News

Galian Studi Arkeologi di Kampung Akuarium Akan Diubah Fungsi Jadi RTH


Galian Studi Arkeologi di Kampung Akuarium Akan Diubah Fungsi Jadi RTH
Warga beraktivitas di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta, Selasa (18/8/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun Kampung Susun Akuarium yang terdiri dari lima blok yang diisi 241 hunian dengan anggaran sebesar Rp62 miliar. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup kembali galian studi arkeologi di kawasan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, sebab kawasan ini bakal ditata kembali oleh Gubernur Anies Baswedan pada September 2020 setelah digusur Basuki Tjahaja Purnama (Btp) alias Ahok pada 2016 lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Sarjoko mengatakan, bekas galian arkelogi itu kini sudah ditutup. Ke depannya bekas galian itu akan di bangun ruang terbuka hijau.

"Galian bekas studi ekskavasi ditutup kembali dengan pasir dan di atasnya dapat digunakan sebagai ruang terbuka publik atau hijau," kata Sarjoko saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2020).

Sarjoko mengklaim penutupan galian itu sudah mendapat rekomendasi dari para arkeolog dan Dinas Kebudayaan Pemprov DKI.

"Intinya sesuai rekomendasi arkeologi dari Dinas Kebudayaan," tegasnya

Kawasan Kampung Akuarium memang sudah lama diteliti oleh para arkeolog. Penelitian itu membuahkan hasil termasuk menemukan benteng peninggalan Belanda yang sudah tenggelam dua meter di bawa permukaan laut.

Tak hanya benteng, di kawasan ini juga ditemukan bangunan Laboratorium Kelautan peninggalan Belanda. Sejumlah benda purbakala telah dievakuasi.

Terkait hal ini, Sarjoko mengaku telah mendapatkan masukan dari warga setempat, benda purbakala itu nantinya akan dimuseumkan di kawasan Kampung Akuarium. Untuk itu pemprov DKI bakal galeri demi melestarikan temuan benda bersejarah itu.

"Rencananya akan dibuatkan tempat semacam galeri di lantai dasar bangunan," tukasnya.[]