image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

FOTO ESAI Jamu Kuat, Hidup Sehat

Abdul Aziz Prastowo

Image

Menik (45) saat berjualan jamu gendong di kawasan Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Pagi itu, waktu menunjukkan pukul 6.30 WIB. Bude Menik panggilan akrabnya, sedang bersiap-siap memasukkan botol-botol kaca ke dalam keranjang untuk bersiap berkeliling berjualan jamu gendong di kawasan Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Suara yang sayup-sayup terdengar sangat tak asing di telinga bagi warga sekitar. Ia memanggil-manggil, “jamune Bu, jamune,” sembari melepas tali selendang dan menaruh bakul yang digendongnya.

Menik saat melayani pembeli jamu. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Menik saat melayani pembeli jamu. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Pekerjaan yang sudah dilakoninya sejak puluhan tahun ini menjadi langganan para warga di Petukangan Utara untuk membeli jamunya. “Biasanya saya keliling dari pagi banget, ya karena yang beli rata-rata sudah pada langganan, ntar paling jam 9-an juga udah habis”, ujar wanita 45 tahun ini.

Keberadaan Bude Menik dan Mbok-mbok jamu yang lainnya ternyata masih ada tetap menggendong bakul jamu karena merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang perlu dilestarikan. Tidak salah kiranya jika menganggap bahwa jamu gendong adalah local wisdom Indonesia.

Jakarta sebagai kota megapolitan yang kaya akan kemajemukan sosial budayanya masih menyimpan warisan jamu gendong yang setia menyusuri sudut jalanan ibu kota ini. 

Menik saat berjualan jamu gendong. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Menik saat melayani pembeli jamu. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Kalo saya belajar buat jamu dari Bude saya. Dulu waktu muda kan saya kerja di pabrik sepatu, Tangerang. Nggak lama terus saya keluar, lalu diajarin buat jamu sama Bude yang udah lebih dulu jualan jamu di sini (Petukangan Utara)”, tambah wanita asal Wonogiri ini.

Bisa dibilang, minuman khas tradisional asli Indonesia adalah jamu. Sejarahnya, jamu konon mulai dibuat sekitar tahun 1300 dari zaman Kerajaan Mataram. Namun sumber lain menjelaskan bahwa jamu bahkan sudah ada sejak 722 Masehi di masa kerajaan Hindu-Budha.

Menik saat melayani pembeli jamu. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Kata “jamu” berasal dari dua kata bahasa Jawa kuno yaitu "Djampi" dan "Oesodo." Dilansir dari GoodNews From Indonesia, Djampi berarti penyembuhan memakai ramuan obat dan doa, sedangkan Oesodo berarti kesehatan. Seiring waktu, para dukun dan tabib mulai memperkenalkan istilah jamu yang populer hingga sekarang.

Rempah-rempah

Di balik itu, resep racikan dan ramuan jamu yang merupakan minuman kesehatan tradisional ini mengandung rahasia rempah-rempah. Indonesia sangat dikenal dengan surganya rempah-rempah. Karena hal itu, Belanda pada zaman kolonial datang ke Indonesia untuk mengambil rempah-rempah untuk di jual di pasar Eropa.

Ugi menjajakan rempah-rempah jamu. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Jamu diracik dari beragam rempah dan tanaman yang ada di Indonesia. Mulai dari jahe, kencur, lengkuas, kunyit, daun secang, temulawak, hingga kayu manis. Tak ketinggalan berbagai pelengkap penambah rasa segar atau manis seperti buah asam, jeruk nipis, dan gula Jawa.

Seperti yang dilakukan Ibu Ugi, ia berjualan rempah-rempah jamu di Pasar Pagi Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur. “Saya jualan rempah-rempah kira-kira sudah 30 tahun ini. Dulu belajar rempahnya dikasih tahu sama Ibu saya, ya sama belajar-belajar dikit dari buku juga”, ujar Ibu Ugi.

Ugi menjajakan rempah-rempah jamu. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Rata-rata pembelinya juga yang sudah lama berlangganan. Dari orang tua yang menurunkan ke anaknya untuk membeli rempah-rempah yang dibuat untuk jamu. “Biasanya saya juga kasih tahu ke pembeli bagaimana meraciknya, mengolahnya, hingga berapa kali minumnya”, tambah Ibu Ugi.

