Ekonomi

Gandeng 3 Perusahaan Besar, Kementan Tingkatkan Kualitas SDM

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak generasi muda untuk meningkatkan potensi serta kemampuannya dalam sektor pertanian


Gandeng 3 Perusahaan Besar, Kementan Tingkatkan Kualitas SDM
Program YESS Kementan (DOKUMEN)

AKURAT.CO Kualitas SDM pertanian terus ditingkatkan Kementerian Pertanian. Di Lampung, Kementan menggandeng 3 perusahaan besar sebagai upaya peningkatan SDM, termasuk para petani milenial.

Melalui berbagai program, termasuk YESS, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak generasi muda untuk meningkatkan potensi serta kemampuannya dalam sektor pertanian. Sektor pertanian merupakan sektor yang menjanjikan dan menghasilkan.

“Pertanian itu seksi, pertanian itu potensial, pertanian itu menjanjikan. Maka tak ada alasan bagi kalian untuk ragu menekuni sektor pertanian," tegas Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan semangat jadi kunci generasi muda termasuk petani serta wirausaha pertanian milenial untuk terus produktif. 

"Tentu, kita harus tahu iklim kita dan pasar apa yang tepat untuk masyarakat kita," katanya. 

Pada pembukaan kegiatan Studi Banding Program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS) yang dilaksanakan di Provinsi Lampung (27/11),  Dedi menjelaskan penentu peningkatan produktivitas petani bukan hanya pupuk dan alat pertanian, tetapi  juga ada SDM sangat menentukan.

“Indonesia mengalami  bonus demografi  yang dicirikan dengan  dominannya jumlah penduduk usia produktif. Generasi milenial tumbuh bersamaan dengan perkembangan teknologi  informasi, sehingga memiliki kreatifitas dalam segala aspek kehidupan” tambahnya.

Dedi menjelaskan saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki lebih dari 2000 Duta Petani Milenial (DPM)/ Duta Petani Andalan (DPA) yang akan menjadi role model bagi generasi muda lainnya. 

Pada kegiatan Studi Banding antar provinsi, program YESS mengajak pelaksana kegiatan baik di tingkat provinsi (PPIU), Kabupaten (DIT) serta perwakilan DPM/DPA mengunjungi PT. Great Giant Pineaple (GGP) dan PT. Louis Dreyfus Company Indonesia (LDC) yang berada di provinsi Lampung.

Project Manager program YESS, Inneke Kusumawati menjelaskan, selain bertujuan sebagai sarana pembelajaran, kegiatan ini dapat menjadi ajang  untuk membuka jejaring kerjasama dan peluang kemitraan. 

“Kami mengajak Provincial Project Implementation Unit (PPIU) serta District Implementation Team (DIT) sebagai pelaksana program YESS untuk melihat langsung lahan nanas serta melihat langsung proses packaging PT. GGP dan PT LDC. Kedua perusahaan tersebut merupakan perusahaan besar yang telah melakukan ekspor ke beberapa negara,” jelas Inneke.

Ia berharap setelah kegiatan ini, dapat terjalin kerjasama baik berupa program permagangan baik bagi penerima manfaat program YESS maupun bagi  siswa/mahasiswa Pendidikan vokasi di bawah naungan Kementan maupun kerjasama lainnya.

Terkait program magang pada program YESS, kedua perusahaan yang dikunjungi khususnya PT GGP memungkinkan untuk menjadi lokasi magang bagi penerima manfaat program YESS, bagi siswa dan mahasiswa dalam hal praktek kerja lapang/praktek kerja industri. 

Tak hanya itu, kedua perusahaan ini pun membuka kesempatan dalam dalam hal pengembangan kurikulum kopi baik di tingkat Polbangtan maupun SMKPP sebagai pelaksana teknis Pendidikan vokasi.

Hadir pada kegiatan ini Direktur Eksekutif  PISAgro, Insan Syafaat yang sangat mengapresiasi hadirnya program YESS. 

“Kami sangat mengapresiasi upaya Kementan dalam upaya regenerasi petani. PISAgro akan mendukung penuh program pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM pertanian baik melalui program permagangan maupun penyusunan kurikulum,” ujar pria yang akrab disapa Ino.[TIM]