image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Dilecehkan Lelaki Brengsek di Transportasi Publik: Gue Panik, Kesal, Nangis, Sampai Nggak Bisa Jalan

Maidian Reviani

Stop Pelecehan Seksual

Image

Ilustrasi - Pelecehan Seksual | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO, Kami mengangkat isu pelecehan seksual di ruang publik dalam edisi kali ini.

Terutama pelecehan yang terjadi di moda transportasi publik, ternyata keadaannya masih memprihatinkan. Menurut hasil penelitian, jumlah kasus yang terjadi di sektor ini terbanyak kedua setelah di jalanan.

Betapa mengerikan pengalaman yang dirasakan oleh perempuan-perempuan pekerja yang menjadi korban predator seksual di tempat umum. Kisahnya kami sajikan pada laporan bagian pertama.

baca juga:

Pada laporan bagian kedua dan seterusnya, secara berturut-turut kami sajikan data dari hasil jajak pendapat tentang pelecehan seksual di tempat umum. Lalu, seperti apa tanggung jawab perusahaan-perusahaan penyedia layanan transportasi untuk mencegah pelecehan seksual menimpa konsumen mereka? Kami sajikan perspektif mereka di bagian lain.

Pada lain lagi berisi kritik dan saran kepada pengambil kebijakan untuk mencegah dan penanganan kasus pelecehan seksual, terutama di transportasi publik agar tidak berulang terus.

***

* Seorang penumpang lelaki dengan posisi mencurigakan, terus menerus menatapnya dengan penuh nafsu.
* Di dalam kereta yang kondisinya berdesak-desakan, tiba-tiba seorang lelaki berbadan tinggi dengan jaket kumal serta menutupi mukanya dengan masker dan topi membelai bokong Diana.
* Pengalaman menjijikkan itu membuat Jane trauma naik Transjakarta. Dia tidak berani lagi naik bus itu tanpa bareng teman-teman. Jika bepergian sendirian, Jane memilih menggunakan alat transportasi lainnya.

***

Lusi benar-benar tidak membayangkan bakal menjadi salah seorang yang paling malang pada suatu malam di akhir November 2019, setelah menyelesaikan liburan ke Kuala Lumpur. Kejadiannya tak lama setelah dia menginjakkan kaki di Jakarta.

Lusi menjadi korban pelecehan seksual di dalam bus Perum PPD jurusan Bandara Soekarno Hatta ke Pondok Indah Mall.

Setelah meletakkan koper dan bus yang dia tumpangi bergerak meninggalkan bandara, keganjilan mulai terjadi.

Seorang penumpang lelaki dengan posisi mencurigakan, terus menerus menatapnya dengan penuh nafsu.

“Kita kan kalau dilihatin sama seseorang tuh pasti ada feeling. Kentara banget dia sepanjang jalan lihatin gue terus, sampai deg-degan karena takut,” kata Lusi yang tak mau nama lengkapnya disebutkan.

Lusi sampai berpikir apa ada yang salah dengan pakaian yang dikenakannya. Waktu itu jaketnya ketinggalan di Kuala Lumpur dan dia hanya mengenakan kaus putih serta celana panjang.

“Sepanjang jalan, gue nutup-nutupin badan gue terus pakai tangan karena dia (predator seksual) kayak merhatiin tubuh gue terus,” kata Lusi.

Lama-lama Lusi tersinggung dengan membalas tatapan mata lelaki itu supaya dia sadar telah melecehkan. Tetapi lelaki itu dengan pengecut cepat-cepat membuang muka dan pura-pura melihat ke luar jendela.

“Tapi pas gue nggak lihatin dia nih, dia balik lagi matanya ngeliatin gue. Beberapa kali gue tes itu orang supaya yakinin kalau dia emang mandangin gua, gue lihatin dia malah buang muka lagi,” kata Lusi.

Lusi seketika mengontak ibunya karena khawatir terjadi sesuatu lebih jauh. Ibunya menyarankan pindah tempat duduk, tetapi di hati kecil Lusi menolak karena itu artinya dia kalah melawan lelaki yang membuatnya merasa terlecehkan.

Tetapi karena gelagat lelaki itu makin norak dan posisi bus yang jumlah penumpangnya sedikit itu berada di tengah jalan tol, Lusi memutuskan untuk mengikuti nasihat ibu.

