Ekonomi

Fraksi Nasdem Desak Pemerintah Harus Waspadai Lonjakan Harga Minyak Mentah Internasional!

perekonomian Indonesia telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan kembali seperti ditunjukkan oleh berbagai indikator ekonomi makro


Fraksi Nasdem Desak Pemerintah Harus Waspadai Lonjakan Harga Minyak Mentah Internasional!
Fraksi Partai Nasdem Fauzi Amro, dalam penyampaian pandangan KEM PPKF, Selasa (24/5/22). (Tangakapan Layar YouTube)

AKURAT.CO, Fraksi Partai Nasdem Fauzi Amro menyampaikan pandangan Fraksi Partai Nasdem mengenai Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN 2023 yang dilaksanakan pada hari ini, Selasa (24/5/2022).

Fraksi Nasdem menyampaikan, perekonomian Indonesia telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan kembali seperti ditunjukkan oleh berbagai indikator ekonomi makro yang ada neraca perdagangan Indonesia terus surplus dan pendapatan negara meningkat.

“ Untuk meningkatkan aktivitas sosial dan ekonomi untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat Kita patut bersyukur bahwa pada tahun 2002 ini,” ucap Fraksi Partai Nasdem Fauzi Amro, dalam penyampaian pandangan KEM PPKF, Selasa (24/5/2022).

baca juga:

Menurutnya pemerintah harus terus mewaspadai lonjakan harga minyak mentah internasional yang bisa berdampak pada peningkatan subsidi BBM di dalam negeri. Pihaknya menyadari bahwa saat ini Indonesia masih mengalami risiko perekonomian dan keuangan akibat perang Rusia dan Ukraina.

“ Berbagai dampak tren kenaikan inflasi menjaga kebijakan moneter global serta melonjakkan komunitas lonjakan harga komoditas di satu sisi akan meningkatkan penerimaan negara. Tetapi kita harus mewaspadai lonjakan harga minyak mentah internasional karena akan berdampak pada meningkatnya subsidi BBM di dalam negeri,” jelasnya.

Fauzi Amro menerangkan dengan target pertumbuhan ekonomi yang diusulkan pemerintah yaitu sebesar 5,3 persen hingga 5,9 persen, menurut pandangan fraksi Nasdem itu terlalu optimis yang didasari pada tren perlambatan pertumbuhan mitra dagang utama Indonesia yaitu China dan Amerika.

“ Perlambatan ekonomi tersebut tentu menjadi ancaman serius bagi ekonomi Indonesia mengingat besarnya nilai transaksi ekonomi dari kedua negara,” terangnya.

Partai Nasdem mempertanyakan mitigasi risiko yang akan diambil pemerintah mengingat besarnya porsi subsidi kompensasi energi dan dalam APBN. Menurutnya pandemi yang menandai keberhasilan serta mengimbau pemerintah untuk secepatnya melakukan normalisasi lapangan kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan baru sebagai fokus kebijakan ekonomi pembangunan.

“ Fraksi Partai Nasdem mendukung kebijakan belanja negara berupa penguatan kualitas belanja dan meningkatnya efektivitas program peningkatan sosial,” tambahnya.