News

Galang Dana Beli Kapal Selam Tembus Rp1,2 M, Masjid Jogokariyan Survei Ke PT. PAL

Seluruh donasi yang disalurkan melalui TNI AL untuk membelanjakan kapal selam, tanpa dipotong biaya apa pun


Galang Dana Beli Kapal Selam Tembus Rp1,2 M, Masjid Jogokariyan Survei Ke PT. PAL
Masjid Jogokariyan berdiri sejak tahun 1966 (Masjid Jogokariyan)

AKURAT.CO, Kegiatan galang dana yang diselenggarakan Masjid Jogokariyan, Yogyakarta untuk membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala-402 berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp1 miliar lebih. Pengurus masjid tengah berupaya mensurvei produk buatan PT PAL Indonesia.

"Sudah Rp1,2 miliar tadi pagi sejak dibuka Senin pekan ini," kata Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Ustaz M. Jazir saat dikonfirmasi, Jumat (30/4/2021).

Jazir mengaku saat ini sedang menuju ke kantor PT PAL Indonesia, BUMN yang bergerak di industri galangan kapal.

"Ini saya sedang ke Surabaya, karena malam nanti janjian dengan PT. PAL untuk menanyakan harga kapal selam, tipe, dan sebagainya," beber Jazir.

Pihaknya mengaku sebelumnya telah mencoba menjangkau Kementerian BUMN. Pihaknya ingin mendalami prosedur pengadaan alutsista mengingat dana yang akan disalurkan nantinya berasal dari sumbangan rakyat. 

Sementara dana belanja alutsista sesuai aturan harus melalui APBN. Dianggarkan melalui Kemenhan.

"Ini kan hal baru. Undang-undangnya (sumbangan rakyat untuk belanja alutsista) juga belum ada. Tapi, saya menghubungi Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) belum dijawab," imbuhnya. 

Jazir pun takjub mengetahui dana sebanyak ini bisa terkumpul lewat patungan rakyat biasa. Dari anak-anak, hingga pensiunan. Nominalnya, mulai dari Rp50 ribu sampai paling besar Rp10 juta.

"Kita kan menggugah, sebetulnya pemerintah dalam hal-hal yang strategis tidak perlu utang luar negeri. Kalau bisa mendapat kepercayaan dan menggunggah kepercayaan rakyat saya kira rakyat bergerak bisa," katanya.

Jazir memastikan kegiatan penggalangan dana ini amanah. Seluruh donasi yang disalurkan melalui TNI AL nantinya dipakai untuk membelanjakan kapal selam, tanpa dipotong biaya apa pun seperti operasional contohnya.

"Kita sudah mengurus izin di Kemensos, penggalangan dana masyarakat menurut undang-undang kan harus berizin. Kemudian kami akan minta OJK mengawasi, ketiga kami minta akuntan publik untuk audit," pungkas.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co