Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Stunting di Tengah Kepulan Asap Rokok, Renny: Itu Jahat Banget untuk Keluarga

Maidian Reviani

Kekerdilan

Stunting di Tengah Kepulan Asap Rokok, Renny: Itu Jahat Banget untuk Keluarga

Pengguna Rokok Elektrik (Vape), Rizki Hidayat | Dokumentasi

AKURAT.CO, * Stunting dapat dilihat dari kecenderungan berat badan anak yang lebih ringan dibandingkan anak-anak seusianya.
* Kalau diitung-itung, jumlah penghasilan keluarga pemulung itu lebih banyak dihabiskan untuk membeli rokok ketimbang untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi semasa Rizki masih dalam kandungan hingga lahir.
* Perilaku merokok orang tua juga memiliki kaitan erat dengan jebakan kemiskinan. Peningkatan pengeluaran rokok sebesar satu persen akan meningkatkan probabilitas rumah tangga menjadi miskin naik sebesar enam persen.

***

Renny Nurhasana dan tim peneliti dari Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia pada hari itu datang ke salah satu kampung di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Barat.

baca juga:

Di kampung itu, mereka bertemu anak kembar berjenis kelamin laki-laki, usia mereka lima tahunan. Salah satu anak (kakak) ternyata menderita stunting.

Stunting dapat dilihat dari kecenderungan berat badan anak yang lebih ringan dibandingkan anak-anak seusianya.

Temuan itu semakin membuat Renny dan tim peneliti penasaran untuk melacak sebab stunting yang dialami salah satu anak kembar. Mereka menghimpun informasi sebanyak-banyaknya dari orang-orang sekitar.

Renny Nurhasanah. AKURAT.CO/Maidian Reviani

Belakangan terungkap, ternyata ayah dari anak kembar seorang perokok berat. Itulah keadaan era modern. Pada zaman kolonial, anak mengalami stunting karena kekurangan pangan, sekarang karena perilaku orang tua yang sembrono.

“Rokok itu jahat banget untuk keluarga,” kata Renny.

Selain paparan asap rokok yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, pengaruh perilaku merokok pada orang tua juga pada sisi anggaran belanja rokok.

Ayah dari anak itu membelanjakan sepertiga dari penghasilan, Rp800 ribu - Rp900 ribu per bulan, untuk membeli rokok. Akibatnya, jatah belanja makanan untuk memenuhi gizi si kembar berkurang. Padahal, makanan bergizi jelas mempengaruhi tumbuh kembang bayi.

“Bayangkan betapa mirisnya kita kalau menjadi anak yang kondisinya seperti itu. Karena kita tidak bisa protes ya siapa orang tua kita siapa,” kata Renny.

Di lain hari, Renny bertemu suami istri yang bekerja sebagai pemulung: Nurlela dan Dedi, di Depok, Jawa Barat.

Pasangan tersebut dikaruniai seorang anak bernama Muhammad Rizki. Ketika itu, Rizki masih berusia tiga tahun. Bocah itu mengalami stunting.

Dedi seorang perokok berat. Sehari, minimal mengonsumsi sebungkus rokok.

Kalau diitung-itung, jumlah penghasilan keluarga pemulung itu lebih banyak dihabiskan untuk membeli rokok ketimbang untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi semasa Rizki masih dalam kandungan hingga lahir.

Gabungan pendapatan Nurlela dan Dedi selama seminggu Rp100 ribu. Sementara pengeluaran Dedi untuk membeli rokok selama sepekan melebihi pendapatan, bisa mencapai Rp105 ribu – kalau dihitung per bungkus rokok seharga Rp15 ribu.

“Orang pada bilang kalau dia miskin, emang miskin, tapi kondisi itu diperparah dengan merokoknya (Dedi) banyak. Ketika rokok banyak dikonsumsi, pemenuhan gizi dan protein anak jadi nomor dua,” kata Renny.

Ilustrasi rokok. REUTERS

Prevalensi konsumsi tembakau yang tinggi akan menimbulkan konsekuensi buruk pada kondisi sosial ekonomi rumah tangga di masa depan, khususnya untuk perkembangan anak. Sebab, orang tua akan lebih memprioritaskan membeli rokok ketimbang berinvestasi pada perkembangan masa depan anak, khususnya soal makanan bergizi.

Temuan Renny dan tim menunjukkan penyebab stunting pada anak sesungguhnya bukan hanya faktor kurang nutrisi, tapi juga akibat perilaku merokok pada orang tua mereka.

“Temuan ini sudah sejak lima tahun terakhir, kami yang bagian kesehatan udah masuk ke dalam isu ini, tapi desimasinya baru benar-benar sekarang-sekarang ini. Karena kita untuk menganalisi dampak rokok itu nggak cuma kesehatan aja, tapi juga keluarga, kita mulai ke ide-ide yang untuk anaknya perempuanlah dan ditemukan buktinya,” kata Renny.

