News

Gajinya Dibayar dengan Receh Berlumur Pelumas, Pria AS ini Dapat Cek Rp14 Juta dari Perusahaan Koin

Andreas Flaten terkejut melihat pembayaran terakhirnya 90.000 sen dolar tertutup minyak atau lemak


Gajinya Dibayar dengan Receh Berlumur Pelumas, Pria AS ini Dapat Cek Rp14 Juta dari Perusahaan Koin
Andreas Flaten terkejut melihat pembayaran terakhirnya: 90.000 sen dolar tertutup minyak atau lemak, di ujung jalan masuk rumahnya. Di atas tumpukan itu ada amplop berisi struk gaji terakhirnya dan pesan perpisahan. (Olivia Oxley via AP)

AKURAT.CO, Seorang pria asal Georgia, Amerika Serikat mendapatkan gaji terakhirnya dalam bentuk uang receh yang teronggok di depan rumahnya. Parahnya, uang koin sebanyak satu gerobak dorong tersebut dalam keadaan berbalut pelumas.

Dilansir dari AP News, Andreas Flaten menyatakan mantan bosnya membuang setidaknya 91.000 sen dolar (USD 910 atau Rp13 juta) di jalan masuk rumahnya pada awal bulan Maret sebagai bentuk pembayaran terakhir untuk pekerjaannya di bengkel mobil.

Coinstar, perusahaan yang mengoperasikan mesin pencetak koin yang berbasis di Washington, yang mendengar tentang cerita Flaten, mereka memutuskan turun tangan. Mereka pun mengambil koin Flaten dan menghitung jumlahnya, lalu memberinya cek sebesar USD 1.000 (Rp14,5 juta).

“Coinstar telah berkecimpung dalam bisnis koin selama 30 tahun dan kami memproses sekitar 41 miliar koin setiap tahun. Jadi mengambil 91.000 sen adalah pekerjaan sehari-hari,” kata CEO Coinstar Jim Gaherity dalam sebuah pernyataan.

Flaten mengatakan mantan bosnya di A OK Walker Autoworks yang berlokasi di Peachtree City, berhutang sebesar USD 915 (Rp13 juta) padanya setelah dia meninggalkan pekerjaannya di sana pada November tahun lalu.

Dia akhirnya mendapatkan gaji terakhirnya awal bulan Maret dalam bentuk ribuan uang koin yang dilapisi pelumas yang dibuang di ujung jalan masuk rumahnya di Fayetteville, Georgia. Di atas tumpukan uang itu terdapat amplop berisi bukti pembayaran terakhir Flaten dan catatan perpisahan dengan bahasa yang kurang menyenangkan.

Flaten mengaku telah menghabiskan satu atau dua jam setiap malam untuk membersihkan uang tersebut, yang disimpannya di gerobak dorong di garasi.

Sementara itu, sang pemilik toko, Miles Walker, mengatakan kepada WGCL-TV bahwa dia "tidak tahu apakah meletakkan atau tidak uang itu di rumah Flaten".

"Saya tidak begitu ingat. Tidak masalah. Dia dibayar, itu yang terpenting." kata Walker.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu