Tech

Gaet Milenial Indonesia, Begini Strategi Penjualan Brand Premium BMW


Gaet Milenial Indonesia, Begini Strategi Penjualan Brand Premium BMW
Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania saat ditemui di sela gelaran GIIAS 2019, Jumat (26/7) (AKURAT.CO/Yusuf Tirtayasa)

AKURAT.CO, Brand premium asal Jerman, BMW kembali meramaikan gelaran otomotif tahunan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD City, Tangerang. Tim AkuratOtomotif berkesempatan mewawancarai langsung Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania di sela gelaran GIIAS 2019.

Berikut petikan wawancara yang bertempat di BMW Group Pavilion pada Jumat (26/7):

Di Indonesia ini kan mayoritasnya usia milenial, apa strategi BMW untuk menggaet segmen milenial?

Kalau bicara mengenai teknologi dari BMW, kita ada kendaraan otonom, kemudian conected, itu bicara mengenai aplikasi di dalam kendaraan yang bisa mengoneksikan antara pengendara dengan kendaraannya dan juga dengan pengguna kendaraan lainnya. Kemudian elektrifikasi, jadi kita bicara mengenai kendaraan listrik dan sheer service.

Saat ini, BMW sudah menghadirkan banyak sekali aplikasi-aplikasi seperti misalnya hello BMW, dan kemudian sudah menghadirkan fitur car play, macam-macam. Jadi di dalam kendaraan pun banyak fitur-fitur yang juga dapat memenuhi kebutuhan milenial, misalnya jejaring sosial, dapat langsung connect dengan telepon genggamnya dan Spotify, dan kemudian kita juga ada digitalization. Jadi, digitalization itu adalah bagaimana BMW menghadirkan bukan hanya lagi sebuah kendaraan yang bisa membawa seseorang dari poin A ke poin B, tapi menghadirkan kendaraan yang juga adalah companion.

Tren penjualan kendaraan BMW tahun 2019?

Sampai dengan di bulan April itu peningkatan penjualan terus meningkat secara signifikan, saya lupa data pastinya.

Seri apa yang masih menjadi tulang punggung penjualan?

Selalu Seri 3, Seri 5, dan juga X1. Untuk X1 dan Seri 3 selalu berubah, misalnya saat ini Seri 3 yang nomor satu, kemudian juga bisa berubah untuk yang X1. Jadi, memang kalau kita bicara jumlah paling banyak adalah Seri 3. Apa lagi di GIIAS kita menghadirkan generasi yang paling baru untuk Seri 3, pasti akan meningkat jumlah penjualannya.

Bagaimana kondisi pasar otomotif nasional menurut BMW saat ini?

Untuk kendaraan premium masih tumbuh dan BMW masih terus optimis bahwa akan tumbuh terus ke depannya. Karena memang tahun ini BMW paling banyak mengeluarkan kendaraan terbarunya, yang sebelumnya kita enggak punya X2 kita ada X2, yang sebelumnya kita tidak punya X7 kita punya X7. Jadi banyak sekali kendaraan-kendaraan baru yang dihadirkan di tahun ini.

Indonesia baru saja melewati Pemilu. Apa harapan bagi pemimpin mendatang terhadap pasar otomotif?

Diharapkan bisa membantu BMW dalam hal menghadirkan regulasi yang ramah terhadap kendaraan premium, karena kendaraan premium itu jumlahnya masih sangat niche, dan memang tidak bisa disamakan dengan produsen yang lain. Karena jumlah penjualan kita selama satu tahun itu berkisar antara tiga ribuan unit.

Jadi, memang kita memiliki pendekatan khusus kalau kita bicara mengenai regulasi. Jadi diharapkan ramah terhadap pemain-pemain seperti BMW dan kemudian juga dapat memberikan beragam kemudahan terutama untuk BMW, karena kita selalu menambahkan kendaraan-kendaraan yang diproduksi secara lokal, di mana nanti Seri 3 kemudian X7 juga akan diproduksi di dalam negeri.

Apa langkah BMW untuk menjaga penjualan di tengah terus masuknya kompetitor baru?

Kompetisi pasti selalu ada, akan ada brand baru. Tapi dari BMW yang paling penting adalah bagaimana BMW bisa memenuhi kebutuhan pelanggan.

Jadi, yang paling penting itu adalah mengikuti tren, ide-ide baru, kemudian selalu menghadirkan inovasi yang belum pernah ada sebelumnya, selalu fokusnya adalah konsumen. Jadi memang center dari semua kegiatan BMW itu adalah pelanggan.