Berdasarkan data deskriptif Indonesian Family Life Survey 2007 dan 2014, Renny dan tim menemukan bahwa anak-anak yang lahir dari orang tua perokok memiliki pertumbuhan berat badan (secara rata-rata) lebih rendah 1,5 kilogram dibandingkan anak-anak dari keluarga yang bukan perokok.

Selain itu, anak-anak dari keluarga perokok juga memiliki pertumbuhan tinggi badan (rata-rata) lebih rendah 0,34 sentimeter dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga bukan perokok.

“Stunting itu nggak bisa diubah atau nggak bisa diintervensi lagi kalau sudah melewati golden period (dua tahun).”

“Peningkatan pengeluaran rokok yang dibarengi oleh penurunan pengeluaran makanan sumber protein dan karbohidrat akan memiliki dampak jangka panjang terhadap kondisi stunting pada anak,” Renny menambahkan.

Dua contoh kasus di atas merupakan gambaran perilaku merokok pada orang tua memiliki kaitan erat dengan tingkat kemiskinan. Peningkatan biaya belanja rokok sebesar satu persen akan meningkatkan probabilitas rumah tangga menjadi miskin naik sebesar enam persen.

Hal ini terjadi karena belanja rokok mengakibatkan rumah tangga menggeser pengeluaran yang sifatnya produktif dan investasi sumber daya manusia.

Kasus stunting akibat rokok sudah banyak ditulis dalam jurnal ilmiah, namun karena isu ini terhitung masih baru, Kementerian Kesehatan dinilai belum memasukkan elemen rokok sebagai salah satu penyebab stunting di Indonesia.

“Sampai saat ini rokok masih kepada dampak kepada penyakit menular, kalau untuk anak meski didesak, kita kan tahu bahwa ada kejadiannya di masyarakat, terus pemerintahnya harus evaluasi, nanti kan semakin lama melihat kalau urgensinya tuh seperti ini.”

***

Menurut World Bank 2017, Indonesia merupakan salah satu negara dengan peringkat tertinggi jumlah perokoknya di Asia.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013 dan 2018, prevalensi merokok di Indonesia tidak banyak berubah dari 29,8 persen (2013) menjadi 28,8 persen (2018).

Data dari Indonesia Family Life Survey pada 2014 menunjukkan hampir 32 persen populasi orang Indonesia merupakan perokok aktif, sedangkan prevalensi merokok usia muda mengalami peningkatan signifikan selama kurun waktu 1993-2014.

“Prevalensi perokok usia 11-20 tahun mengalami peningkatan dari 1,79 persen (1993) menjadi 7,73 persen (2014), sedangkan prevalensi perokok usia 21-30 tahun mengalami peningkatan dari 14,5 persen (1933) menjadi 23,6 persen (2014). Kondisi ini perlu upaya serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengendalikan rokok di Indonesia,” kata Renny.

Kerangka teoritis penyebab stunting. Doc. Pusat Kajian Jaminan Sosial UI

Menurut Renny berdasarkan hasil kajian yang dilakukan bersama timnya, prevalensi perokok di antaranya berasal dari kelompok pendapatan rendah atau disebut penerima bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan, Program Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Keluarga Sejahtera, dan Program Pemberian Beras Sejahtera.

“Hasilnya bikin Kemensos nggak enak. Jadi ternyata bansosnya itu terpakai atau penerima bansosnya itu ternyata cenderung merokok loh, itu kan nohok banget untuk pemerintah. Sampai-sampai kami diberikan peringatan dari Menteri Sosial langsung melalui surat gitu ya.”

Menurut temuan studi yang dilakukan Renny dan tim, keluarga perokok dan menerima bantuan sosial memiliki konsumsi kalori, protein, lemak dan karbohidrat yang jauh lebih rendah dibandingkan keluarga penerima bantuan sosial, tapi tidak merokok.

Kemudian, penerima bantuan sosial dan perokok yang memiliki anak usai di bawah 15 tahun merupakan kalangan yang sering sakit dibandingkan dengan keluarga penerima bantuan sosial yang bukan perokok.

“Sebenarnya teorinya ini adalah ketika kita punya bansos, di sebelah sini yang terdiri dari segala macam kartu tadi dan ditambah JKN tadi, ini sesungguhnya sangat membantu mereka untuk keluar dari masalah kemiskinan. Namun di tengah-tengah, ada perilaku negatif yang sangat mengganggu, karena apa? Di dalam riset ini ditemukan juga bahwa ternyata benar-benar kecenderungan para perokok itu penerima bansos. Kami curiga, apakah penerima bansos dari segala macam kartu, ini menggunakan dana bantuan untuk konsumsi rokok?” ujarnya.

Apalagi jika bansos diberikan secara tunai, uangnya bisa langsung digunakan oleh si penerima untuk membeli rokok atau barang tidak berguna. []

Baca juga:

Tulisan 1: Melacak Jejak Stunting dari Zaman Kolonial

Tulisan 3: Ketimbang Belanja Makanan Bergizi Buat Anak Lebih Baik Beli Rokok: Fenomena Stunting

Tulisan 4: Stunting Masih Ada di Zaman Telepon Pintar, Bagaimana Penanganannya?

