Ekonomi

Gandeng BTN, SMF Terbitkan EBA-SP Senilai Rp2 Triliun


Gandeng BTN, SMF Terbitkan EBA-SP Senilai Rp2 Triliun
Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, Ananta Wiyogo ketika menyampaikan sambutan dalam acara Pencatatan Efek Beragun Aset EBA-SP SMF-BTN04 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jum'at (9/3). (AKURAT.CO/Atikah Umiyani)

AKURAT.CO, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF melakukan seremonial listing pencatatan Efek Beragun Aset, berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP SMF-BTNO4) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Pencatatan EBA-SP SMFBTN 04 tersebut merupakan hasil kerjasama sekuritisasi aset KPR senilai Rp2 triliun antara SMF dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Direktur SMF, Ananta Wiyogo mengatakan bahwa Penerbitan EBA-SP sebesar Rp2 triliun tersebut merupakan bagian dari pelaksamaan transaksi sekuritisasi SMF dengan target senilai Rp2 triliun di tahun ini. Pihaknya optimis kehadiran instrumen EBA-SP dapat menambah ragam instrumen investasi pasar keuangan Indonesia serta mendukung pengembang basis investor domestik.

"Investor cukup confident akan efek ini, karena efek ini penerbitnya adalah SMF yang merupakan BUMN yang 100 persen dimiliki oleh pemerintah dengan peringkat idAAA dari Pefindo baik secara Korporaso maupun Surat Utangnya," jelas Ananta di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jum'at (9/3).

Sebagai informasi, nantinya hasil sekuritisasi ini oleh Bank BTN akan digunakan untuk mendanai Program Satu Juta Rumah. Pasalnya, program tersebut memerlukan dana jangka panjang yang cukup besar.

"Pencatatan ini merupakan peran aktif SMF dan Bank BTN dalam mendukung pertumbuhan Pasar Pembiayaan Perumahan di Indonesia untuk mewujudkan kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau untuk masyarakat Indonesia," imbuhnya.

SP tersebut terdiri dari Kelas A dan Kelas B. Kelas A dibagi menjadi 2 seri, yaitu Seri A1 (SPSMFBTN04A1) senilai Rp700 miliar dengan kupon 7 persen pertahun , dan seri A2 (SPSMFBTN04A2) senilai Rp1,124 triliun dengan kupon 7,5 per tahun. Sedangkan Kelas B senilai Rp176 miliar.

Pada transaksi ini, SMF berperan sebagai penerbit, arranger, dan pendukung kredit. Sedangkan BTN dalam hal ini beroeran sebagai kredit asal dan sebagai penyedia jasa (servicer), serta Bank BRI sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian. []