image
Login / Sign Up

Kawin Tak Cuma Modal Cinta dan Bondo Nekat

Maidian Reviani

Kursus Calon Pengantin

Image

Ilustrasi - Hubungan Seksual | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO, * Untuk menciptakan SDM yang unggul harus dimulai dari calon pengantin. 
* Tidak ada istilah lulus dan tidak lulus dalam proses bimbingan pranikah sebagaimana yang diperdebatkan selama ini.
* Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan petugas KUA yang akan menatar calon pengantin untuk memperoleh sertifikat layak kawin.

***

baca juga:

Di Indonesia, setiap tahun ada dua juta pasangan menikah. Kabar buruknya, setiap tahun ada sekitar 365 pasangan suami istri cerai. Artinya, saban hari ada seribu pasangan yang putus.

Angka kasus perceraian ini, kata anggota Tim Pedoman Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin Kementerian Agama Alissa Wahid ketika saya temui pada Selasa 19 November 2019 lalu, tergolong banyak sekali.

Alissa Wahid. AKURAT.CO/Maidian Reviani

Itu sebabnya, kata dia, sertifikasi layak kawin menjadi hal yang penting bagi calon mempelai.

Ide sertifikasi ini pertama kali dilontarkan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam diskusi panel rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu 13 November 2019.

Dalam acara Sosialisasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Rapat Koordinasi Teknis Sensus Penduduk 2020 di Jakarta yang berlangsung pada Selasa 26 November 2019 lalu, perkawinan tidak hanya modal cinta dan bondo nekat.

Tetapi, perkawinan juga memerlukan kematangan secara lahir, batin, ekonomi, dan sertifikasi layak kawin sebagai tanda telah mendapatkan bimbingan pranikah sebagai persiapan membangun keluarga yang kokoh sehingga tak mudah tercerai berai. Disitulah pentingnya penguasaan wawasan menjadi orang tua sebelum perkawinan.

Apalagi tema peringatan hari ulang tahun RI yang ke 74 lalu adalah SDM unggul, Indonesia maju. Untuk mencapai Indonesia maju, di antaranya bertumpu pada SDM unggul. Menurut Alissa bagaimana generasi penerus bisa unggul kalau banyak pasangan suami istri tidak tahan banting dan tidak bisa mengelola konflik internal keluarga sehingga kehidupan mereka mudah goyah.

Muhadjir, kata Alissa, secara tegas mengatakan untuk menciptakan SDM yang unggul harus dimulai dari calon pengantin.

“Kalau nggak calon pengantin nanti telat loh. Jadi mencegah stunting, mencegah kemiskinan, dimulai dari calon pengantin. Karena kalau udah yang menikah nanti programnya akan lebih spread out dan lebih susah diukurnya,” kata Alissa.

Tidak ada istilah lulus dan tidak lulus dalam proses bimbingan pranikah sebagaimana yang diperdebatkan selama ini. Sebab, justru yang menjadi perhatian bagaimana membuat semua pasangan calon mempelai bersedia mengikuti bimbingan.

Dia memastikan sertifikat layak kawin bukanlah syarat utama pasangan bisa menikah.

Sekarang ini, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan sejumlah pemangku kepentingan sedang menyelaraskan dan menyempurnakan materi bimbingan pranikah dengan yang selama ini sudah dilakukan, misalnya oleh organisasi Muhammadiyah, Nadlatul Ulama, kemudian Kristen dan Katolik.

Ilustrasi nikah. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

“Selama ini kan dilakukan secara mandiri, beberapa kelompok agama sudah melakukannya, seperti gereja kan sudah melakukannya, organisasi masyarakat berbasis agama seperti NU, Muhammadiyah, biasanya punya. Tapi kan belum ada penyelarasan ini, sementara tantangan-tantangan kehidupan keluarga semakin besar,” ujarnya.

Dalam bimbingan pranikah, beberapa materi akan disampaikan. Mulai dari psikologi keluarga, konsep berkeluarga dari sudut pandang agama, kesehatan keluarga, kesehatan reproduksi, keterampilan komunikasi dalam mengelola konflik, mengelola kebutuhan keuangan keluarga, dan persiapan menjadi orang tua.

"Jadi dengan demikian, persiapan keluarganya jauh lebih baik. Ketika dia merencanakan kelahiran anaknya misalkan, dia bisa mengukur apa saja yang harus dilakukan. Kalau tidak, ya sekarang aja Jakarta berapa persen yang masih stunting, Jakarta loh itu sekitar 26 persen kalau nggak salah. Karena apa? Karena pengetahuan dan itu semua hal itu yang kita bicarakan di dalam ruang,” kata Alissa.

Bimbingan pranikah yang selama ini dilaksanakan Kantor Urusan Agama durasinya 16 jam dan berlangsung dalam dua hari. Sedangkan bimbingan pranikah yang dilakukan gereja durasinya sampai tiga bulan dan pelatihannya setiap hari Minggu.

