Lifestyle

Frozen Food untuk Si Kecil, Amankah?

Frozen food banyak mengandung pengawet, penguat rasa dan natrium yang tidak baik untuk kesehatan anak


Frozen Food untuk Si Kecil, Amankah?
Ilustrasi anak makan frozen food (The Healthy)

AKURAT.CO, Frozen food atau makanan beku kerap menjadi pilihan para ibu yang tak punya banyak waktu untuk menyiapkan makanan untuk si kecil. Tak hanya itu saja, frozen food juga dapat disimpan untuk waktu yang lama sehingga lebih hemat. Namun, apakah frozen food aman untuk dionsumsi si kecil?

Sebagai orangtua, kemungkinan mom akan menghindari untuk memberikan frozen food kepada si kecil. Pasalnya, frozen food yang ada di pasaran adalah olahan yang disajikan dalam bentuk beku, seperti bakso dan sosis beku, yang siap untuk digoreng. 

Sebagian besar frozen food biasanya mengandung zat pengawet, penguat rasa, dan natrium yang tinggi. Monisha Ashokan, ahli gizi klinis di Delhi, pun mengatakan bahwa kandungan ini memiliki efek samping yang dapat merugikan tubuh, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, pada usia yang sangat muda.

"Frozen food mengandung minyak kelapa sawit terhidrogenasi yang memiliki lemak trans berbahaya. Pengawet seperti pati, sirup jagung yang terbuat dari glukosa dan ada di frozen food ini dicatat sebagai zat karsinogenik. Kandungan natrium juga jauh lebih tinggi pada makanan siap saji ini," terang Ashokan dikutip AKURAT.CO dari Doctor NDTV, Jumat (30/7/2021).

Hal serupa juga diungkapkan oleh dokter spesialis gizi klinik dr Diana D Suganda, Mkes, SpGK. Dia menyarankan para mom untuk menghindari memberikan si kecil frozen food

"Frozen food biasanya memiliki kadar pengawet tinggi, dan kadar garam yang tinggi. Sedangkan anak dibatasi dalam konsumsi garam secara berlebihan. Dibandingkan dengan menggunakan frozen food lebih baik menggoreng sendiri ayam yang ditepungin itu juga dapat menjadi pengganti dari frozen food," ucapnya. 

Tak hanya makanan olahan saja, ada juga jenis frozen food dari makanan segar, seperti sayur, buah-buahan, ikan, daging. Beberapa orang menilai jika frozen food ini memiliki kandungan nutrisi yang hampir sama ketika makanan tersebut belum dibekukan.

Pasalnya, proses yang dialami sayur dan buah dalam bentuk makanan beku ataupun segar tetap sama, yaitu pemetikan atau panen, pencucian, hingga dikemas. Saat buah dan sayuran dikemas dalam bentuk beku, zat gizi yang terkandung di dalamnya juga membeku. Artinya, zat gizi tersebut tetap bertahan hingga dikonsumsi. Hal yang sama juga terjadi pada daging dan ikan yang dibekukan, nutrisi yang tersimpan hampir sama dengan daging dan ikan segar, namun tekstur dan rasanya akan mengalami perubahan.

"Pembekuan itu mengunci nilai gizi yang dimiliki buah dan sayuran," ujar ahli gizi Jenna Braddock. 

"Membekukan makanan tidak membuat makanan tersebut sehat atau tidak. Ini tergantung pada kandungan nutrisi dari frozen food tersebut. Buah-buahan dan sayuran beku bisa sangat sehat, tetapi pizza beku, makanan ringan, dan makanan pembuka lainnya bisa sangat tidak sehat," kata  ahli gizi, Shereen Lehman, MS.

Meski begitu, Lehman mengingatkan mom untuk memilih buah yang dibekukan tanpa tambahan gula atau sirup. Hal yang sama juga perlu mom perhatikan kala memilih frozen food lainnya. 

"Perhatikan kalori ekstra dalam smoothie buah yang beku, karena produk jenis ini sering dimasukkan gula tambahan yang tidak Anda butuhkan," kata Lehman.

"Daging beku, ikan, makanan laut, dan unggas adalah frozen food terbaik, apalagi jika dibuat tanpa bahan tambahan. Pilihlah dada ayam beku polos, udang tawar, dan ikan fillet yang tidak dilapisi tepung roti," tutup Shereen.

Namun, hal ini tidak boleh diterima mentah-mentah oleh para  mom. Menurut Dianan, kandungan nutrisi sayuran yang dibekukan sudah berkurang. 

"Sayuran yang dibekukan pun pasti mengalami penurunan kandungan nutrisinya. (Biasanya) Pada proses pembekuannya menambahkan kandungan sodium atau garam sebagai pengawet, dan trans fatnya juga tinggi yang menyebabkan menyebabkan diabetes, masalah jantung, hingga kanker," ujar Diana. 

Mom, penting untuk menjaga jumlah asupan frozen food pada si kecil. Berikanlah frozen food sesekali saja, dan disarankan untuk selalu melihat kandungan nutrisi sebelum membelinya.[]