image
Login / Sign Up

Dari Kebiasaan Saat Belanja, Berton-ton Sampah Plastik Penuhi Lautan

Maidian Reviani

Puasa Plastik

Image

Esai, Ancaman Sampah Plastik Jakarta | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Di muka bumi, jenis sampah yang paling susah terurai adalah plastik. Usianya bisa mencapai empat abad dan bisa membunuh makhluk hidup. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2016), total sampah plastik 16 persen dari total sampah nasional yang mencapai 66 juta ton per tahun.

Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 menunjukkan tren timbulan sampah plastik dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, terutama di daerah perkotaan, mulai dari 11 persen di tahun 2005 menjadi 15 persen di tahun 2015. Pertahun menghasilkan 9,85 miliar lembar yang bersumber dari hanya dari 90 gerai ritel se-Indonesia.

Yang mencengangkan lagi, Indonesia menjadi negara nomor dua penghasil sampah plastik di laut, mencapai 1,29 juta ton per tahun (data Jambeck tahun 2015).

baca juga:

Itulah sebabnya, berbagai upaya sedang genjar dilakukan di negeri ini maupun negeri-negeri lain dengan persoalan yang sama, untuk mengurangi limbah plastik agar planet bumi ini tetap lestari.

Laporan kali ini mengangkat isu itu dari perspektif upaya yang dilakukan untuk meminimalisir produksi sampah plastik. Laporan dimulai dari perspektif masyarakat sebagai mata rantai pengguna plastik, seperti apa gaya hidup mereka?

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil audit merek plastik yang dilakukan oleh Greenpeace Indonesia sebagai bagian dari usaha untuk menyadarkan banyak pihak. Pada bagian lain tulisan mengangkat catatan-catatan dari ICEL tentang aturan, juga kritik dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia.

Kampanye pengurangan penggunaan plastik tidak akan maksimal jika tak ada pengawasan dan regulasi dari pemerintah. Di bagian akhir tulisan ini mengangkat soal itu. Dalam waktu dekat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerbitkan aturan yang mewajibkan produsen ikut bertanggungjawab menangani sampah yang mereka produksi.

***

* Simpel saja alasan Maimunah tetap menyukai pemakaian kantung plastik. Plastik dari pasar atau supermarket yang didapatnya secara gratis nanti bisa difungsikan menjadi tempat sampah di rumah.
* Menurut dia membawa botol air minum sendiri sekarang ini bukan hal yang aneh bagi kebanyakan pekerja.

* Jika masyarakat sekarang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup, generasi berikutnya pasti ikut menikmati.

***

Maimunah (45) merupakan satu dari sekian banyak ibu rumah tangga yang merasa tak ada masalah tetap menggunakan plastik sekali pakai untuk belanja sayur ataupun kebutuhan dapur yang lain.

Saya menemui ibu dari tiga orang anak itu di Jakarta Barat, baru-baru ini. Tujuannya ingin mengetahui seperti apa perspektif ibu rumah tangga terhadap penggunaan sampah plastik. Sebab, mereka merupakan bagian dari penghasil sampah itu.

Simpel saja alasan Maimunah tetap menyukai pemakaian kantung plastik. Plastik dari pasar atau supermarket yang didapatnya secara gratis nanti bisa difungsikan menjadi tempat sampah di rumah. Tempat sampah dari kantung plastik bekas belanjaan buat dia sangat praktis karena setelah penuh, bisa langsung ditaruh di depan rumah supaya diambil petugas kebersihan.

“Udah gitu kita juga nggak perlu sering-sering bersihin tempat sampahnya karena ada wadah (plastik) itu yang nutupin,” kata dia.

Itu sebabnya, walau Maimunah sebenarnya punya shoping bag non plastik di rumah, dia tetap lebih suka pakai plastik.

Maimunah dan sebagian ibu-ibu rumah tangga sekitaran rumahnya sejak dulu sudah begitu.

Sampah Plastik Cemari Laut di Pesisir Jakarta. AKURAT.CO/Sopian

“Kita udah serba praktis ya maunya yang gampang-gampang aja. Bawa-bawa gitu dari rumah sendiri kan agak ribet aja,” katanya.

Upaya pengurangan plastik di minimarket lewat kebijakan plastik berbayar Rp200 pun sepertinya kurang mempan.

