Olahraga

Gagal ke Final BWF, Minions "Dikutuk" Tahun Genap?

Gagal ke Final BWF, Minions
Pasangan ganda putra terbaik Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, saat bertarung melawan wakil China, Ou Xuan Yi/Zhang Nan, di babak kedua All England 2020, pada Kamis (12/3) malam WIB (PBSI)

AKURAT.CO, Final BWF World Tour 2022 harus berlangsung tanpa kehadiran pasangan ganda putra bulutangkis terbaik Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Situasi ini seperti mengulang kecenderungan di tahun genap di mana pasangan dengan julukan The Minions itu menempuh kesulitan di Final BWF.

World Tour Finals adalah ajang bulutangkis yang diadakan di bulan Desember di setiap tahunnya, menghadirkan para atlet dengan poin terbanyak BWF World Tour di tahun itu.

baca juga:

Hanya ada delapan pemain terbaik yang bisa berpartisipasi di tiap sektor, dan satu negara hanya bisa mengirimkan dua atlet dengan poin tertinggi, layaknya Olimpiade.

Maka dari itu, perjuangan menembus World Tour Finals sangat sulit, tak hanya bersaing dengan atlet negara lain, tetapi juga harus lebih bagus ketimbang rekan senegara.

Hal itu juga dirasakan oleh pasangan yang digadang-gadang sebagai ganda terbaik di dunia, Marcus/Kevin. Faktanya, sampai saat ini mereka belum pernah menjuarai WTF.

Bahkan, pasangan berjuluk The Minions ini seolah terkena 'kutukan' kegagalan setiap berlaga di tahun genap, termasuk tahun 2022. Berikut ulasan INDOSPORT untuk Anda.

BWF World Tour Finals 2018

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo harus bersusah payah untuk menembus delapan besar terbaik dunia, sehingga bisa bermain di WTF 2018.

Awalnya, Marcus/Kevin dicekal ganda China, Li Junhui/Liu Yuchen. Mereka  membalas kekalahan itu dan memenangi game kontra Kim Astrup/Anders Rasmussen.

Namun, Marcus Gideon mengalami cedera leher tertarik, yang berdampak pada mata dan penglihatannya. Alhasil, di laga ketiga melawan Han Chengkai/Zhou Haodong, mereka harus menyerah atau retired.

"Otot leher Marcus kemarin ketarik, dia takut tambah parah, jadi lebih baik mundur. Marcus sudah terapi dua kali, tapi hasilnya tidak bisa langsung, tidak bisa 100 persen," kata asisten pelatih ganda, Aryono Miranat.

BWF World Tour Finals 2019

Beranjak ke BWF World Tour Finals 2019, berhubung ini bukan tahun genap, Marcus/Kevin akhirnya mendapat hoki, seolah tak ada lagi kutukan yang membelit mereka.

Kembali satu grup dengan Li Junhui/Liu Yuchen, Marcus/Kevin pun berhasil revans. Walaupun, The Minions kalah saat meladeni Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe asal Jepang.

Kemenangan atas Takeshi Kamura/Keigo Sonoda membuat Marcus/Kevin berhasil melangkah ke semifinal untuk kali pertama, dan bertemu lagi dengan Endo/Watanabe.

Sayangnya, saat itu Marcus/Kevin masih belum dapat menemukan formula untuk mengalahkan Jepang. Mereka pun kalah, tapi Ahsan/Hendra berhasil menjadi juara.

BWF World Tour Finals 2020

Memasuki tahun genap, Marcus/Kevin pun mendapat kutukan lagi. Walau mereka saat itu menjadi ranking 1 dunia, tetapi perolehan poin tahun 2019 tak cukup untuk membawa mereka tampil di World Tour Finals 2019.

Tahun ganjil adalah tahun terbaik bagi The Minions. Mereka akhirnya kembali melesat ke ajang tertinggi, BWF World Tour Finals 2019 yang dilangsungkan di Bali, Indonesia.

Marcus/Kevin menjegal Lee Yang/Wang Chi-lin dua game tanpa balas, lalu tanpa keringat saat Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty memutuskan walkout.

Partai terakhir penyisihan grup, Marcus/Kevin menejegal Kim Astrup/Rasmussen lagi, sehingga berhak maju ke semifinal.

Di semifinal, Marcus/Kevin lagi-lagi berjumpa Lee Yang/Wang Chi-lin. Mudah saja bagi tuan rumah untuk menang lagi.

Marcus/Kevin melaju ke final, tapi langkah mereka dihentikan oleh duo Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Setidaknya pasangan The Minions naik podium sebagai runner up.

BWF World Tour Finals 2022

Kutukan tahun genap lagi-lagi menjegal Marcus/Kevin untuk bermain di BWF World Tour Finals 2022. Sepanjang tahun, mereka dihampiri berbagai permasalahan serius.

Mulai dari operasi kaki Marcus, sampai konflik Kevin sanjaya dan pelatih, hingga membuat prestasi mereka merosot, dan sama sekali tak meraih satu gelar juara.

Marcus/Kevin hanya sekali naik podium, yaitu sebagai runner up Denmark Open 2022.

Alhasil, poin mereka tidak cukup untuk melaju ke World Tour Finals. Namun, masih ada Fajar Alfian/Rian Ardianto dan Ahsan/Hendra yang akan berjuang demi Merah Putih.[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com