Olahraga

Gabung Mercedes, George Russell Tegaskan Ogah Jadi Pembalap Nomor Dua

George Russell diumumkan sebagai pembalap tim Mercedes-AMG Petronas untuk menggantikan Valtteri Bottas yang hengkang ke tim Alfa Romeo di F1 2022.


Gabung Mercedes, George Russell Tegaskan Ogah Jadi Pembalap Nomor Dua
Pembalap Williams, George Russell, saat bersiap sebelum latihan bebas Grand Prix Sakhir 2020 di Sakhir, Bahrain, Jumat (4/12), sebagai pengganti Lewis Hamilton di Mercedes. (TWITTER/Mercedes)

AKURAT.CO, George Russell menegaskan dirinya enggan menjadi pembalap nomor 2, setelah Lewis Hamilton untuk di tim Mercedes-AMG Petronas pada Kejuaraan Dunia Formula 1 (F1) musim 2022.

Peresmian George Russell bergabung dengan Mercedes untuk menggantikan Valtteri Bottas terbilang cukup cepat. Pembalap asal Inggris itu diumumkan hanya selang sehari setelah Bottas meninggalkan Mercedes untuk bergabung dengan Alfa Romeo pada musim depan.

Namun, bergabungnya Russells dengan Silver Arrows -julukan tim Mercedes- ternyata menimbulkan pertanyaan banyak pihak. Pembalap potensial berusia 23 tahun itu dikhawatirkan dapat membuat situasi dan kondisi tim Mercedes menjadi tidak kondusif.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, hal tersebut pernah terjadi sebelumnya, tepatnya pada 2007 ketika Hamilton bergabung dengan Mercedes. Kala itu, Hamilton yang masih muda dipasangkan dengan Fernando Alonso, yang merupakan pemilik dua gelar juara dunia.

Russells yang kini masih membela Williams, menyadari adanya polemik tersebut. Namun, dia yakin bahwa Mercedes tidak akan membiarkan hal serupa terjadi lagi.

“Ya, saya pikir Mercedes memiliki pengalaman yang jelas tentang semacam dinamika yang buruk di dalam tim dan mereka telah membuatnya sangat jelas bahwa mereka tidak ingin pengulangan dan saya pikir, secara pribadi saya tidak ingin itu juga,” ujar Russells dikutip dari laman resmi F1, Jumat (10/9).

“Saya pikir penting bagi rekan satu tim untuk bekerja sama, mendorong tim, dan tahun depan, ini adalah mobil baru, peraturan baru, tidak ada jaminan siapa yang akan memiliki mobil tercepat jadi tugas kami sebagai pembalap adalah membantu tim untuk maju,” sambungnya.

Russell juga mengatakan, ia dan Hamilton memiliki perbedaan fase karir yang berbeda. Ia baru turun di F1 pada 2019, sementara Hamilton sudah mengikuti 279 Grand Prix (GP) sejak 2007. Menurutnya, hal itu akan sangat membantu tim.

“Saya sangat menghormati dia; menjadi jauh lebih muda dan memandangnya sebagai pembalap muda mengubah banyak hal yang dinamis. Saya tidak melihat (perbedaan usia) sebagai masalah sama sekali," jelas Russell.

Sumber: Formula 1