Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

FOTO ESAI Hingar Bingar Topeng Monyet 

Abdul Aziz Prastowo

Hingar Bingar Topeng Monyet 

Monyet ekor panjang saat beratraksi melakoni topeng monyet | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Menjelang petang ketika matahari sudah mulai malu menampakkan sinarnya, tiga orang pemuda berjalan kaki menyusuri jalanan ibu kota di kawasan perumahan padat penduduk. Dengan membawa beberapa perabotan serta alat musik buatan sendiri, diikuti oleh seekor monyet sedang mengendarai sepeda kecil rakitan. Mereka sedang mencari spot terbaik, mengundang keramaian orang untuk menggelar hiburan ‘Topeng Monyet’ di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sebut saja Iwan (nama samaran) yang merupakan pimpinan dalam kelompok topeng monyet itu. Ia menceritakan bahwa beralih mencari nafkah dengan topeng monyet baru sekitar tiga bulan lalu. Hal itu dilakoninya bersama teman-temannya yang lain karena keterpaksaan untuk kebutuhan ekonomi.

Rombongan topeng monyet. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Monyet ekor panjang saat beratraksi melakoni topeng monyet. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

“Saya dulu sama teman-teman kerja di pabrik daerah Cikarang, terus kena PHK setelah dua tahun kerja disana. Selama sebulan lebih itu nganggur, terus ada yang nawarin untuk kerja cari duit dari topeng monyet. Ya, tanpa pikir panjang walaupun banyak risikonya kami harus melakoninya,” ujar Iwan sambil memegang monyetnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Budi (nama samaran), ia mengaku sebenarnya ingin bekerja yang lebih layak dan punya penghasilan tetap nan halal. “Kadang suka ngeri kalau lagi di jalan, takut ada Satpol PP yang datengin kami. Sebenernya kami tau kalau topeng monyet dilarang, ya mau gimana lagi, saat ini belum ada pilihan pekerjaan lainnya,” tambah Budi.

Rombongan topeng monyet. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Monyet ekor panjang saat beratraksi melakoni topeng monyet. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Menurut pengakuan Iwan, segala macam perabotan yang dibutuhkan dalam topeng monyet seperti perkakas penunjang dan alat-alat musik mereka buat sendiri, kecuali monyetnya. “Kalo monyetnya sih udah ada yang nyetok (jual/sewa), jadi kami tinggal sewa aja dan sudah dilatih segala macem. Ibaratnya kami tau beres aja sih,” ujar Iwan, lelaki berumur 27 tahun ini.

Monyet Ekor Panjang

Monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) merupakan jenis hewan yang digunakan dalam topeng monyet. Hewan ini adalah habitat asli Asia Tenggara. Populasinya yang aman menjadikan monyet ini bukan termasuk hewan yang dilindungi untuk di Indonesia.

Monyet ekor panjang berada di kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Monyet ekor panjang berada di kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Kemampuannya dalam beradaptasi membuat hewan liar ini mampu mengikuti perkembangan manusia. Monyet ekor panjang sering dijadikan peliharaan bahkan untuk hewan pertunjukan seperti topeng monyet, serta sering dimanfaatkan untuk kebutuhan penelitian dalam kedokteran.

Monyet ekor panjang hidup berkelompok dengan anggota antara 5-30-an ekor lebih, dan dalam satu kelompok terdapat 2-5 pejantan. Primata ini mampu hidup dalam beragam ekosistem, umumnya habitatnya berada di daerah pesisir seperti hutan bakau (mangrove), hutan pantai, hutan sungai, dan area dekat perkampungan serta perkebunan.

Monyet ekor panjang berada di kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Monyet ekor panjang berada di kebun binatang Ragunan, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Monyet ekor panjang berada di kebun binatang Ragunan, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Seperti yang terdapat di Suaka Margasatwa Muara Angke, Jakarta Utara. Di alam liarnya monyet ekor panjang hidup berkelompok di tempat yang memiliki luas 25,02 ha ini. Terdapat sekitar 10-an kelompok yang tersebar di kawasan tersebut. Untuk makanannya mengandalkan alam sekitar di Suaka Margasatwa Muara Angke.

