image
Login / Sign Up

Menlu Retno Diminta Tinjau Ulang Hubungan dengan China

Muslimin

100 Hari Jokowi-Ma'ruf Amin

Image

Menteri Luar Negri Retno Marsudi memberikan pidatonya dalam pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020). Rapat kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) ini diikuti 131 Dubes dan para pejabat eselon 1. Raker ini masih akan berlangsung hingga 11 Januari 2020 mendatang. Dalam Raker dibahas mengenai penguatan diplomasi ekonomi, penguatan peran dan kontribusi Indonesia di dunia hingga penguatan infrastruktur Indonesia di luar negeri.  | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Selama 100 hari kerja, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P Marsudi, dinilai menghadapi tantangan tersendiri dalam menjalankan kebijakan politik luar negeri. Menlu Retno mengeluarkan kebijakan 4+1 untuk politik luar negeri Indonesia periode 2019-2024.

Lima kebijakan itu yakni penguatan Diplomasi Ekonomi, Diplomasi Perlindungan, Diplomasi Kedaulatan dan Kebangsaan, Meningkatkan Kontribusi dan Kepemimpinan Indonesia di kawasan dan dunia, Kemlu RI memiliki infrastruktur diplomasi yang kuat.

Pengamat Politik Hubungan Internasional, Arya Sandhiyudha, mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi Menlu Retno selama 100 hari ini adalah diplomasi ekonomi dan diplomasi kedaulatan dan kebangsaan khususnya dengan China. Diplomasi ekonomi Indonesia tidak bisa diterapkan secara efektif. Misalnya tentang the belt and road initiative dengan Pemerintah China.

baca juga:

Di sisi lain, menurut Arya, Indonesia ingin meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, tetapi pada sisi yang lain, Indonesia dan negara Tirai Bambu itu menghadapi masalah, yakni soal Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna Utara.

"Ternyata disitu ada permasalahan dengan China dalam hal sengketa yang terkait dengan agenda Kemlu yang lain yaitu masalah perbatasan terkait dengan hak berdaulat di ZEE di Natuna," ungkapnya kepada AKURAT.CO, Jakarta, Minggu (2/2/2020).

Adanya persoalan di Natuna itu menunjukkan hubungan Indonesia dan China tidak hanya sekadar persoalan ekonomi semata, tapi juga tentang hak berdaulat.

Oleh karena itu, Arya perpendapat bahwa Menlu Retno harus meninjau ulang politik luar negerinya dengan China. Sebab, persoalan di Laut Natuna tidak bisa dianggap remeh. Yang harus dilakukan oleh Indonesia khususnya di kawasan adalah mempersatukan negara-negara di kawasan yang bersengketa dengan China khususnya di Laut China Selatan (LCS).

"Jadi harus ada perumusan ulang kebijakan luar negeri terkait dengan China, misalnya mulai memikirkan agenda tentang bagaimana membangun koalisi besar negara-negara untuk diplomasi hukum internasional yang itu banyak terkait dengan Natuna tapi juga banyak terkait dengan hak berdaulat dan kedaulatan wilayah negara lain di Laut China Selatan yang bersengketa dengan China," ujarnya.

Lebih lanjut, Arya menjelaskan, Indonesia juga perlu memanfaatkan keanggotaannya di organisasi internasional seperti PBB untuk kepentingan dalam negeri. Indonesia harus menjalin komunikasi dan kerja sama yang kuat dengan negara besar di kawasan seperti Australia, Jepang, Korea Selatan dan India. Hal itu dilakukan guna menghadapi dan mengimbangi aktivitas China di LCS.

"Jadi ternyata memang banyak dinamika lain dalam 4 plus 1 ini tidak bisa dijalani, tidak bisa hanya dijalani sesuai dengan rencana awal karena dinamika ini cukup besar dan ini menurut saya hal yang normal karena Kementerian Luar Negeri memang harus lebih luas fleksibel karena lingkungan strategisnya lebih luas yang dihadapi yaitu lingkungan regional dan global dan menurut saya selain penekanan diplomasi yang 4 plus 1 itu memang suasana yang berbasis hukum internasional," ungkapnya.

Selain persoalan di Natuna, Arya meminta agar Menlu Retno juga harus meninjau kembali kebijakan terkait bebas visa dengan China menyusul adanya virus Corona yang dari hari ke hari korbannya semakin meningkat.

Menlu Retno diminta untuk memikirkan kebijakan dan Diplomasi Public Health menghadapi global pandemik saat ini. Diplomasi Public Health harus dikuatkan sebab WHO saat ini telah menetapkan darurat kesehatan global dengan munculnya virus Corona di Wuhan, China, yang dari hari ke hari korbannya makin meningkat.

"Jadi terhadap ini kita juga harus menata dan memikirkan ulang diplomasi terkait public health atau kesehatan publik itu seperti apa, karena terkait dengan global pandemik," ujar Arya.

Arya menambahkan bahwa tidak hanya kebijakan bebas visa dengan China yang ditinjau ulang, akan tetapi dengan negara yang mengancam kedaulatan NKRI seperti Vanuatu juga perlu dikaji kembali.

"Jadi ada negara-negara yang diberikan tapi tidak efektif untuk angka pariwisatanya kemudian ada diberikan bebas visa kunjungan malah justru ada permasalahan atau ada negara terang-terangan yang selalu mengganggu kepentingan nasional kita terkait kedaulatan NKRI soal papua, Vanuatu menurut saya harus segera dicabut," katanya.