Warung Jamu

Selama ini stigma jamu identik dengan hal-hal yang berbau tradisional. Rasanya yang khas rempah-rempah membuat banyak orang khususnya muda-mudi tidak tertarik mengonsumsi jamu. Namun saat ini sudah bermunculan kafe-kafe yang menyediakan jamu sebagai menunya untuk memunculkan daya tarik tersendiri.

Horatius Romuli (kiri) berbincang dengan pelanggan. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Horatius Romuli saat meracik jamu. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Sebut saja Warung Jamu Bukti Mentjos yang terletak di kawasan Salemba Tengah, Jakarta Pusat. Dari luar, penampakan warung jamu ini lebih terlihat seperti coffee shop, walaupun isinya menyajikan minuman jamu tradisional.

Warung Jamu Bukti Mentjos sudah berdiri sejak 1940-an di Singasari, Solo. Kakek-nenek Horatius Romuli yang merupakan generasi ketiga dari warung jamu ini kemudian pindah ke Jakarta pada 1950-an dan membuka warung jamunya.

Etalase jamu di Warung Jamu Bukti Mentjos. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

"Dulu ada tetangga Nenek saya yang anaknya diare terus dibikinin jamu, lalu setelah minum berhenti diarenya. Ada juga yang batuk-batuk, dibuatin jamu, eh sembuh batuknya. Sejak itu namanya menjadi ‘Jamu Bukti’, karena terbukti manjur“ ujar Horatius saat ditemui di warung jamunya.

Warung jamu yang mirip dengan konsep bar ini masih dipertahankan desainnya sejak dulu. Terdapat juga pojok racik khusus untuk Horatius. Ia bisa berbincang-bincang langsung dengan pembeli yang menyampaikan keluhan pada Horatius sambil meracik ramuan jamunya.

Darah Ular Kobra

Ular kobra memang sangat menakutkan bagi banyak orang karena bisanya yang sangat mematikan. Tapi tidak bagi seorang pria bernama Wijaya ini, kobra justru dijadikan sebagai campuran atau ramuan jamu tradisional. Di sisi lain, memang ada sebagian masyarakat yang percaya akan khasiat dari darah ular kobra tersebut.

Wijaya saat memegang ular kobra. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Pekerja saat membakar sate biawak. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Wijaya, pria 75 tahun ini sudah merintis usahanya sejak 1969 di Pasar Lama, Kota Tangerang. Ia menjual berbagai olahan masakan ular dan biawak yang disajikan dengan cara disate atau digoreng. Namun, menu yang menjadi andalannya adalah darah ular kobra.

Keampuhan jamu darah ular kobra menjadi sugesti bagi sebagian orang untuk diyakini berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Di balik itu semua, secara medis tentunya ada dampak bahaya jika minum jamu campuran darah ular kobra tersebut.  

Wijaya meramu darah ular kobra. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Wijaya meramu darah ular kobra. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Dilansir dari Kompas.com bahwa menurut penelitian dari tim Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang telah diterbitkan dalam jurnal Sain Veteriner pada Desember 2015, menyebutkan ada cemaran bakteri Staphylococcus Aureus yang dapat menyebabkan keracunan pada darah segar atau jamu dengan ramuan darah ular kobra Jawa (Naja sputatrix).

Menik saat berjualan jamu gendong. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Eksistensi dan perkembangan jamu sebagai minuman khas Indonesia perlu dilestarikan keberadaannya. Cita rasa tradisional dari rempah-rempah asli Indonesia ini menjadi daya pikat tersendiri karena bebas dari bahan kimia dan tentunya menyehatkan bagi tubuh. []

Foto dan teks: AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Editor: Abdul Aziz Prastowo

berita terkait

Image

News

FOTO Ketua DPD Terima Ketua Kadin Provinsi Se-Indonesia

Image

News

Jamuan Makan Malam Puan Maharani Atas Gelar Kehormatannya Menjadi Doktor HC

Image

News

DPD RI Sambut Positif Penandatanganan Perdagangan dan Investasi Indonesia-Korea Selatan

Image

News

Jokowi Resmikan Monumen Fatmawati Soekarno, DPD RI: Bentuk Ajakan Meneladani Jasa Pahlawan

Image

News

Mewakili DPD RI, Sultan B Najamudin Ajak Negara-Negara Uni Eropa Investasi di Indonesia

