Olahraga

Fury: Saya Terkejut kalau Wilder Masih Berani Bertinju Lagi

Tyson Fury mempertahankan sabuk juara dunia kelas berat WBC dengan menjatuhkan Deontay Wilder di laga ketiga, 9 Oktober 2021.


Fury: Saya Terkejut kalau Wilder Masih Berani Bertinju Lagi
Petinju asal Inggris, Tyson Fury, ketika menjatuhkan Deontay Wilder dalam pertarungan di Las Vegas, Amerika Serikat, Sabtu (9/10). (TWITTER/Boxing on BT SPORT)

AKURAT.CO, Sungguh pun Tyson Fury berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas berat WBC-nya menghadapi Deontay Wilder di pertarungan ketiga, Sabtu (12/10), perang urat syaraf antara kedua petinju ternyata belum usai.

Yang terbaru adalah Fury mengatakan bahwa rivalnya tersebut akan kembali mencari-cari alasan kekalahan di laga ketiga sebagaimana yang terjadi selepas laga kedua.

Fury merebut sabuk WBC dari Wilder di laga kedua pada 22 Februari 2020 dan sang juara bertahan ketika itu menuduh Fury menggunakan pemberat di sarung tinjunya.

Dengan pengalaman tersebut, Fury memperkirakan Wilder tidak akan naik ring lagi setelah tumbang dalam pertarungan sebelas ronde di laga terakhir di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, akhir pekan lalu. Dengan nada mencemooh, petinju asal Inggris itu mengaku terkejut jika Wilder masih berniat kembali naik ring.

“Saya yakin dia bakal punya banyak alasan. Dia selalu melakukannya, dia adalah pencundang yang marah dan dia (menggunakan sarung tinju) Everlast MX dan saya memakai Paffen Sports, sarung tinju yang sama,” ucap Fury sebagaimana dipetik dari Boxing Scene.

“Pelatihnya bahkan menukar ruang ganti lagi, mereka memeriksa semuanya, tidak ada yang perlu dipertanyakan. Dia dikalahkan dengan adil dan tepat dan semua itu ditulis untuk Deontay Wilder. Dan saya akan terkejut jika dia bakal bertinju lagi,” kata Fury.

Fury sendiri menunjukkan sikap tersebut setelah ia mendapatkan reaksi yang menurutnya tidak menyenangkan dari Wilder usai laga ketiga. Selepas laga, Fury menghampiri Wilder dan rival asal Amerika Serikat tersebut menolak melakukan tindakan yang menunjukkan sportifitas seperti bersalaman atau berpelukan.

Wilder sendiri mengaku ia tidak cukup baik ketika menghadapi Fury di pertarungan terakhir. Pun demikian, petinju dengan julukan The Bronze Bomber tersebut mengatakan bahwa Fury memang berhasil menjalankan taktik untuk mengalahkannya.

“Saya melakukan yang terbaik, tetapi itu tidak cukup,” kata Wilder.

“Saya tidak terlalu tahu apa yang terjadi. Saya tahu bahwa di latihan dia melakukan beberapa hal tertentu, dan saya juga tahu bahwa dia tidak datang dengan berat 277 (pon–sekitar 125,6 kilogram) untuk menjadi seorang penari balet. Dia datang untuk bersandar pada saya, mencoba mengasari saya dan dia berhasil.”[]