Pada waktu itu dia memilih tidak melapor ke awak bus Perum PPD karena yang bertugas di bus malam cuma supir. Dia juga ragu-ragu ketika ingin langsung menghardik predator seksual tadi karena khawatir mengganggu istirahat penumpang yang lain.

Setelah bus tiba di Pondok Indah, semua penumpang turun, termasuk predator seksual tadi. Lusi lega, lelaki itu tidak mengikutinya masuk ke halte Transjakarta.

“Kalau dia sampai ngikutin dan dia masih mandangin, mungkin gue bakal berani-beraniin buat colok matanya atau negur secara langsung. Tapi sampai gue ngambil koper dia kayak masih terus aja lihatin, sampai akhirnya misah karena gue ke halte busway, dia kayak lanjut Grab atau Gojek gitu,” kata Lusi.

Setelah mendapat perlakuan tak menyenangkan sepanjang perjalanan malam itu di dalam bus Perum PPD, Lusi akan lebih waspada pada setiap resiko yang muncul jika nanti menggunakan transportasi publik lagi.

Lusi mengajak semua perempuan pengguna transportasi publik agar tak tinggal diam ketika merasa menjadi korban predator seksual. Predator seksual mesti diingatkan secara langsung, agar malu.

“Biar pelaku sadar apa yang dia lakuin itu salah. Meski hanya memandang itu kan buat kita, khususnya perempuan ya, merasa tidak nyaman dan tidak aman. Apalagi kita posisinya kalau lagi posisi lelah-lelahnya, mau tidur di bus juga akhirnya takut,” kata Lusi.

Lusi hanyalah satu dari sekian banyak perempuan yang jadi korban kebejatan predator seksual.

***

Malam itu, sepulang dari kerja, Diana menumpang commuterline. Ketika transit di Stasiun Duri, pengalaman menjijikkan itu terjadi.

Di dalam kereta yang kondisinya berdesak-desakan, tiba-tiba seorang lelaki berbadan tinggi dengan jaket kumal serta menutupi mukanya dengan masker dan topi membelai bokong Diana.

“Woi anjing, lu ngapain megang pantat gue,” kata Diana kepada lelaki kumal itu.

Sayangnya, tak ada satu pun penumpang yang memiliki keberanian untuk menolong Diana. Mereka hanya memandang.

Sementara predator seksual segera berjalan cepat meninggalkan lokasi.

KRL Commuter Line. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Diana baru sadar, sejak awal, predator seksual itu memang terus menerus menempelnya dan mengambil kesempatan dalam kesempitan.

“Itu parah banget, gua di situ pas banget lagi emosi karena saking padetnya (kereta),” kata Diana.

Sial kembali dialami Diana ketika suatu kali naik commuterline dari Stasiun Tebet ke Stasiun Duri.

Seorang penumpang lelaki bertubuh tinggi dengan menggendong ransel serta menutupi muka dengan topi dan masker berdiri di samping Diana. Waktu itu, keadaan kereta sedang penuh-penuhnya.

Tiba-tiba salah satu kaki lelaki itu dimasukkan di antara kedua kaki Diana ketika kereta mulai melaju. Otomatis, Diana tidak bisa merapatkan kaki.

Kejadian menjijikkan terjadi setelah itu. Pria itu menggesekan penis ke paha kanan Diana.

Seketika, Diana video call dengan temannya sekaligus ingin menunjukkan muka predator seksual kepada teman.

Mungkin pelaku sadar, sampai di Stasiun Karet, dia langsung menyelinap turun dari kereta.

Kejadian menjijikkan yang belum lama ini dialami Diana berlangsung ketika dia akan liputan di edung DPR. Dia naik commuterline dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Palmerah yang lokasinya di sebelah gedung DPR.

Posisi Diana pada waktu itu berdiri. Seorang lelaki berpakaian gamis yang berada di dekatnya tiba-tiba menggesekkan tangan ke bokong Diana. Diana sama sekali tak mengira itu terjadi karena predator seksual itu terlihat sedang memegang map.

“Gue langsung kayak panik, kesel, di situ gue nangis, sampai kayak gemetar gitu loh, gue nggak bisa jalan,” kata Diana.

Dalam dua pengalaman menjijikkan yang terakhir, Diana mengaku tidak menegur pelaku karena keburu shock.

Selain itu, dia memiliki kekhawatiran jika marah-marah di dalam kereta rel listrik akan mengganggu kenyamanan orang lain.

