Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

FOTO ESAI Pewaris Hidup Ondel-ondel

Abdul Aziz Prastowo

Pewaris Hidup Ondel-ondel

Udin berpose di dalam ondel-ondel saat ditemui di kawasan Kramat Pulo, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020) | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Iringan musik mengalun kencang dari pengeras suara berbunyi sember yang didorong dengan gerobak speaker kecil. Didepannya tampak ondel-ondel yang sedang menari mengikuti alunan musiknya, menggerakkan boneka besar itu ke kanan dan ke kiri.

Diikuti pula oleh seorang anak yang membawa kaleng bekas cat untuk digunakan sebagai kotak uang. Siang yang begitu terik tak hiraukan rombongan ondel-ondel tersebut mengais rezeki menyusuri jalan-jalan sudut ibu kota dan menantang kesemrawatan kemacetannya.

Kemunculan ondel-ondel pertama kali sudah ada di Batavia sejak abad ke-16. Dilansir dari idntimes, Budayawan Betawi Ahmad Suaip alias Davi Kemayoran mengatakan ondel-ondel dahulu sebutannya adalah boneka raksasa. Seperti yang ditulis W Scott dalam bukunya, jika boneka raksasa tersebut diarak keliling kampung dengan bentuk yang mirip seperti ondel-ondel yang kita kenal sekarang.

Dalam perkembangannya pada tahun 1900-an, ondel-ondel cenderung dikenal dengan istilah barongan. Nama barongan diistilahkan dengan sesuatu hal yang menyeramkan seperti mata yang sangar, muka merah, dan kumis melintang.

Warga melintasi ondel-ondel yang dipajang di kawasan Kramat Pulo, Jakarta Pusat. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Pengamen ondel-ondel beraksi di kawasan Kramat Pulo, Jakarta Pusat. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Nama barongan perlahan pun akhirnya mulai tergeser dan mulai dikenal masyarakat luas sejak adanya lagu ‘Ondel-ondel’ yang dipopulerkan oleh penyanyi sekaligus aktor Benyamin Sueb pada 1971. Lagu tersebut liriknya menceritakan tentang tingkah polah dari boneka raksasa khas Betawi itu.

Ondel-ondel menjadi populer bagi penduduk Jakarta, terutama bagi masyarakat Betawi. Boneka setinggi 2,5 dengan lingkar tubuh 80 cm itu sudah menjadi bagian dari budaya, bahkan ikon bagi kota Jakarta.

Karakter yang khas membuat ondel-ondel begitu mudah dikenal. Rangka tubuh ondel-ondel dibuat dari bambu, badannya dibuat lebar supaya memberikan ruang bagi pemain untuk mengangkat dan menggerakkan dengan lebih mudah. Wajahnya yang biasa disebut dengan kedok, dihias sebegitu rupa untuk membedakan ondel-ondel pria dan wanita.

Menurut laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan, ondel-ondel mulanya berfungsi sebagai penolak bala atau gangguan roh halus yang gentayangan. Namun kini, ondel-ondel biasanya digunakan untuk menambah semarak pesta rakyat, acara peresmian, atau penyambutan tamu terhormat.

Warga membawa ondel-ondel di kawasan Kramat Pulo, Jakarta Pusat. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Warga melintasi ondel-ondel yang sedang diperbaiki di kawasan Kramat Pulo, Jakarta Pusat. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Berbicara tentang ondel-ondel, tentunya tak elok tanpa menyambangi kampung ondel-ondel di Jakarta. Di area padat penduduk kawasan Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat itu, terdapat beberapa sanggar budaya Betawi yang menyewakan kegiatan mengamen menggunakan ondel-ondel.

Salah satunya adalah Sanggar Seni Betawi Mamit Cs yang didirikan pada 1985 dan kini dipimpin Abdul Halif bersama kedua saudara kandungnya. Halif mengambil alih sanggar itu karena ayahnya, Abdul Hamit bin Mas’ud, meninggal dunia tahun 2017.