Begitu juga keberadaan hewan primata ini di Kebun Binatang Ragunan. Monyet ini tetap hidup berkelompok walaupun di tempat yang terbatas. Namun bedanya makanan dan kesehatan mereka diperhatikan supaya tetap terjaga kualitasnya dan jika sakit perlu adanya proses karantina, untuk mencegah proses penularan ke hewan lainnya.

Monyet ekor panjang diperjualbelikan di pasar hewan Jatinegara, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Monyet ekor panjang diperjualbelikan di pasar hewan Jatinegara, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Namun keberadaan monyet ekor panjang sendiri dimanfaatkan sebagian orang untuk diperjualbelikan secara bebas, hal tersebut banyak dijumpai di pasar hewan, seperti contohnya di pasar hewan Jatinegara, Jakarta Timur.

Beberapa orang penjual primata di pasar hewan ini mengaku bahwa, mereka menjual kadang karena adanya permintaan. Seperti untuk dipelihara atau bahkan digunakan untuk pertunjukan topeng monyet.

Kampanye dan Penindakan

Kampanye untuk membebaskan primata monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) dari jerat pekerjaan topeng monyet terus dilakukan. Seperti yang dikampanyekan Animal Welfare yang bertajuk 'Indonesia Bebas Topeng Monyet 2020', hal itu diharapkan tak ada lagi penggunaan monyet sebagai ladang untuk mencari nafkah.

Monyet ekor panjang saat beratraksi melakoni topeng monyet. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Monyet ekor panjang saat beratraksi melakoni topeng monyet. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Menurut Jakarta Animal Aid Network (JAAN) yang dilansir dari Antara, menyatakan bahwa pelaku usaha topeng monyet harus ditindak tegas. Selain melanggar hukum tentang penyiksaan hewan, atraksi topeng monyet juga melanggar sejumlah peraturan lainnya, termasuk soal pengawasan hewan yang rentan rabies.

Pemerintah sudah membuat langkah tahapan larangan adanya topeng monyet. Tercatat sejak DKI Jakarta dipimpin oleh gubernur Joko Widodo pada 2013 lalu, sudah menyerukan larangan dan penertiban topeng monyet. Larangan dari Jokowi kemudian disusul daerah Jawa Barat pada 30 Maret 2015 untuk larangan dan penertiban pertunjukan topeng monyet dengan Bandung sebagai kota percontohannya.

Monyet ekor panjang berada di kebun binatang Ragunan, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Monyet ekor panjang berada di kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Atraksi topeng monyet, menurut Kepala Divisi Satwa Liar, Jakarta Animal Aid Network (JANN), Zai, telah melanggar KUHP karena dianggap merupakan bentuk eksploitasi dan kekerasan terhadap hewan untuk semata-mata memperoleh keuntungan dari hewan tersebut. "Hukuman pelaku usaha topeng monyet salah satunya itu diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nomor 302 yang mengatur tentang penyiksaan hewan,” tambah Zai.

Dalam proses penertiban topeng monyet, Zai mengatakan akan ada proses rehabilitasi bagi monyet. Sedangkan pelakunya akan diurus oleh Satpol PP untuk kemudian diserahkan ke Dinas Sosial. JAAN pun mendorong seluruh pemerintah provinsi di Indonesia untuk membuat Surat Keputusan yang mengatur pelarangan topeng monyet.

Monyet ekor panjang berada di kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke, Jakarta . AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Monyet ekor panjang saat beratraksi melakoni topeng monyet. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Dilansir dari Antara, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Ahmad Munawir mengatakan hukuman yang terdapat di KUHP Nomor 302 belum diterapkan kepada pelaku usaha topeng monyet. Ia mengungkapkan mayoritas pelaku usaha topeng monyet bukan penduduk asli Jakarta melainkan penduduk dari luar Jakarta.

"Justru kebanyakan para pelakunya ini dibina oleh Dinas Sosial untuk dididik dan mendapatkan pelatihan supaya tidak melakukan atraksi topeng monyet lagi,” tambah Ahmad. []

Foto dan teks: AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Editor: Abdul Aziz Prastowo

berita terkait

Image

News

Selama Memenuhi Syarat, Warga DKI yang Positif Covid-19 Boleh Isolasi Mandiri

Image

News

Kabar Gembira, Hari Ini Pasien Sembuh Covid-19 Jakarta Capai 1.124

Image

News

Rumah Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri Bakal Dipasangi Stiker

Image

News

Wagub Riza: Mohon Maaf Warga yang Rumahnya Kecil Tidak Bisa Isolasi Mandiri

Image

News

Usai Buat Onar, Belasan Remaja Tanggung Cuci Kaki Ibu di Palmerah

Image

News

Mengintip Hotel Isolasi Pasien Covid-19, 9 Kamar Wajib Dikosongkan Untuk Apa?