Meski berkali-kali mendapat perlakuan tidak menyenangkan di dalam kereta rel listrik, Diana tetap menggunakan moda transportasi itu karena tidak punya pilihan lain.

Setiap kali hendak menumpang alat transportasi publik, terutama commuterline, dia selalu was-was dan waspada.

Belajar dari tiga pengalaman sial itu, Diana menyarankan kepada penumpang perempuan untuk menjaga jarak jika merasa perilaku orang di dekatnya janggal.

“Kayak ada aura nggak enak, pakaiannya, pakai masker. Karena gua kan sering ketemunya sama yang pakai masker sama topi. Jadi mending menghindari di samping orang-orang kayak gitu. Tapi juga jangan terlalu terlihat menghindari gitu, nanti takutnya dinilai mengintervensi orang atau apa,” kata dia.

***

Pengalaman buruk ketika menumpang moda transportasi publik juga dialami Jane pada 2017.

Hari itu, Jane naik Transjakarta, bus milik Pemerintah Provinsi Jakarta, menuju Cililitan.

Kondisi di dalam bus ketika sore itu sedang penuh. Penumpang berdesak-desakan dan bercampur antara penumpang lelaki dan perempuan. Jane hanya bisa berdiri menghadap ke arah pintu.

Menjelang tiba di halte Cililitan, kemaluan Jane tiba-tiba disentuh penumpang lain. Jane tidak tahu siapa pelakunya karena dilakukan dari arah belakang. Yang dia ketahui, di belakangnya ketika itu banyak penumpang lelaki.

Jane hanya bisa menahan emosi tanpa berani bertindak, misalnya mencari siapa orang brengsek yang memanfaatkan situasi desak-desakan itu.

“Untungnya dikit lagi tujuan gue, jadi gue nggak lama langsung turun dan dia masih di sana. Gue juga takut untuk negur, karena itu pengalaman pertama gua, jadi nggak tahu harus berbuat apa,” ujarnya.

Pengalaman menjijikkan itu membuat Jane trauma naik Transjakarta. Dia tidak berani lagi naik bus itu tanpa bareng teman-teman. Jika bepergian sendirian, Jane memilih menggunakan alat transportasi lainnya.

Transportasi Jakarta Masuk Tiga Besar Terbaik. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Sekarang ini, Jane menyesal kenapa waktu itu tidak langsung meminta bantuan kepada petugas atau penumpang lain supaya pelakunya bisa dicari dan diberi pelajaran agar tak mengulangi perbuatan.

“Gua ngerasa bego udah cerita begini karena gua nggak cerita langsung ke orang lain waktu itu. Nyesel banget,” ujarnya.

Agar tak menyesal di kemudian hari, Jane menyarankan kepada semua penumpang perempuan untuk segera melapor atau meminta bantuan kepada orang lain ketika mengalami pelecehan seksual.

“Jangan kayak gue yang diem dan akhirnya nyesel dan akhirnya juga trauma untuk naik kendaraan umum. Kalau kalian jadi korban, kalian juga harusnya langsung pindah tempat, atau milih turun langsung di halte terdekat,” ujarnya.

Apa yang dialami Lusi, Diana, dan Jane hanyalah sebagian kecil kasus pelecehan seksual terhadap perempuan yang terungkap ke publik. Hasil jajak pendapat yang dilakukan Koalisi Ruang Publik Aman selama tahun 2018 akan menggambarkannya (baca laporan: Perempuan 13 Kali Lebih Rentan), betapa ngeri! []

Baca juga:

Tulisan 1: Dilecehkan Lelaki Brengsek di Transportasi Publik: Gue Panik, Kesal, Nangis, Sampai Nggak Bisa Jalan

Tulisan 2: Perempuan 13 Kali Lebih Rentan Dilecehkan Ketimbang Lelaki: Ada 19 Bentuk Pelecehan Seksual di Transportasi Publik

Tulisan 3: Ribuan Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seksual di Transportasi Publik: Satu Korban Saja Terlalu Banyak

Tulisan 4: Damai, Bukan Jalan Keluar Berantas Predator Seksual Gentayangan di Transportasi Publik

Tulisan 5: Semua Penyedia Transportasi Publik Punya Cara Cegah Pelecehan Seksual, Sudah Cukupkah?