Sejak kecil, Halif sering ikut ayahnya Babe Mamit sapaan akrabnya untuk menampilkan kesenian ondel-ondel di berbagai tempat di Jakarta. “Awalnya ane (saya) nggak mau meneruskan usaha ondel-ondel dari Babe ini. Ya karena terkenang beberapa pengalaman, jadi ane meneruskan bersama saudara saya,” ujar Halif saat ditemui sambil memperbaiki ondel-ondel yang rusak.

Koleksi ondel-ondel milik Sanggar Respal di kawasan Kramat Pulo, Jakarta Pusat. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Pekerja memperbaiki ondel-ondel milik Sanggar Mamit Cs di kawasan Kramat Pulo, Jakarta Pusat. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Selain itu, ada juga Sanggar Seni Betawi Respal. Sanggar yang didirikan tahun 2011 ini dipimpin oleh Bang Agus sapaan akrabnya. Pengelolanya yang bernama Yusuf menceritakan bahwa sanggar ini tidak hanya menyewakan ondel-ondel untuk mengamen saja, tapi juga sudah bekerjasama ke beberapa instansi pemerintahan dan pihak swasta.

“Ya kita sih pengennya melestarikan budaya Betawi ye, dengan ondel-ondel ini mudah-mudahan orang makin banyak tau, selain itu juga bisa jadi mata pencaharian juga,” pungkas Yusuf, pria berusia 31 tahun ini.

Pengamen sedang menggunakan ondel-ondel. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Ondel-ondel diangkut menggunakan bajaj. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Sanggar Respal memilliki 20 ondel-ondel yang punya perbedaan kegunaan sesuai kebutuhannya. “Kalo dipakai buat ngamen yang disawer di jalanan, bonekanya sih biasa aja. Tapi kalo yang buat di acara-acara, harus didandanin biar keren,” tambah Yusuf.

Yusuf mengaku belakangan ini mereka memang lebih banyak tampil mengamen di jalanan. Padahal, mengamen dengan ondel-ondel dulunya berarti tampil pentas seni atau mengisi acara dalam upacara pernikahan, khitanan atau kegiatan di instansi pemerintahan atau swasta.

“Kalo menurut ane sih, permainan ondel-ondel ini ya sudah dari dulunya hidup berkembang di jalan-jalan. Kalo kagak ada ondel-ondel ngamen keliling di jalanan kayak sekarang ini, ya ondel-ondel mungkin kagak bisa lebih dikenal sama banyak orang-orang,” ucap Yusuf.  

Polemik Ondel-ondel

Para pengamen ondel-ondel di jalanan kini menuai polemik di ruang publik. Menurut Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria kegiatan mengamen itu dianggap meresahkan, ia mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta merevisi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.

Pengamen ondel-ondel beraksi di kawasan Kebon Melati, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Warga memberikan uang kepada pengamen ondel-ondel. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Revisi diusulkan Iman didorong kegelisahan akan eksploitasi budaya Betawi yang menyalahi tradisi awalnya. Salah satunya ialah terkait penggunaan ondel-ondel sebagai alat mengamen dan meminta-minta.

Dikutip dari alinea, Iman berpandangan bahwa perbaikan aturan Perda itu setidaknya akan dapat mengakomodasi larangan mengamen ondel-ondel di jalanan. Dengan begitu, dia berharap, ada sanksi yang diterapkan bagi pengamen ondel-ondel yang membandel.  

Sopir bajaj bersiap membawa ondel-ondel. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Pengamen ondel-ondel beraksi di kawasan Kebon Melati, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Menanggapi hal tersebut Yusuf selaku pengelola Sanggar Seni Betawi Respal pun berharap ada solusi bagi mereka yang mencari uang dan hidup dari pengamen ondel-ondel ini. “Kita pengennya juga ada solusi dari pihak terkait, jadi yang punya sanggar-sanggar ini dikasih wadah lah untuk mereka tampil secara rutin.”