"Kemudian China ini harus dihitung ulang terkait untung ruginya, tentunya tidak mudah bagi Bu Menlu, tapi saya yakin Bu Menlu bisa melanjutkan setelah 100 hari yang sangat dinamis ini," ungkap Arya menambahkan.[]

Editor: Deni Muhtarudin

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Pengemudi Ojek Online dan Petugas Kesehatan Dapat Bantuan dari PT Sido Muncul

Image

News

Wabah Corona

Eh, Pasar Tanah Abang Nggak Jadi Dibuka Besok karena Seruan Anies Baswedan untuk Lakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Image

Olahraga

Olipiade Tokyo 2020

Penundaan Olimpiade Bisa Beri Keuntungan Bagi Tim Sepeda Inggris

Image

Video

Wabah Corona

VIDEO Physical Distancing di Pasar Swalayan Ciputat

Image

News

Wabah Corona

Setelah Ditutup karena Wabah Corona, Pasar Tanah Abang Dibuka Lagi Mulai Besok

Image

Olahraga

Wayne Rooney

Rooney Anggap Pemain "Dikambinghitamkan" untuk Tanggung Dampak Corona

Image

Iptek

Wabah Corona

Kemenperin Dorong Industri Otomotif Produksi Ventilator

Image

Iptek

Wabah Corona

Cara Aman dari Trojan Perbankan Ginp yang Manfaatkan Isu Virus Corona

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Kebijakan Pemerintah Tangani Corona, Jadi Sentimen Negatif Pasar Keuangan Indonesia?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Eh, Pasar Tanah Abang Nggak Jadi Dibuka Besok karena Seruan Anies Baswedan untuk Lakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Atas dasar tersebut, pengumuman terkait pembukaan Pasar Tanah Abang pun akan diralat oleh Pasar Jaya di kanal- kanal medsos.

Image
News

Komisi III DPR Minta Menkumham Dengarkan Aspirasi Rakyat Terkait Revisi PP No 99/2012

Image
News
Wabah Corona

Setelah Ditutup karena Wabah Corona, Pasar Tanah Abang Dibuka Lagi Mulai Besok

Informasi ini disampaikan manajemen pasar melalui Instagram @perumdapasarjaya.

Image
News
Wabah Corona

Wanita Hamil Jadi PDP Corona yang Meninggal Dunia Sempat Live FB dan Keluhkan Sesak

Sejumlah daerah memang tak siap hadapi kasus ini.

Image
News
Wabah Corona

Gelar Aksi Solidaritas, PMII Ciputat Bagikan 1.000 Hand Sanitizer dan Sembako

“Mari bersatu melawan Corona, karena ini adalah tugas kita semua, tugas kita bersama“

Image
News

Ketika Aisyah Ceritakan Kebiasaan Nabi saw yang Sering Menangis di Malam Hari

Aisyah istri Rasulullah merupakan sosok perempuan yang sangat dekat dengan Nabi Muhammad saw.

Image
News
Wabah Corona

Politisi Gerindra: Kalau Mau Wajibkan Warga Pakai Masker, Pastikan Dulu Maskernya Ada

Kami susah sekali mau beli masker sejak beberapa hari ini.

Image
News
Wabah Corona

Polda Metro Kerahkan Pasukan Jaga Pemakaman Korban Covid-19: Sekali Lagi, Jenazah yang Sudah Dikubur Tak Menularkan Virus

"Sekali lagi, jenazah yang sudah dikubur tidak menularkan virus," kata Umi.

Image
News
Wabah Corona

Pembatasan Sosial Berskala Besar Tak Sepenuhnya Batasi Seluruh Kegiatan Masyarakat

PSBB sejatinya berbeda dengan karantina wilayah (lockdown), di mana masyarakat tidak diperkenankan untuk beraktivitas di luar.

Image
News
Wabah Corona

Pakar: Cairan Disinfektan Tak Boleh Disemprotkan Langsung ke Tubuh

Kemenkes menganjurkan disinfektan lebih baik digunakan untuk bahan campuran mencuci baju usai berpergian.

terpopuler

  1. Said Didu Vs Menteri Luhut, Politikus NasDem: Ngapain Main Ancam?

  2. Said Didu Diancam Luhut, Politisi PAN: Sabar Bro, Anda Pasti Telah Diincar Banyak Pihak

  3. Gantung Mi Instan di Pintu Gerbang, Deretan Momen Indah Saling Berbagi Warga RI di Tengah Pandemi Corona

  4. Ustaz Hilmi: Ketika Kritik Dianggap Menghina, Mau Dibawa Kemana Bangsa ini?

  5. Refly Harun: Seorang Pejabat Negara Harusnya Tidak Marah Kalau Dikritik

  6. Pengusaha Muda Puji Anies: Cara Gubernur Membuat Warganya Tenang dan Tidak Panik

  7. Ungkap Sosok Said Didu, Fadli Zon: Orangnya Punya Idealisme dan Integritas

  8. Luhut Ancam Pidanakan Said Didu, Pengamat: Jadi Penguasa Tak Boleh Baper

  9. Trending di YouTube, 5 Fakta Menarik Lagu 'Virus Corona' Ciptaan Rhoma Irama

  10. Brad Pitt Ungkap Status Hubungannya dengan Alia Shawkat kepada Jennifer Aniston

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Image
Achsanul Qosasi

Corona, Subsistensi dan Kredit

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Istri Wakil Bupati Luwu Timur, Anny Ali

Image
News

Siapkan Akomodasi Bagi Tim Medis, 8 Potret Wali Kota Bandung Turun Langsung Perangi Virus Corona

Image
News

Sister Goals! 8 Potret Najwa Shihab Bersama Kakak dan Adik Perempuannya