News

Gabung Koalisi, Elektabilitas PAN Menguat

Keterpilihan PAN tidak mengagetkan karena temuan pergerakan elektabilitas mulai terlihat sejak survei periode sebelumnya


Gabung Koalisi, Elektabilitas PAN Menguat
Ilustrai (Foto: Net)

AKURAT.CO - Keputusan Partai Amanat Nasional (PAN) masuk koalisi pemerintah berbuah peningkatan elektabilitas atau tingkat keterpilihan. Elektabilitas partai berlogo matahari terbit terpantau meningkat mengungguli Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Nasional Demokrat (Nasdem). 

Hal itu terlihat dari paparan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) di mana PAN berhasil memperoleh angka keterpilihan sebesar 5,0 persen, sementara PKS 4,2 persen dan Nasdem 4,1 persen.

Posisi ini konsisten dengan perolehan hasil survei pada periode Agustus 2021 lalu di mana PAN berhasil berada di posisi 7 dengan 5,8 persen, dan PKS 4,9 persen. Sementara Nasdem sebelumnya masih lebih unggul dari PAN yakni sebesar 7,8 persen.

Survei dilakukan IPO pada 29 November hingga 2 Desember 2021. Pengukuran kesalahan (sampling error) survei 2,50 persen dengan tingkat akurasi data 95 persen, dan setting pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling atau pengambilan sample bertingkat dengan 1200 responden.

"Memang terlihat menarik mengamati fluktuasi PKS dan Nasdem, mengingat mereka tergeser posisi yang sebelumnya cukup baik. dan kini menurun. PAN sendiri sejak bergabung koalisi pemerintah terlihat signifikan merangkak naik," kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah, Sabtu (4/12/2021).

Menurut Dedi, posisi PAN dalam persepsi publik terkait keterpilihan jika Pemilu dilaksanakan hari ini tidak lagi mengagetkan. Pasalnya temuan pergerakan elektabilitas PAN mulai terlihat sejak survei periode sebelumnya. Hal ini diyakini karena PAN berhasil memperkuat jaringan pemilih di tingkat bawah.

"Jika membandingkan popularitas PAN di ruang siber, perbincangan media sosial, mungkin tidak signifikan, tetapi fakta di tingkat bawah dan dalam sebaran nasional, PAN cukup disukai dan dipilih," tutur Dedi.

Analisa Dedi, PAN berhasil lakukan konsolidasi pemilih di tingkat bawah, meskipun minim publikasi dan tidak seramai parpol lain dalam promosi politik, tetap mampu meningkatkan popularitas dan elektabilitas.

"Ini penanda baik, bahwa parpol yang populer karena promosi politik di ruang maya dan udara, masih dapat diimbangi secara signifikan oleh Parpol yang lakukan kerja langsung di masyarakat, pelibatan publik dalam aktifitas politik diperlukan guna meneguhkan elektabilitas," kata Dedi.

Lebih lanjut Dedi menuturkan, jika Parpol ingin dikenal dan disukai publik, sekurangnya perlu lakukan tiga hal. Fokus pada promosi politik saja hanya akan membuat Parpol terkenal, tetapi belum tentu mendapatkan konversi keterpilihan dan kesukaan.

"Tiga hal penting bagi parpol, harus punya gagasan dan ide yang mudah dipahami, terlibat dan melibatkan publik dalam agenda politik, serta menjalankan program pertanggungjawaban sosial politik," tukas Dedi Kurnia Syah.[]