Ekonomi

G7 Mau Bendung Energi Rusia, Pengamat: Ajak India dan China Kalau Mau Berhasil

Seperti semua pasar sampai batas tertentu, pastinya dalam kedepannya akan ada efek permintaan dan penawaran.


G7 Mau Bendung Energi Rusia, Pengamat: Ajak India dan China Kalau Mau Berhasil
Pemimpin G7 saat KTT G7 di Jerman Selatan (AFP)

AKURAT.CO, G7 berisikan sekelompok negara Barat terkaya di dunia, mengatakan pada pertemuan puncak baru-baru ini di Bavaria bahwa mereka sedang menjajaki kemungkinan pembatasan harga minyak Rusia, sehingga mencegah Moskow mengambil untung dari lonjakan harga pasar akibat invasi dari Ukraina.

Di isi oleh sekelompok negara yang sangat vokal menentang Rusia seperti Amerika Serikat, Jerman dan Inggris, dalam sebuah catatan nantinya mereka akan mencoba dan menghentikan ekspor minyak Rusia yang tidak dibeli dengan atau di bawah harga tertentu.

Sementara itu, Barat mengumumkan rencana pembatasan harga untuk mencoba dan membendung melonjaknya pendapatan minyak Rusia yang secara langsung mendanai perperangan mereka di tanah Ukraina.

baca juga:

Seperti semua pasar sampai batas tertentu, pastinya dalam kedepannya akan ada efek permintaan dan penawaran. Karena tidak bisa dipungkiri lagi bahwa negara Barat sendiri pun mengonsumsi minyak dalam jumlah yang besar, sehingga secara teknis seharusnya ada yang menentukan harga.

Akan tetapi, agar langkah seperti itu berhasil, G7 perlu melibatkan negara-negara di luar keanggotaannya, terutama konsumen besar minyak mentah Rusia seperti China, India dan Turki, sehingga mereka perlu mencari produsen alternatif untuk mengisi kekosongan tersebut.

“Ini akan menjadi tantangan, tampaknya dapat ditegakkan di antara negara-negara Barat, tetapi secara internasional perlu orang lain untuk ambil bagian, dan itu termasuk India dan China,” Timothy Ash, seorang ekonom dan rekan rekan di lembaga pemikir Chatham House London, mengatakan kepada Al Jazeera. .

Namun Ash menambahkan bahwa ekonomi global sendiri mungkin akan ada perlambatan sehingga permintaan akan minyak juga akan efektif turun sendirinya dan stagflasi bisa menjadi senjata untuk melawan keberpihakan terhadap energi Rusia.

“Tetapi selain manipulasi, ekonomi global mungkin mengalami perlambatan akibat perang di Ukraina sehingga permintaan secara efektif turun dengan sendirinya. Anehnya, stagflasi bisa menjadi senjata berikutnya melawan energi Rusia,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, mengatakan kepada wartawan di Bavaria bahwa para pemimpin G7 akan membahas mekanisme teknis yang berdampak pada pembatasan harga minyak melalui layanan yang terkait dengan asuransi minyak dan ekspor.

Sumber: Aljazeera