Lifestyle

Gaes, Kualitas Tidurmu Juga Penting Dipantau!

Pernahkah kamu bertanya bagaimana bisa posisi tidur berubah?


Gaes, Kualitas Tidurmu Juga Penting Dipantau!
Ilustrasi penggunaan masker tidur (Antara photo)

AKURAT.CO, Tidur yang cukup dan berkualitas merupakan salah satu kunci penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Sayangnya, tidak semua orang bisa mendapatkan tidur yang berkualitas.

Kualitas tidur yang baik memungkinkan kamu untuk terbangun dengan segar, suasana hati yang baik, dan tenaga untuk menjalankan berbagai kegiatan.

Untuk mengetahui kualitas tidur, kamu dapat dengan mudah memantaunya, salah satunya menggunakan perangkat seperti smartwatch yang memiliki fitur pemantauan tidur (sleep monitoring) atau sleep tracking widget yang berfungsi untuk menunjukan matriks tidur kamu.

Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai pentingnya memantau kualitas tidur menurut rilis resmi Garmin, dikutip pada Rabu, (12/5).

Memonitor siklus tidur

Saat tertidur, kamu akan menjalani beberapa fase tidur: Non-rapid eye movement (non-REM) dan REM. Non-REM terbagi menjadi tiga tahap; light sleep, light menuju deep sleep, dan deep sleep atau tertidur nyenyak.

Dimulai dengan light sleep, kamu akan memasuki fase deep sleep ketika detak jantung melambat dan semua otot tubuh menjadi rileks. Selain itu, terdapat fase REM, kondisi dimana saraf otak bekerja hampir sama beratnya dengan waktu terbangun yang memungkinkan kamu dapat mengingat mimpi. Ketika tidur, kamu akan mengalami fase non-REM dan REM berulang kali.

Setiap tahap tersebut merupakan komponen yang penting dalam memperoleh tidur yang ideal untuk kembali segar pada pagi hari. Saat tidur, perangkat sleep tracking ini dapat mendeteksi fase apa dan berapa lama kamu melalui fase tersebut berdasarkan detak jantung, gerakan tubuh, dan variabilitas detak jantung.

Memahami kondisi tubuh berdasarkan data

Dengan data dari sleep tracking, kamu dapat melihat penilaian atas kualitas tidur yang dijalani. Misalnya saja, kamu bisa mengetahui berapa lama kamu tidur pada setiap fase tidur dan mengetahui seberapa baik kualitas tidur dari hasil sleep score.

Bahkan fitur sleep analysis didalamnya bisa memberitahu apakah kamu akan merasa kelelahan atau segar pada hari setelah tidur, pengaruhnya terhadap stress level, dan energi pada tubuh atau body battery. Dengan mengetahui hal ini, kamu bisa mengatur energi dan tubuh agar bisa beraktivitas secara efektif.

Mengamati pergerakan ketika tidur

Pernahkah kamu bertanya bagaimana bisa posisi tidur berubah? Mengapa kasur yang pada saat tidur rapih menjadi berantakan pada pagi hari? Itu adalah hasil dari pergerakan kamu sendiri karena manusia bisa bergerak saat tidur tanpa disadari.

Perlu digarisbawahi bahwa semakin banyak kamu bergerak saat tidur, tandanya kamu semakin tidak memiliki tidur yang berkualitas. Garmin melacak gerakan tubuhmu pada malam hari dan menggunakan data tersebut untuk menentukan apakah kamu sudah memiliki tidur berkualitas.

Memantau pernapasan saat tidur

Pernapasan yang baik akan membawa kualitas tidur yang baik pula. Ketika tertidur, sistem pernapasan dapat dilacak lebih baik karena kamu tidak terlalu banyak menggerakan tubuh. Dengan memantau pernapasan saat tidur, kamu bisa melihat rata-rata tingkat pernapasan setiap menitnya.

Pemantauan pernapasan saat terbangun juga tidak kalah penting, terlebih ketika memberikan indikasi terhadap kondisi kesehatanmu. Meski bukan alat medis yang diakui sebagai alat ukur kesehatan atau acuan data saat melakukan pemeriksaan ke rumah sakit, Garmin adalah perangkat yang dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan sehingga, ketika kamu menyadari adanya gejala yang timbul dan bisa melakukan tindakan pencegahan lebih dini. 

Mengukur saturasi oksigen pada darah

Pemantauan saturasi oksigen pada darah atau SpO2 seringkali dibutuhkan oleh pendaki gunung atau penyelam. Namun, memantau SpO2 juga penting untuk masyarakat di berbagai kalangan. SpO2 membantu untuk mengetahui seberapa baik kinerja jantung dalam memonitor dan memperbaiki kesehatan secara menyeluruh. Bahkan di tengah pandemi saat ini, penurunan SpO2 menjadi salah satu gejala penderita COVID-19 yang tidak bisa dirasakan secara langsung.

Dengan bantuan perangkat canggih, setiap pagi kamu dapat mengetahui seberapa berkualitas tidur yang kamu rasakan pada malam sebelumnya.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co