News

Gagas Islam Merah Putih, Puan Dianggap Hadirkan Keseimbangan Nasionalisme dan Agama

Gagas Islam Merah Putih, Puan Dianggap Hadirkan Keseimbangan Nasionalisme dan Agama
Ketua DPR RI Puan Maharani berpidato dalam pembukaan Bazar Ramadan Persatuan Istri Anggota (PIA) di Lobby Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (19/4/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Jaringan Moderasi Beragama Indonesia Islah Bahrawi menyebut gagasan Islam Merah Putih yang dicetuskan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani merupakan terobosan menarik. Sebab, bisa menghadirkan keseimbangan antara nasionalisme di satu sisi dan agama di sisi yang lain.

Hadirnya gagasan ini juga menjadi penangkal hadirnya politik identitas berdasarkan agama yang saat ini masih menjadi ‘jualan politik’ pada setiap kali Pemilu digelar.

“Ini konsep yang sangat keren. Saya suka. Karena Ibu Puan Maharani menghadirkan keseimbangan antara nasionalisme dan agama," ungkap Islah saat diskusi Politik Indonesia Point seri 6 bertajuk ‘Islam Merah Putih Puan Maharani’ dalam keterangannya, Rabu (27/4/2022).

baca juga:

Menurut dia, dengan konsep ini, ruang atau celah bagi mereka yang memakai politik identitas berdasarkan agama jadi tertutup.

"Gagasan Islam Merah Putih itu adalah politik tengah, tidak terlalu ke kiri, tidak terlalu ke kanan juga dan itu menjadi keuntungan tersendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut Islah menjelaskan, Islam Merah Putih yang disampaikan Puan tidak perlu diperdebatkan seakan-akan menjadi aliran baru dalam Islam atau sama halnya ketika orang mempersoalkan Islam Nusantara yang digagas Nahdlatul Ulama (NU).

“Ini sama sekali tidak ada yang aneh, justru muncul sebagai terobosan baru yang sangat keren; ketika nasionalisme dan spiritualisme digandeng dalam satu kesatuan yang seimbang. Bahwa ada yang menfasirkan aneh, ya sama dengan Islam Nusantara yang dianggap seakan aliran baru dalam Islam, saya katakan, memang yang model begini, hanya orang cerdas saja yang paham, hanya orang-orang yang mau berpikir,” jelasnya. 

Hakikat Islam Merah Putih yang disampaikan Puan Maharani, kata dia, menjadi jembatan yang baik untuk tidak membenturkan nasionalisme dengan agama. Di banyak tempat yang dilanda konflik, terjadi karena nasionalisme dan identitas dibenturkan.

“Kita lihat Sudah, Rwanda dan negara-negara di Timur Tengah dilanda konflik karena tidak mampu menempatkan identitas baik agama maupun suku dalam konteks kebangsaan. Maka saya apresiasi gagasan Islam Merah Putih ini dalam rangka itu, membuat nasionalisme dan agama itu dipangku bersamaan,” kata Penulis Buku ‘Intoleransi dan Radikalisme: Kuda Troya Politik dan Agama‘ tersebut.