Dulu dia sempat terkaget-kaget ketika dilakukan uji coba plastik berbayar. Yang bikin dia terkejut bukan karena mesti membeli plastik, tetapi karena uangnya yang akan menjadi recehan gara-gara dipotong buat ongkos plastik. Tapi tetap saja hal itu tak langas membuatnya mengubah kebiasaan menjadi pemakai shoping bag sendiri.

“Misalnya saya beli harga pas Rp45 ribu, terus duitnya Rp100 ribu, kalau beli plastik kan otomatis kembalian jadi ada recehannya tuh. Awalnya sih males, recehan kan beratin dompet. Tapi mikir juga setelah itu, ngambil positifnya dah, duit recehannya bisa ditaruh di celengan,” katanya.

Dia baru menghindari menggunakan kantung plastik hanya ketika belanjaannya sedikit dan warungnya berdekatan dengan rumah karena barang bisa ditenteng pakai tangan sendiri.

Setelah kantung plastik untuk menampung sampah penuh, biasanya Maimunah meletakkan di depan rumah agar pada pagi hari diambil oleh petugas kebersihan kelurahan.

“Kan kita tiap bulan bayar iuran ke petugas, nanti dia yang ngambil. Bayarnya sih seikhlasnya, kalau saya biasanya Rp20 ribu-Rp25 ribu,” kata dia.

Maimunah sebenarnya tahu kenapa orang harus menghindari penggunaan plastik, antara lain karena sampah jenis ini sulit terurai.

“Kan sering orang ngomongin itu. Apalagi pas lagi ke Alfamart, ke Indomaret mau pakai plastik dari saja aja pakai bayar, orang-orang pada ngomongin kenapanya,” kata Maidian.

Tapi dia baru tahu informasi kalau sampah plastik bisa bertahan di berbagai belahan bumi sampai berabad-abad setelah dibuang.

Sampah Plastik Cemari Laut di Pesisir Jakarta. AKURAT.CO/Sopian

Ketika sedang liburan ke pantai, Maimunah sendiri melihat sampah plastic mengambang.

“Bisa jadi itu udah lama kan sampahnya atau dari mana asalnya jauh (plastiknya),” kata dia.

Maimunah merasa sudah berkontribusi menangani limbah plastik dengan tidak membuangnya secara sembarangan agar tidak bikin mampet saluran air dan memperpanjang umur pemakaiannya dengan cara menggunakan sebagai tempat sampah.

“Misal kayak buat tempat sampah tadi, terus kadang ada saudara datang mau bungkus makanan kan butuh plastik, ya banyaklah bisa dipakai buat apa aja kalau kita simpan. Tapi kalau kayak abis beli ikan, plastiknya biasanya kan basah dan bau tuh, kalau itu sih langsung saya buang biasanya,” ujarnya.

Di Grogol, Jakarta Barat, saya ngobrol dengan pegawai swasta bernama Bimo Pangestu Aji (23). Saya ingin mengetahui bagaimana perspektif orang lebih muda terhadap limbah plastik.

Tingkat kesadaran Bimo untuk mengurangi limbah plastik sudah lebih tinggi. Misalnya, setiap pergi ke kantor, dia membawa tempat air minum sendiri karena lebih praktis dan irit.

Menurut dia membawa botol air minum sendiri sekarang ini bukan hal yang aneh bagi kebanyakan pekerja. Bahkan menjadi gaya hidup. Sebagian kalangan muda malah ada yang saingan tumbler mahal dan bagus di kantor.

“Kenapa harus malu? Dengan bawa botol minum sendiri kan bisa menghemat pengeluaran, nggak harus beli yang kemasan lagi. Nah, justru saya bisa membanggakan seberapa bagusnya botol minum saya dibanding punya orang lain,” kata dia.

Bimo juga sudah mengurangi penggunaan kantung plastik belanjaan. Sebelum pergi ke supermarket, biasanya dia memperkirakan volume belanjaan. Jika sekiranya banyak, dia akan membawa shopping bag sendiri. Kalau sekiranya belanjaan bisa ditenteng pakai tangan, dia akan menolak menerima plastik dari kasir atau pedagang.

Dia baru mau menerima kantung plastik kalau benar-benar terpaksa.

Memiliki shopping bag non plastik merupakan kebanggaan bagi Bimo. Sebab, belum banyak orang yang menyadari betapa penting alat itu.

Kampanye kurangi sampah plastik. ANTARA FOTO/Reno Esnir

Dulu, sebenarnya dia termasuk orang yang keberatan dengan kebijakan plastik berbayar yang diterapkan minimarket. Tetapi setelah mengetahui tujuannya untuk mengurai krisis sampah plastik, dia menjadi setuju.