Sedangkan untuk bimbingan pranikah yang akan datang, durasinya sedang dikaji, antara lain dengan mempertimbangkan kepentingan calon pasangan karena sebagian besar dari mereka sibuk bekerja, termasuk juga pertimbangan dari sisi anggaran.

“Kalau kita membayangkan misalnya di kabupaten gitu, KUA-nya dimana, dia (pasangan) tinggalnya dimana, kan jauh, nggak seperti di Jakarta,” tuturnya.

“Jadi semua tadi juga dibicarakan bagaimana mengelola yang apa namanya kelompok agama yang lain. Kami yang hadir tadi adalah tim modul dari dirjen bimas Islam. Jadi yang punya secara komprehensif saat ini masih yang bimas Islam. Nah yang dirjen-dirjen bimas agama lain itu mereka dengan mekanismenya masing-masing.”

Alissa mengatakan calon pengantin tetap bisa mendapatkan sertifikat layak nikah tanpa harus melewati tes apapun atau hanya dengan mengikuti bimbingan.

“Makanya tugas pemerintah kemudian menyelaraskan materi yang dimiliki organisasi-organisasi masyrakat ini loh. Yang paling penting tujuannya adalah dua juta perkawinan muslim, 600 ribu perkawinan non muslim termasuk masyarakat adat, itu semuanya mereka mendapat pembekalan sebelum mulai kehidupan keluarga,” kata Alissa.

Ilustrasi jelang nikah. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

"Bukan bebas mau ikut boleh, nggak ikut boleh. Penekannya pada semuanya harus mendapatkan pembekalan. Modelnya seperti apa itu dipikirkan sekarang. Yang paling penting adalah mereka mendapat pembekalan,” Alissa menambahkan.

Sertifikat bisa langsung diterbitkan setelah pasangan calon pengantin selesai mengikuti pembekalan, seperti yang sudah berlangsung selama ini.

“Selama ini begitu, jadi kalau NU menyelenggarakan kemudian dia langsung mendapatkan sertifikat. Sertifikat itu bisa dibawa ke KUA, dia menunjukkan bahwa dia sudah punya sertifikatnya, maka dia tidak perlu mengikuti program pembekalan di KUA. Jadi nggak terus syarat wajib.”

Kompetensi petugas yang memberikan bimbingan kepada calon pengantin juga jadi perhatian. Fasilitator merupakan petugas KUA yang sudah tersertifikasi.

“Yang memberi pembekalan ada dari penyuluh agama, kemudian puskesmas, dari dinas pendidikan, pemkab juga bisa, di beberapa daerah ada pemkab terlibat, penghulu dan akademisi dan dari organisasi-organisasi agama. Jadi sekarang ini prosesnya justru fasilitatornya yang harus dapat sertifikat dulu,” kata Alissa.

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan petugas KUA yang akan menatar calon pengantin untuk memperoleh sertifikat layak kawin. "Semua agama ditatar, nanti kita buat apa-apa yang menjadi jelas sehingga tidak ada yang terlewat," kata Fachrul.

Fachrul menekankan setiap pasangan yang ingin menikah harus mendapatkan pembekalan.

"Semua wajib untuk ditatar, kan semua KUA kadang-kadang karena mau cepat makanya pada saat menikah saja dikasih nasihat tapi saat ini akan lebih lagi dan hendaknya poin-poinnya jelas. Jadi tidak hanya sesuai seleranya KUA," kata Fachrul. []

Baca juga:

Tulisan 1: Awal Mula Polemik Sertifikat Layak Kawin

Tulisan 3: Sertifikat Layak Kawin, Tak Ada Hak Calon Pengantin yang Dilanggar

Tulisan 4: Kursus Nikah Jangan Cuma Formalitas

Tulisan 5: Sertifikat Layak Kawin Mesti Dikaji Secara Matang Agar Niat Baiknya Tak Disalahpahami

Tulisan 6: Suara Anak Muda: Jangan Takut Sertifikat Layak Kawin

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Kursus Calon Pengantin

Suara Anak Muda: Jangan Takut Sertifikat Layak Kawin

Image

News

Kursus Calon Pengantin

Sertifikat Layak Kawin Mesti Dikaji Secara Matang Agar Niat Baiknya Tak Disalahpahami

Image

News

Kursus Calon Pengantin

Kursus Nikah Jangan Cuma Formalitas: Calon Pengantin Harus Diberitahu Soal Stunting, Kesehatan Reproduksi, Pengelolaan Konflik

Image

News

Kursus Calon Pengantin

Sertifikat Layak Kawin, Tidak Ada Hak Calon Pengantin yang Dilanggar

Image

News

Kursus Calon Pengantin

Awal Mula Polemik Sertifikat Layak Kawin

komentar

Image

2 komentar

Image
emil sampeno

Njai panjang juga ternyata

Image
ayunda reza

oalaahh gituuu,

terkini

Image
News

Diduga Akibat Masalah Asmara, Seorang Pria Tewas Gantung Diri

Bunuh diri akibat diduga terjadi masalah dalam asmaranya yang diperoleh dari hasil penyelidikan petugas di telepon seluler korban.