“Jangan seperti beberapa hari lalu, baru wacana pelarangan, eh udah ada yang digaruk (ditertibkan). Gerobak speaker ane ditahan waktu lagi pada ngamen, untung ondel-ondelnya nggak ikutan diangkut juga,” tambah Yusuf.

Penyelesaian Polemik

Pemerintah Provonsi (Pemprov) DKI Jakarta telah merancang sejumlah solusi untuk menertibkan pengamen ondel-ondel. Menurut Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Imam Hadi Purnomo mengatakan penertiban akan diupayakan sejalan dengan upaya pelestarian budaya Betawi.

Imam mengatakan, untuk menyusun solusi yang tepat, pemerintah sudah menggelar pertemuan dengan sejumlah pengurus sanggar budaya Betawi di Jakarta. Dalam pertemuan itu, perwakilan organisasi masyarakat dan aparat Satuan Polisi Pamong Praja juga turut hadir.

Subhan (21) sedang merias ondel-ondel. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Pengamen ondel-ondel beraksi di kawasan Kebon Melati, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Dia menjelaskan, ada dua kesepakatan yang akan dijalankan oleh Pemprov terkait penertiban kesenian ondel-ondel. Pertama, pendataan sanggar ondel-ondel oleh Pemprov DKI Jakarta.

Selain itu, Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta merencanakan lokasi-lokasi yang relevan sebagai tempat alternatif pertunjukan ondel-ondel, semisal mal, tempat wisata dan menggandeng juga pelaku-pelaku usaha.

Dimas (29) menyiapkan gerobak speaker ondel-ondel. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Warga merias ondel-ondel di kawasan Kramat Pulo, Jakarta Pusat. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Seperti yang diutarakan Dimas (29) dan Subhan (21), mereka sudah hampir 3 tahun ini melakoni ngamen ondel-ondel di jalanan. “Saya terus terang sudah bergantung hidup dari mengamen dengan ondel-ondel ini. Daripada saya kerja sembarangan, mendingan begini, kerjaan halal bisa ngidupin anak istri juga pastinya,” ucap Dimas sembari merapihkan gerobak speaker.

Mereka berharap juga untuk diberikan ruang khusus supaya masih tetap bisa mencari nafkah. “Ya kalo cuma ditertibkan terus-terusan, tapi bagi kita nggak dikasih solusinya. Ondel-ondel yang katanya ikon Jakarta mau dikemanain?” tambah Dimas. []

Foto dan teks: AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Editor: Abdul Aziz Prastowo

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Wagub Riza Minta Warga Lestarikan Tradisi Hantaran Rantang Saat Lebaran

Image

News

Ramadan 1441 H

Sejarah Nyorog, Tradisi Orang Betawi Sebelum Ramadan

Image

Gaya Hidup

Wignyo Rahadi Bawa Potret Jakarta dalam Batik Betawi Bertema Kleurrijk de Batavia

Image

Gaya Hidup

Jadi Makanan Betawi yang Langka, Sayur Babanci Ternyata Punya Manfaat Kesehatan

Image

News

Wali Kota Depok Larang Pengamen Ondel-ondel Beroperasi di Jalanan

Image

Hiburan

Keprihatinan Komedian Kubil Melihat Kesenian Betawi Makin Terpinggirkan

Image

Gaya Hidup

Resep Membuat Olahan Sayur Babanci Betawi yang Sudah Lama Menghilang

Image

Gaya Hidup

Mulai Langka, Sayur Babanci Khas Betawi ada di 'Dapur Kurban 2019'

Image

News

Anies : Tidak Boleh Kita Merasa Orang Asing di Tanah Kita Sendiri

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
DPR RI

Misbakhun Dorong Bea Cukai Sikat Forwarder Nakal di Bisnis Lobster

Dia menduga, tindakan forwarding khusus ekspor BBL ini dimonopoli oleh satu orang sehingga berpotensi melakukan fraud.

