy ingin mengajak Paranoice untuk membahas topik dari sudut pandang yang berbeda dari sesuatu yang mungkin sering dianggap normal, mengasah pola pikir untuk sama-sama mendalami konteks obrolan sampai ke akarnya. 

"Pastinya akan ada banyak kejutan dan saya harapkan pendengar dapat melihat konten podcast ini secara positif," tambah Deddy.

Sementara itu, Niken juga menyampaikan, tren konten audio melalui podcast nyatanya terbukti semakin digemari oleh masyarakat.

Dalam laporan terbaru We are Social dan Hootsuite menunjukkan Indonesia merupakan negara kedua dengan pendengar podcast terbanyak di dunia.

Menurut laporan tersebut, sekitar 35,2 persen pengguna internet di Indonesia rajin mendengarkan podcast setiap minggunya. 

Data internal juga menunjukkan pendengar yang dimiliki oleh NOICE didominasi dari kalangan milenial dan gen Z dengan rentang usia 18 hingga 34 tahun.

Saat ini, tercatat pengguna NOICE terus bertumbuh secara signifikan dengan jumlah pengguna lebih dari 2,5 juta dan rata-rata waktu yang dihabiskan oleh pendengar untuk menikmati konten di aplikasi setiap harinya mencapai lebih dari 80 menit.

"Melalui kehadiran para public figure di NOICE kami harapkan dapat menjadi inspirasi positif yang mendorong lebih banyak kreator di berbagai daerah untuk mulai berkarya bersama NOICE dan turut berkontribusi daam memacu pertumbuhan ekosistem konten audio di Indonesia," tutup Niken.[]