Olahraga

Gagal Tuan Rumah Olimpiade 2032, Indonesia Alihkan Target ke 2036

Pemungutan suara oleh anggota IOC pada 22 Juli 2021 memutuskan Brisbane sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.


Gagal Tuan Rumah Olimpiade 2032, Indonesia Alihkan Target ke 2036
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari saat memimpin Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) secara virtual di Jakarta, Senin (8/6/2020) (ANTARA/HO/KOI)

AKURAT.CO, Berakhir sudah harapan Indonesia untuk mendapatkan jatah sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Pasalnya, pemilihan yang dilakukan oleh anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC), Kamis (22/7), menjatuhkan pilihan terhadap Brisbane di Australia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

Pun demikian, Indonesia tak patah arang. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari menegaskan bahwa kegagalan mendapatkan Olimpiade 2032 membuat Indonesia mengalihkan target untuk edisi 2036.

“Kami tidak akan mundur dan akan terus bertarung untuk Olimpiade 2036,” kata Oktohari sebagaimana dipetik dari Kyodo.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, mengaku tidak kaget ketika akhirnya Brisbane terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Sebab, kata Zainudin, Brisbane jauh lebih dulu mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

“Sudah dari 2015 Brisbane bidding. Kita sadar itu, tapi kita tetap berusaha untuk yakinkan NOC dan negara lain, tapi kita juga siap akhirnya Brisbane yang diputuskan,” kata Zainudin.

Dalam persaingan dengan Brisbane, Indonesia tahu bahwa kota di Australia tersebut memang selangkah berada di depan dalam hubungannya dengan IOC. Mereka berada di posisi “targeted dialogue (dialog tersasar)” yang lebih baik dari Indonesia yang terakhir kali berstatus “continuous dialogue (dialog berkelanjutan)”.

Indonesia jelas berharap besar dengan Olimpiade 2032 karena jika gol bakal menjadi olimpiade pertama di kepulauan nusantara. Bukan hanya itu, juga bakal menjadi yang pertama di kawasan Asia Tenggara.

Keputusan untuk bersaing demi tuan rumah Olimpiade 2032 muncul di sela kesuksesan menyelenggarakan Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Ketika itu, Presiden IOC, Thomas Bach, sempat menghadirkan diri ke Indonesia.

Adapun Australia dengan kemenangan Brisbane berarti bersiap untuk menyelenggarakan olimpiade ketiga dalam sejarah mereka. Sebelunya mereka pernah menghelatnya di Melbourne pada 1956 dan Sydney pada 2000.

Sejarah lain bagi Australia adalah negara tersebut akan menyamai rekor Amerika Serikat yang pernah menyelenggarakan olimpiade di tiga kota berbeda. AS sebelumnya menggelar Olimpiade 1904 di St Louis, Los Angeles (1932, 1984, 2028), serta Atalanta pada 1996.

Keberhasilan mendapatkan jatah 2032 juga membuat Brisbane mengalahkan sejumlah pesaing selain Indonesia. Di antaranya adalah Budapes (Hungaria), China, Doha (Qatar), dan Ruhr (Jerman).[]