“Kebijakan tersebut juga saya pikir akan membuat masyarakat sadar akan pengelolaan sampah plastik yang benar dan bijak seperti apa,” kata dia.

Belakangan, Bimo ikut terlibat kampanye pengurangan sampah plastik. Pada 5 Juni 2019 atau dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia, bersama teman-teman gereja, dia menjadi volunteer kegiatan pembagian masker dan shopping bag gratis di Grogol dan Jelambar.

Untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap masalah lingkungan membutuhkan gerakan nyata dari semua kalangan. Menurut dia hal itu bisa dimulai dari hal-hal kecil dulu, misalnya saling mengingatkan di tempat-tempat publik jika melihat ada orang yang secara sembarangan menaruh bekas botol air minum kemasan.

Bimo bercerita ketika sedang menunggu kereta rel listrik di Stasiun Tangerang beberapa waktu yang lalu, dia mengingatkan seorang anak muda yang meninggalkan sampah botol air minum di bangku. Pemuda itu berterimakasih karena sudah diingatkan.

“Jadi hal-hal kecil kayak gitu udah harus kita sadarkan ke masyarakat. Masyarakat juga harus bisa meningkatkan kesadaran dari diri mereka masing-masing dalam pengelolaan limbah plastik. Pepatah mengatakan ‘siapa yang menuai, dialah yang memanennya,’ siapa yang melakukannya, maka dia juga yang merasakannya. Dari pepatah itulah masyarakat harus bijak dalam pengelolaan limbah, terutama limbah plastik,” kata Bimo.

Tetapi memang usaha meningkatkan kepedulian masyarakat tidak gampang. Contohnya, di hampir semua kelurahan atau desa sudah memiliki program pembelajaran mengelola limbah, tetapi belum semua orang mau belajar.

Sampah Plastik Cemari Laut di Pesisir Jakarta. AKURAT.CO/Sopian

“Tapi ya kita tahulah, masih banyak masyarakat yang seakan cuek dengan hal seperti itu. Maka dari itu, mari kita tingkatkan kesadaran dalam diri kita pada limbah plastik dan menjadikan diri kita peduli terhadap lingkungan,” kata dia.

Jika masyarakat sekarang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup, generasi berikutnya pasti ikut menikmati. Berbeda kalau generasi sekarang cuek bebek, anak cucu nanti pasti ikut dampak kerusakan lingkungan.

“Jadi makanya saya coba menjaganya mulai dari sekarang. Meski saya juga mengaku tadi terkadang masih gunakan plastik ketika belanja. Dan ini masih jadi PR juga untuk saya,” kata dia.

Sebelum obrolan kami selesai, dia mengingatkan betapa bahaya sampah plastik.

“Limbah plastik memang sangat lama untuk terurai (bisa sampai ratusan tahun). Bayangkan satu orang membuang limbah plastik sebanyak 10 kali dalam sehari, bagaimana dengan jutaan manusia yang tinggal di bumi ini yang membuang limbah plastik seperti itu? Akan sangat banyak limbah plastik yang tersebar. Tanah di bumi akan tercemar oleh limbah plastik tersebut,” katanya. []

Baca juga: 

Tulisan 1: Dari Kebiasaan Saat Belanja, Berton-ton Sampah Plastik Penuhi Lautan

Tulisan 2: Negeri Ini Diserang Sampah Plastik Bermerek

Tulisan 3: Plastik Jadi Momok Menakutkan, Peta Jalan Sampah Bisa Jadi Solusi

Tulisan 4: Krisis Sampah Plastik, Tinggal Tunggu Ketegasan Pemerintah

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Hasil Riset Tahap Pertama TRIUMPH Soal Biota Laut dan Sampah Plastik

Image

News

Gibran Minum Es Teh Dibungkus Plastik, Susi: Aduh Jadi Sampah Lagi, Kita Minta Mas Gibran Sumbang Gelas dan Sedotan Stainless ke Pedagangnya Yok