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Stop Pelecehan Seksual

Semua Penyedia Transportasi Publik Punya Cara Cegah Pelecehan Seksual, Sudah Cukupkah?

Image

News

Stop Pelecehan Seksual

Damai, Bukan Jalan Keluar Berantas Predator Seksual Gentayangan di Transportasi Publik

Image

News

Stop Pelecehan Seksual

Ribuan Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seksual di Transportasi Publik: Satu Korban Saja Terlalu Banyak

Image

News

Stop Pelecehan Seksual

Perempuan 13 Kali Lebih Rentan Dilecehkan Ketimbang Lelaki: Ada 19 Bentuk Pelecehan Seksual di Transportasi Publik

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Pilkada 2020

Hadapi Pilkada Serentak 2020, PDIP Konsolidasikan Struktur Pengurus Daerah

"Sebab sembari menunggu semua rekomendasi kepala daerah, wajib buat kita menyiapkan perencanaan"

Image
News

Puluhan Orang Tewas di Nigeria Saat Antre Bantuan

Image
News

Standar 'Kecantikan' Berubah, Miss Germany 2020 Dimenangkan Seorang Ibu 35 Tahun

Ia mengalahkan 15 kontestan lainnya

Image
News

PP Bisa Cabut UU di RUU Ciptaker, MPR: Kok yang Prioritas Salah Ketik?

Yang bisa gugurkan hanya Perppu.

Image
News

Ribuan Orang Ambil Bagian dalam Perayaan Festival Telanjang di Jepang

Festival telanjang serupa diadakan di seluruh Jepang setiap tahun

Image
News

Berinteraksi dengan Kapal-kapal Asing, Begini Cara IPCC Cegah Bahaya Virus Corona

Oleh karena itu, kegiatan operasional perseroan berinteraksi langsung dengan kapal-kapal asing.

Image
News

Politisi Demokrat: Sekian Banyak Survei Indo Barometer, Satu-satunya yang Gue Percaya Cuma Survei terkait Anies

Hasil survei lainnya meragukan.

Image
News

Soal Isu Dana Pensiun ASN Rp1 Miliar, Dasco: Saya Sih Setuju, Kalau Uangnya Ada...

Ia hanya berharap, iuran tabungan ASN itu dikelola dengan baik oleh PT Taspen.

Image
News

Mabuk Berat, Manong dan Thole Tega Tebas Rekannya Gara-gara Suara Telepon Tak Jelas

Image
News

Ayah Julian Assange Khawatir Putranya Mati Bila Diekstradisi ke AS

terpopuler

  1. Geng Motor Beraksi di Cempaka Putih, Pedagang Pecel Lele Tewas dengan Luka Tusukan

  2. Jadi Sorotan, 6 Artis Bollywood Ini Disebut Berpenampilan Terbaik di Filmfare Awards 2020

  3. Jasa Marga Dinilai Melanggar UU, Lantaran Banyak Jalan Tol Berlubang

  4. Tengah Hamil Muda, Ini 10 Potret Baby Bump Vanessa Angel yang Memesona

  5. Kisah Ketika Mbah Maimoen Zubair Rembang dapat Melipat Waktu

  6. Washington jadi Kota Pertama yang Legalkan Pengomposan Manusia

  7. 5 Fakta Menarik Simeone Inzaghi, Fanatik Pola 3-5-2 dan Kini Lebih Tenar dari Kakaknya Pippo Inzaghi

  8. Beranjak Remaja, 10 Potret Cantik Asila Maisa Putri Ramzi yang Pandai Modeling

  9. Khawatir Terinfeksi Virus Corona, Warga India Hingga Arab Saudi Nekat Lakukan Bunuh Diri

  10. Hanya Seorang Diri Bermodalkan Borgol, Brigadir Kepala Asep Somantri Berhasil Bekuk Pelaku Curanmor

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Image
Achmad Fachrudin

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Image
Hasan Aoni

PETIR

Image
Ujang Komarudin

Formula E yang Jadi Rame

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
News

Angkat BTP Jadi Bos Pertamina hingga Pecat Dirut Garuda, 5 Kinerja Erick Thohir Ini Sukses Curi Perhatian

Image
News

Korea Hingga Kanada, 10 Potret Hangat Sekretaris Kabinet Pramono Anung Jamu Dubes dari Negara Sahabat

Image
News

10 Potret Putri Ketum PAN Zita Anjani dan Suami, Romantis di Berbagai Kesempatan