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

DPR RI

DPR Minta Pemerintah Tetap Perhatikan Masalah Stunting di Tengah Pandemi COVID-19

Image

Gaya Hidup

12 Ribu Poster Tinggi Badan Dibagikan untuk Tekan Angka Stunting

Image

Gaya Hidup

Remaja Berperan Penting Perbaiki Status Gizi di Indonesia

Image

News

Selesaikan Kasus Stunting pada Anak, Pemprov NTT Gandeng UNICEF

Image

Gaya Hidup

Angka Stunting Berhasil Diperkecil 5 Tahun Terakhir

Image

News

Menko PMK: Papua Akan Jadi Daerah Model untuk Penanganan Stunting

Image

Gaya Hidup

8 Desa di Bangka Selatan Darurat Stunting dengan Prevelensi Berbahaya

Image

Gaya Hidup

Madiun Intens Urus 995 Anak Kena Stunting

Image

Gaya Hidup

Bumil Rutin Makan Ikan, Stunting di Gorontalo Berhasil Ditekan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
MPR RI

Ada Potensi Tsunami Hingga 20 meter, MPR Desak Pemda di Selatan Jawa Giatkan Mitigasi

Walaupun dari aspek waktu peristiwa tsunami itu belum bisa diketahui, Pemda dan masyarakat setempat harus terus meningkatkan kewaspadaan.

Image
News

Prakiraan Cuaca Senin dan Selasa, Wilayah Jateng Diguyur Hujan Sedang hingga Lebat

Sejumlah aktivitas atmosfer Rossby Ekuatoria dan Madden Jullian Oscillation terjadi di wilayah Indonesia.

Image
News
DPR RI

Putusan Soal Premi JKP di RUU Cipta Kerja Tak Akan Memberatkan Pekerja

JKP adalah kebijakan pemberian jaminan tambahan berupa asuransi yang akan memberikan tiga fasilitas kepada pekerja yang terdampak PHK.

Image
News

Terpental Beberapa Meter, Sandra Tewas setelah Motornya Dihantam dari Belakang

Pengendara sepeda motor tiba-tiba berbelok langsung tanpa memberikan tanda atau menyalakan lampu sen.

Image
News

Pelaku Sindikat Pengiriman Pekerja Migran ke Malaysia Ditangkap

Satgas Pamtas juga menggagalkan pengiriman empat orag PMI secara ilegal.

Image
News

Jangan Mau Menang Saja, Parpol Harus Bertanggung Jawab Kepatuhan Prokes

Jangan hanya menyerahkan kepada aparat penegak hukum atau lembaga penyelenggara pilkada di tingkat daerah.

Image
News

Bawaslu: Potensi Keterlibatan ASN di Pilkada 2020 Tinggi

Bawaslu sudah bergerak melakukan pengawasan terkait dengan netralitas aparatur sipil negara.

Image
News

Penyelewengan Tabung Gas Elpiji Bersubsidi, Oknum Pertamina Diduga Terlibat

Penyidik sudah menetapkan pengangkut dan pengelola pangakalan gas elpiji sebagai tersangka.

Image
News

Jago PDIP di Pilkada Surabaya Ingin UMKM Naik Kelas

Selama ini Surabaya di bawah kepemimpinan Tri Rismaharini dikenal memiliki berbagai terobosan dalam memberdayakan UMKM.

Image
News

Bogor Diguyur Hujan hingga Sore, Status Bendung Katulampa Sempat Siaga IV

Pada pukul 21.00 WIB turun lagi menjadi 50 cm.

terpopuler

  1. Sri Mulyani Bebaskan Pajak Mobil Baru, Ferdinand Hutahaean: Jangan Begitu Bu!

  2. Klasemen Sementara Liga Inggris: Everton Duduk Nyaman di Puncak

  3. Meski Pandemi, 5 Zodiak Ini Justru Jadi Magnet Uang Lho!

  4. Kisah Eks Pasien Covid-19: Teman Paling Setia di Wisma Atlet adalah Kesepian

  5. Sindir Tito Karnavian Soal Pilkada, Sudjiwo Tedjo Ujung-ujungnya Malah Begini!

  6. Pengkhianatan G30S/PKI, Adi Prayitno: Saya Tidak Melihat Ada Propaganda

  7. Anies Pamer Hasil Naturalisasi Sungai Kanal Banjir Barat

  8. Pemprov DKI Kremasi Ratusan Jenazah yang Diduga Terpapar Corona 

  9. Protokol Kesehatan Covid-19 Anies Baswedan Dicuekin Pedagang Binaan

  10. Reza Artamevia Terlibat Narkoba Lagi, Aaliyah Massaid: Ibu yang Pertama Kali Minta Maaf

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Jalan Berliku Politik Gus Ami

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Potret Shanaya Arsyila Pramana, Cucu Pramono Anung yang Menggemaskan

Image
News

5 Gaya Istri Bupati Trenggalek Novita Hardini Pakai Kebaya, Memesona!

Image
News

Ulang Tahun Pernikahan ke-35, KSP Moeldoko Beri Kejutan Manis Kepada Istri