Tech

Gandeng BSSN, BKN Perkuat Keamanan Sistem Informasi dengan CSIRT

Pembentukan CSIRT organisasi merupakan salah satu program prioritas nasional


Gandeng BSSN, BKN Perkuat Keamanan Sistem Informasi dengan CSIRT
Gandeng BSSN, BKN Perkuat Keamanan Sistem Informasi dengan CSIRT (dok. BSSN)

AKURAT.CO Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai wali data ASN (Aparatur Sipil Negara) memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan data dan informasi kepegawaian. Dalam rangka mewujudkan jaminan ketersediaan, keutuhan, dan kerahasiaan pada aset informasi kepegawaian, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama BKN berkolaborasi dalam pembentukan tim tanggap insiden keamanan siber.

Pada Kamis (21/10/2021) bertempat di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta Selatan, dilakukan launching tim tanggap insiden keamanan siber BKN-CSIRT (Badan Kepegawaian Negara Computer Security Incident Response Team). Launching BKN-CSIRT dihadiri oleh Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, Plt. Kepala BKN Bima Haria Wibisana, serta Chairman CSIRT.id Rudi Lumanto sebagai narasumber.

CSIRT merupakan organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber. 

CSIRT terdiri atas CSIRT Nasional atau Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas), CSIRT Sektoral pada sektor administrasi pemerintahan, energi dan sumber daya mineral, transportasi, keuangan, kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, pangan, pertahanan, sektor lain yang ditetapkan oleh Presiden, serta CSIRT Organisasi. 

Pembentukan CSIRT organisasi merupakan salah satu program prioritas nasional (major project) untuk penguatan keamanan siber yang dituangkan dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024. 

Launching BKN-CSIRT pada hari ini merupakan CSIRT ke-40 yang diluncurkan dari target 121 CSIRT hingga tahun 2024.Hinsa dalam sambutannya memaparkan, berdasarkan hasil monitoring BSSN, tercatat 1.012.357.645 anomali trafik yang dapat dikategorikan sebagai serangan siber dalam kurun waktu Januari hingga September 2021.

"Serangan siber yang menjadi perhatian dan terus mengalami peningkatan yaitu serangan grup ransomware, malware yang mengenkripsi file dan meminta tebusan serta Distributed Denial of Service (DDoS) yang mayoritas dilatarbelakangi oleh motif untuk mendapatkan data," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co.

Bima juga mendukung pembentukan BKN-CSIRT yang diharapkan dapat membantu untuk mengurangi dampak dari serangan dan ancaman siber pada sistem informasi yang dimiliki oleh BKN. “BKN perlu melakukan penguatan infrastruktur yang memadai dan dikelola dengan baik,” ujar Bima.

Sementara itu, Rudi menuturkan kolaborasi dan koordinasi menjadi hal yang sangat penting dalam penanganan insiden keamanan siber. "Perkembangan siber sangat cepat, tidak bisa diselesaikan sendiri, serta tidak hanya dari satu sisi saja," ungkap Rudi.