Image

News

Kisah Office Boy Rumah Sakit Covid-19 Dirundung Rasa Takut

Image

News

Anies Beri 16 Syarat Isolasi Mandiri di Rumah, Salah Satunya Lokasi Harus Bebas Longsor

Image

News

Anies Beri Syarat Pasien Covid-19 Jakarta Jalani Isolasi di Rumah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Beredar Survei SMRC Soal Pilkada Tangsel: Benyamin-Pilar Unggul Jauh dari Kontestan Lain

Survei SMRC pada Bulan Agustus 2020 dimana elektabilitas Benyamin Davnie mencapai 38,8 persen.

Image
News

Terdakwa Investasi Bodong MeMiles Divonis Bebas

Jaksa pikir-pikir ajukan banding

Image
News

4 Tersangka Korupsi Danareksa Sekuritas Akhirnya Diserahkan ke Kejari Jakpus

Keempatnya akan segera menjalani persidangan

Image
News

Selama Memenuhi Syarat, Warga DKI yang Positif Covid-19 Boleh Isolasi Mandiri

Tapi tetap harus ikut aturan

Image
News

Alvin Lim: Polisi Tak Berdaya Hadapi Tersangka Tjhin Arifin Chandra

Advokat Alvin Lim meminta atensi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana untuk segera menangkap dan menahan Tjhin Arifin

Image
News

Presiden Prancis Tegaskan Situasi di Nagorno-Karabakh Serius

Macron membahas perang ini dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui panggilan telepon

Image
News

Soal Insiden di Kalibata, Pangdam Jaya: Kami Tegas Karena Ini Perintah Atasan

Jenderal Purn Gatot Nurmantyo bersama purnawirawan lainnya dibubarkan saat akan melakukan ziarah di TMP Kalibata

Image
News

Jaksa Sebut Eksepsi Pengacara JRX Tidak Berdasar

Jaksa berdalih bahwa dakwaan sudah disusun dengan cermat

Image
News
Wabah Corona

Viral Video Waterpark Dipenuhi Pengunjung, Warganet: Nggak Bakalan Selesai Pandemi Ini

Peristiwa tersebut terjadi di Hairos Waterpark, Medan

Image
News

Bulan Ini, KRL Yogyakarta-Klaten Bakal Diuji Coba

Pengoperasiannya diharapkan akan menghidupkan kembali stasiun-stasiun yang telah lama mati

terpopuler

  1. Saat Joe Biden dan Istri Pelukan Usai Debat, Donald Trump Justru Lakukan ini

  2. Di Acara Mata Najwa, Gibran Tidak Mewajibkan Masyarakat Solo untuk Memilih Dirinya

  3. 7 Potret Kenangan Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam Peristiwa G30S/PKI

  4. Said Didu: Smelter China Gunakan Sistem Penalti Biar Harga Beli Turun dan Rugikan Negara

  5. 5 Fakta Menarik DN Aidit, Jadi Loper Koran hingga Dikenal Dekat dengan Presiden Soekarno

  6. 5 Fakta Penting Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ikut Tumpas G30S PKI

  7. 5 Fakta Menarik Presiden Iran Hassan Rouhani, Kerap Dipenjara Selama Rezim Shah

  8. Bobby Nasution: Tidak Ada Rapat di Keluarga Presiden Sebelum Penentuan Calon

  9. Buruh Ancam Mogok Kerja Nasional, Begini Kata Apindo

  10. Bayari Rp180 Ribu untuk Pelanggan yang Lupa Bawa Dompet, Kasir di AS Dapat Balasan Rp290 Juta

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Potret Iriana Tatap Mesra Presiden Jokowi Ini Bikin Melting Parah

Image
News

5 Fakta Penting Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ikut Tumpas G30S PKI

Image
News

5 Momen Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Tangkap Hasil Laut, Seru Banget!