Image
News
Perjanjian Perkawinan

Perubahan UU Perkawinan Setelah Sekian Lama Ditunggu, Praktisi Hukum: Pasal Tujuh Doang, Ya Allah

Setelah ada putusan MK, perjanjian perkawinan dapat dibuat sebelum atau setelah perkawinan selama masih dalam ikatan perkawinan.

Image
News

Makin Canggih, Ditjen Pas Sebut Penyelundupan ke Lapas Sudah Gunakan Drone

“Hebatnya sekarang sudah dengan drone, layangan, hingga jasa pengiriman melalui transportasi online. Kan luar biasa,”

Image
News
Perjanjian Perkawinan

Gugatan Ike Jadi Sejarah Baru Perjanjian Perkawinan

Pasal-pasal yang digugattelah merampas hak konstitusional untuk memiliki hak milik dan hak guna bangunan.

Image
News

Ditinggal Orang Tuanya, Bocah SD Jadi Korban Cabul Tukang Kebun

Saat itu tersangka berinisial SR (34) menghubungi korban melalui pesan singkat.

Image
News

Musim Hujan, BPBD Bandarlampung Catat 8 Titik Potensi Banjir

Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan banjir, longsor hingga pohon tumbang.

Image
News

Lawan Narkoba, BNN Bersama TNI dan Polri Sidak Lapas di Tasikmalaya

Selain memeriksa kamar, para penghuni lapas juga diperiksa tubuhnya oleh petugas guna memastikan dalam bajunya tidak ada barang terlarang.

Image
News

Tangkap Pengedar Narkoba di Papua Barat, Seorang Warga Negara Papua Nugini Jadi Buron Polisi

"R alias D ini warga negara asing asal PNG. Dia dan NW masih buron."

Image
News

Kepolisian Ungkap Kematian Seorang Lansia di Pantai Ancol

"Korban sudah sering dan rutin berenang di Ancol memakai pelampung, tetapi hari itu korban tidak menggunakan pelampung,"

Image
News

Kebakaran Akibat Korsleting Listrik Hanguskan 3 Rumah dan Satu Unit Sepeda Motor di Jakarta Selatan

"Sumber api dilaporkan dari colokan mesin cuci yang korslet memercikkan api hingga menyambar ke yang lain,"

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Gervinho Nodai Debut Gattuso Bersama Napoli

  2. Disalip Bus Transjakarta di Jalanan Ibu Kota, Warganet Malah Puji Presiden Jokowi

  3. Politisi Gerindra Geram, Anies Nonaktifkan Lurah Jelambar Gegara Honorer Nyebur ke Got

  4. Mau Pasang AC Pelanggan, Pria ini Langsung Ciut Lihat Penampakan Mirip Pocong

  5. Bikin Haru, Nenek Ngatiyem Berusia 110 Tahun Masih Jualan Kerupuk di Alun-Alun Kidul Yogyakarta

  6. Bikin Heran Warganet Indonesia, YouTuber Tenar Inggris Bangga Bakal Nikah dengan Petani

  7. Kalahkan Pasangan Jepang, Daddies Tutup Akhir Tahun dengan Juara

  8. Hendra/Ahsan Merasa Diuntungkan dengan Kesalahan Lawan

  9. Hendra Setiawan Ungkap Kunci Daddies Mengalahkan Ganda Jepang

  10. Korban Rumah Ambruk Minta Ganti Rugi, Sudin SDA Jaktim: Enggak Murni Kesalahan Kontraktor

fokus

Perjanjian Perkawinan
Stop Pelecehan Seksual
Kursus Calon Pengantin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Sikap Abu-abu Partai Demokrat

Image
Achsanul Qosasi

Haruskah TVRI Kembali Mati Suri?

Image
Achmad Fachrudin

Revitalisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat

Image
Hervin Saputra

Ego Tuan Rumah dan Reputasi SEA Games yang Kian Meragukan

Wawancara

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Image
Video

Joshua Rahmat, CEO Muda yang Menggawangi Mytours

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Arifin Panigoro, Raja Minyak Indonesia yang Jadi Wantimpres Jokowi

Image
Ekonomi

Kekayaan Capai Rp435 T! Ini 7 Fakta Menarik Bos Brand Uniqlo, Tadashi Yanai

Image
News

10 Potret Istri KSAU Yuyu Sutisna, Tampil Cantik dengan Hijabnya