Image
News
Pilkada 2020

Jokowi Dituding Buat Putusan Sendiri Soal Pilkada, Rustam: Persepsinya Salah!

Banyak pihak yang kecewa dan menyayangkan pernyataan Presiden Joko Widodo dalam pelaksanaan Pilkada 2020.

Image
News
Pilkada 2020

Said Didu Siap Jadi Moderator Perdebatan Jansen Sitindaon dan Sandiaga Uno

Jansen merasa biasa saja dalam hal tersebut. Sebab keduanya kini berada di posisi yang sama.

Image
News

Ini Kata PSI Soal Polemik RUU Ketahanan Keluarga

Dibutuhkan dasar hukum ketahanan keluarga yang berpihak pada kepentingan dan memberikan perlindungan terhadap seluruh keluarga.

Image
News

BMKG: Bogor Bakal Diguyur Hujan Lebat Lokal Disertai Angin Kencang

Pada masa peralihan musim ini, perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem.

Image
News
DPR RI

DPR Setujui Pagu Anggaran untuk Kementerian KKP Sebesar Rp6,65 Triliun

Komisi IV DPR RI juga mendorong KKP untuk melakukan evaluasi kegiatan pendanaannya yang berasal dari pinjaman luar negeri 2021-2024.

Image
News

Yuk Cek Prakiraan Cuaca Kota Jakarta Sepanjang Hari ini

Enam wilayah DKI Jakarta akan cerah dan cerah berawan hingga malam hari.

Image
News
Pilkada 2020

Jansen Tak Segan Berdebat dengan Mantan Cawapres di Pilwalkot Medan

Jansen Sitindaon tak sabar jika harus berdebat dengan Sandiaga Uno dalam Pilkada 2020 serentak.

Image
News

Uji Formil oleh Din Syamsuddin Cs Sudah Lewat Batas Waktu

Hal ini masih dibicarakan oleh para hakim MK

Image
News

MK Sorot Permohonan Uji Materi Perppu Covid-19 oleh Din Syamsuddin Cs

Pasal-pasal yang diajukan oleh para pemohon sebagian besar sama, termasuk subjek dari permohonan itu

terpopuler

  1. Kwik Kian Gie Kutip Pernyataan UAS Soal Penanganan Covid-19

  2. Baca Doa ini Agar Terhindar dari Virus Seperti Covid 19

  3. Sindir KAMI, Ferdinand: Desak Pemerintah Tunda Pilkada, tapi Ormas Ini Selalu Buat Kerumunan

  4. Bocoran dari Sayyidah Aisyah, ini Kebiasaan Nabi di Malam Hari

  5. 5 Meme Kocak Timbangan ini Dijamin Bikin Nyengir

  6. Rustam Ibrahim: Pilkada Minta Ditunda, Tapi Acara Deklarasi Dibiarkan

  7. Junimart Girsang: Pesta Demokrasi Tidak Boleh Ditunda Hanya Karena Covid-19

  8. Ruhut: Tolong Jangan Ngeyel, Virus Corona Itu Memang Ada

  9. 5 Fakta Lika Liku Hidup Benyamin Sueb, dari Pengamen hingga Raih Piala Citra

  10. Hukum Menahan Kentut saat Salat

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Image
Khalifah Al Kays Yusuf dan Tim Riset ALSA

Dampak Kebijakan PSBB Terhadap Hak Pekerja

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit

Pandemi COVID-19 dan Bencana Ekologis Planet Bumi

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Dilema Mayoritas-Minoritas dalam Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Pesona Mutiara Annisa Baswedan dengan Rambut Pendek, Lebih Fresh!

Image
News

5 Potret Pramono Anung saat Bersepeda, Capai Puluhan Kilometer!

Image
News

5 Potret Annisa Yudhoyono saat Berhijab, Pesonanya Terpancar!