Image

News

DPD RI

DPD RI Ajak Uni Eropa Tingkatkan Kerjasama

Image

Gaya Hidup

Usir Tanda Penuaan dengan 5 Bahan Herbal Ini

Image

Gaya Hidup

Manfaat Jamur untuk Penderita Diabetes

Image

Gaya Hidup

Mual hingga Ganggu Pernapasan, Bahaya Makan Roti Berjamur

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Dapat Menyebabkan Komplikasi hingga Kematian, 5 Fakta Penting Penyakit GERD

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit asam lambung tersebut

Image
Gaya Hidup

Cerita Sulis Sugianto, dari Cleaning Service Jadi Instruktur Zumba Profesional

Karir Sulis di dunia Zumba sendiri dimulai dari sebuah hal yang menggelitik.

Image
Gaya Hidup

Solusi Bagi Kamu yang Punyai Masalah Ketiak Hitam

Masalah yang sering dialami oleh kebanyakan orang adalah memiliki ketiak hitam

Image
Gaya Hidup

Intip Kemegahan dan Ankernya Angel Falls, Air Terjun Tertinggi di Dunia

Sebagai air terjun tertinggi di dunia, untuk mencapai puncaknya tentu perlu usaha yang ekstra

Image
Gaya Hidup

Punya Gangguan Tidur? Ketahui Mengapa Kamu Sering Terbangun Tengah Malam

Asupan air putih yang kurang pada siang hari juga berpengaruh pada kualitas tidur seseorang

Image
Gaya Hidup

Pelanggaran Hak Anak di 2019 Capai 4.369 Kasus

Situasi penyelenggaraan perlindungan anak di Indonesia pada tahun lalu dianggap belum membaik.

Image
Gaya Hidup

Jus dan Smoothie dengan Bahan Alami Cegah Penuaan Dini

Ada tiga resep jus dan smoothie anti penunaan dini yang baik dikonsumsi.

Image
Gaya Hidup

Pilih Fokus pada Diri Sendiri, Deretan Zodiak Ini Cenderung Miliki Sedikit Teman

Beberapa zodiak memilih bersama dengan teman terdekatnya dan sulit bagi mereka untuk tetap berhubungan dengan banyak orang

Image
Gaya Hidup

Makan Nasi Dingin Lebih Menyehatkan, Mitos atau Fakta?

Nasi dingin memiliki kandungan pati resisten yang jauh lebih tinggi dibandingkan nasi yang baru dimasak.

Image
Gaya Hidup

Bahaya! Jauhkan Kombinasi Makanan ini Untuk si Kecil

Penting untuk menyadari bahwa tidak semua makanan dapat baik untuk dikonsumsi berbarengan dengan makanan lainnya.

terpopuler

  1. Sejarah Alasan Salat Zuhur dan Asar Suaranya Harus Dipelankan

  2. Hukum Memejamkan Mata Ketika Salat demi Kekhusyukan

  3. 5 Meme Lucu Kekalahan Liverpool dari Atletico, Bikin Haters Seneng

  4. Status Transgender Dibongkar Lucinta Luna, Ini Malapetaka yang Menimpa Keluarga Gebby Vesta

  5. Hapus Foto Suami di Akun Instagram, 5 Fakta Tak Terduga Rumah Tangga Laudya Cynthia Bella

  6. Hukum Menelan Sisa Makanan Saat Salat

  7. Datang ke Pemakaman Ashraf Sinclair, Ini yang Disampaikan Ariel NOAH

  8. Klopp Kecam Perlakuan Pemain Atletico Terhadap Mane

  9. ICW: Kami Pastikan Kasus yang Ditangani KPK pada 2020 Tak Sebanyak Periode Sebelumnya

  10. Kuasai 11 Senjata Api Milik TNI, Polri: Kami Akan Tindak Tegas

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Image
Achmad Fachrudin

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
Ekonomi

Pernah Rugi Rp100 Juta di Usia 18 Tahun, Ini 9 Fakta Menarik Valentina Meiliyana, Pemilik Sepatu Selkius Maxwell

Image
Gaya Hidup

Cerita Sulis Sugianto, dari Cleaning Service Jadi Instruktur Zumba Profesional

Image
News

6 Politisi Tanah Air yang Luncurkan Buku, Fadli Zon Sampai 18 Judul