Ekonomi

Foundry USA Jadi Penambang Bitcoin Terbesar Kedua Dunia

Dalam beberapa tahun terakhir, nilai mata uang kripto terus mengalami peningkatan secara perlahan


Foundry USA Jadi Penambang Bitcoin Terbesar Kedua Dunia
Ilustrasi Bitcoin (Pixabay)

AKURAT.CO Dalam beberapa tahun terakhir, nilai mata uang kripto terus mengalami peningkatan secara perlahan. Tak heran jika kini mulai banyak orang yang memilih untuk memiliki aset berupa mata uang digital ini.

Bahkan, salah satu negara di Amerika Tengah, El Salvador telah meresmikan penggunaan mata uang bitcoin sebagai salah satu alat transaksi di negara tersebut. Kehadiran mata uang kripto yakni Bitcoin cs memang masih menjadi polemik sekaligus hal menarik karena kian diminati.

Terlebih Bitcoin yang memang masih terbilang merajai perdagangan aset kripto di dunia. Di tengah bermunculannya koin-koin kripto lain.

Penyedia layanan penambangan kripto yang berbasis di New York, Foundry USA, memimpin untuk menjadi kumpulan penambangan Bitcoin (BTC) terbesar kedua di dunia setelah mengambil 15,42% pangsa jaringan. Data dari BTC.com menunjukkan bahwa Foundry USA milik Digital Currency Group berdiri di belakang pemimpin AntPool dengan tingkat hash hanya 4.000 PH/s, yang berkontribusi pada pangsa jaringan 17,76% pada saat penulisan, Senin (22/11).

Peningkatan partisipasi entitas Amerika dapat dikaitkan dengan larangan menyeluruh China baru-baru ini pada perdagangan kripto dan aktivitas penambangan. Larangan tersebut memaksa migrasi besar-besaran penambang Bitcoin lokal, yang sekarang tinggal di yurisdiksi ramah kripto termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan Kazakhstan.

Dari lima kumpulan penambangan teratas dalam hal distribusi tingkat hash, Foundry USA mendapatkan imbalan penambangan rata-rata tertinggi sebesar 0,09418116 BTC (hampir 5.500 dolar) per blok.

Menurut VP Foundry USA, Kevin Zhang, "Kami mendistribusikan kembali hadiah blok kepada para penambang melalui skema pembayaran Full-Pay-Per-Share (FPPS), dan biaya pool kami sebenarnya 0%.

" Bisnis Amerika juga mengambil kelemahan China dalam hal distribusi ATM kripto, melansir warta ekonomi.

Data Coin ATM Radar menunjukkan bahwa Depot Bitcoin yang berbasis di Georgia telah melampaui rekan-rekan China-nya untuk menjadi operator ATM kripto terbesar di dunia. Yang cukup menarik, mayoritas operator ATM kripto dijalankan oleh perusahaan-perusahaan Amerika, sebuah tren yang lebih menonjol setelah larangan proaktif China terhadap aktivitas kripto.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.