Image

News

Puasa Plastik

Krisis Sampah Plastik, Tinggal Tunggu Ketegasan Pemerintah

Image

News

Puasa Plastik

Plastik Jadi Momok Menakutkan, Peta Jalan Sampah Bisa Jadi Solusi

Image

News

Puasa Plastik

Negeri Ini Diserang Sampah Plastik Bermerek 

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

DIY Pilih Optimalkan ADD dan Dana Desa untuk Tangkis dan Bangkit dari Corona

Dana desa, lanjut Sultan, memiliki kisaran antara Rp800 juta hingga Rp2 miliar

Image
News
Wabah Corona

Ratusan Keluarga Kerajaan Arab Saudi Diduga Terjangkit Virus Corona

Diperkirakan hingga 150 anggota keluarga kerajaan Arab Saudi terjangkit virus corona (COVID-19)

Image
News
Wabah Corona

Bagikan Masker di Pasar, Isdianto Disambut Antusias hingga Dukungan Warga

Upaya pencegahan pandemi Covid-19 di Kepri.

Image
News
Wabah Corona

Pakai Seragam Medis Saat Belanja, Dua Tenaga Kesehatan Dituduh Sebarkan Virus

Dua orang tenaga medis dituding menyebarkan virus saat mereka tengah belanja makanan, hal ini dikarenakan keduanya mengenakan seragam medis

Image
News
Wabah Corona

PSBB Diberlakukan, Pengerjaan Konstruksi dan Proyek di Jakarta Tetap Jalan

Dengan protokol kesehatan yang harus ditaati.

Image
News
Wabah Corona

PSBB DKI Mulai Berlaku, Personel Kepolisian Akan Ditempatkan di Wilayah Perbatasan Jakarta Awasi Kendaraan

Kepolisian akan membuat pos check point.

Image
News

Rustam: Pak Luhut, Kapan Jadinya Bapak Membawa Kasus Ucapan Pak Said Didu ke Polisi?

Said Didu telah membuat klarifikasi.

Image
News
Wabah Corona

Dari Korea Utara hingga Yaman, 5 Negara Ini Masih Bebas Virus Corona, Apa Rahasianya?

Apa upaya pencegahan yang diterapkan di negara-negara sehingga bisa terbebas dari virus corona?

Image
News
Wabah Corona

Gubernur Anies Janji Penuhi Kebutuhan Masyarakat Miskin Terdampak PSBB Covid-19

Bantuan secara rutin diberikan tiap minggu dalam bentuk kebutuhan pokok

Image
News

Penegakan Aturan PSBB di Jakarta Utara Disebut Mulai Efektif Senin

Kami berharap sejak Jumat hingga Minggu momentum bagi masyarakat untuk menyesuaikan.

terpopuler

  1. Pengakuan Pembakar Waria di Cilincing: Teriakan Mira Saat Disiram Bensin Terus Terngiang

  2. Fadli Zon hingga Sri Mulyani, Potret Kenangan 7 Pejabat Tanah Air Bersama Glenn Fredly

  3. Perawat Inggris yang Pakai Kantong Plastik karena Kekurangan APD Dinyatakan Positif Corona

  4. Delapan Tahun Menikah, Ini 10 Potret Harmonis Dewi Sandra dan Agus Rahman

  5. DKI Jakarta Bakal Terapkan PSBB, Andi Arief ke Jokowi: Depok, Bekasi, Bogor dan Tangerang Perlu Perlakuan Sama

  6. Sindir SBY, Rustam: Seorang Presiden Seharusnya Tidak Mengkritik Presiden yang Menggantikannya

  7. Takut Tularkan Corona, Pria Malaysia Jalan Kaki Selama Tiga Hari ke Kampung Halaman Sepulang dari Jepang

  8. MUI Dukung Usulan HNW Soal KH Ma'ruf Amin Pimpin Istighotsah dan Dzikir Nasional

  9. Fadli Zon: Zaman Pemerintahan SBY Indonesia Jauh Lebih Demokratis

  10. Usai Makamkan Glenn Fredly, Mutia Ayu Tak Banyak Bicara

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

PSBB dan Masa Depan Jakarta

Image
Achsanul Qosasi

Krisis dan Sikap Satria Pemimpin

Image
Zainul A. Sukrin

Perppu Corona, Ujungnya Dimana?

Image
Prakoso Permono

Bayang-bayang Ancaman Teror di Tengah Pandemi

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Glenn Fredly Meninggal, Erick Thohir: Selamat Tinggal, Karyamu Selalu Abadi

Image
News

Fadli Zon hingga Sri Mulyani, Potret Kenangan 7 Pejabat Tanah Air Bersama Glenn Fredly

Image
News

Jarang Tersorot, 10 Potret Putra Menteri BUMN Mahendra Agakhan Thohir