image
Login / Sign Up

Sudahlah Kampanye Poligaminya, Apanya Sih yang Dicari?

Maidian Reviani

Pro Kontra

Image

Ilustrasi - Poligami | ISTIMEWA

AKURAT.CO * Menurut Dara berbeda keadaannya dengan zaman sekarang. Sebagian lelaki menambah istri bukan untuk melindungi janda-janda tua, tetapi mereka memilih yang muda-muda.
* PSI tidak mau masuk pada perdebatan teologis. Mereka mengatakan sangat menghormati perbedaan pandangan keagamaan, baik yang pro dan kontra terhadap poligami.
* Dara meyakini, negara seharusnya jangan terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, melanggengkan ketidakadilan yang muncul akibat praktik poligami.

***

“Kakek saya poligami, tante saya dipoligami, jadi saya melihat tuh bagaimana poligami itu nggak seindah yang dikampanyekan orang-orang bahwa bisa adillah dan lain sebagainya itu nggak. Berantakan keluarganya kalau poligami,” kata politikus Partai Solidaritas Indonesia  Dara Adinda Kesuma Nasution ketika saya wawancarai hari itu.

baca juga:

Poligami sudah ada sejak zaman dulu. Pada masa lalu, menurut Dara, poligami diniatkan untuk melindungi janda-janda korban perang. Peperangan mengakibatkan jatuh banyak korban jiwa dan mengurangi jumlah lelaki dan dampaknya banyak perempuan tak bersuami.

“Bayangin kita hidup di zaman dulu dimana jaminan sosial belum ada, BPJS nggak ada, rumah sakit nggak ada, tinggalnya di gurun lagi,” kata Dara untuk menggambarkan keadaan masa lalu.

Menurut Dara berbeda keadaannya dengan zaman sekarang. Sebagian lelaki menambah istri bukan untuk melindungi janda-janda tua, tetapi mereka memilih yang muda-muda.

Dara Nasution Blusukan. Instagram/daranasution1

“Sekarang laki-laki poligami itu nggak cari janda-janda tua tuh, dia cari yang muda, dia cari yang seger, jadi kan meski dipertanyakan tuh niatnya apa mau poligami,” ujar Dara. 

Salah satu dampak poligami yang paling dikhawatirkan yaitu mendorong peningkatan angka perceraian. Risiko perceraian meningkat ketika istri pertama merasa ada ketidakadilan dalam rumah tangga, terutama dari aspek ekonomi dan perhatian suami.

Itu sebabnya, PSI menyatakan menolak praktik poligami. Ketua Umum PSI Grace Natalie dalam salah satu pidato mengatakan semua kadernya dilarang berpoligami.

Salah satu landasan penolakan terhadap praktik poligami yang disampaikan Grace ketika itu adalah hasil riset Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan yang menyimpulkan poligami mengakibatkan ketidakadilan dalam rumah tangga, mengakibatkan perempuan tersakiti dan anak terlantar.

“Secara riset empiris, poligami banyak menyebabkan bahaya daripada keuntungannya, riset-riset seperti LBH APIK, Komnas Perempuan menemukan bahwa poligami potensi menyebabkab penelantaran anak dan kekerasan pada perempuan, itu sih dasarnya.”

Sikap PSI yang disampaikan oleh Grace ketika itu dalam konteks untuk kader.

“Kita (PSI) nggak bisa melarang-larang orang satu-satu untuk tidak poligami, paling tidak di ranah internal ini tidak membolehkan kader buat poligami,” kata Dara.

Tapi di masa mendatang, PSI memiliki agenda memperjuangkan penerapan larangan poligami bagi aparatur sipil negara, juga pejabat yang duduk di lembaga legislatif maupun yudikatif, lewat revisi terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

PSI dalam situs resmi mereka menjelaskan pejabat publik bekerja, terikat kontrak dan digaji oleh negara yang keuangannya berasal dari pajak seluruh warga negara. PSI meyakini, negara seharusnya tidak terlibat — secara langsung maupun tidak langsung — melanggengkan ketidakadilan yang muncul akibat praktik poligami. Lebih dari itu pejabat publik dan ASN dituntut menjadi tauladan bagi masyarakat umum.

PSI tidak mau masuk pada perdebatan teologis. Mereka mengatakan sangat menghormati perbedaan pandangan keagamaan, baik yang pro dan kontra terhadap poligami.

Fokus PSI dalam isu poligami yaitu dari sisi masalah sosial dan keadilan bagi perempuan.

“Kita melihat realita di lapangannya aja. Kalau masalah tafsir, yang ada di Alquran agama islam juga banyak ada perbudakan, itu ada, tapi kan sudah tidak dilakukan lagi, jadi ya, gitu deh, tidak mau terjebak debat teoligis karena itu bukan paham kami,” kata Dara.

Ajakan Poligami. AKURAT.CO/Furkan

Bahkan kalau ada kader PSI yang keyakinannya tidak cocok dengan sikap PSI dan menyatakan keluar, akan tetap dihormati.

“Dia merasa ya nggak cocok lagi secara ideologis dan kita nggak apa-apa. Susah juga berjuang di partai kalau udah ada perbedaan-perbedaan yang sifatnya ideologis semacam itu,” ujarnya.

Menentang praktik poligami, kata Dara, tidak melanggar hak asasi manusia, khususnya bagi lelaki. Justru sebaliknya, perempuan yang dipoligami, hak untuk mendapatkan perhatian penuh dari suami menjadi cedera.

“Kan meski ada batasannya juga.”

Dara mendukung revisi terhadap Undang-Undang Perkawinan khususnya yang mengatur poligami.

Dara meyakini, negara seharusnya jangan terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, melanggengkan ketidakadilan yang muncul akibat praktik poligami.

“Harus ditinjau ulang karena di sana kan misalnya kepala keluarga laki-laki, sementara kan sekarang sudah tidak begitu lagi, sudah banyak perempuan yang jadi kepala keluarga, juga terus masalah pasal poligami itu saya pribadi sih melihatnya laki-laki sih boleh, tapi kan perempuan nggak, kenapa nggak dilarang aja dua-duanya.”

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia itu optimistis mayoritas perempuan Indonesia mendukung revisi UU Perkawinan. Dara mengatakan ada riset yang menyebutkan 80 persen orang Indonesia menolak poligami.

Terhadap kampanye untuk poligami, Dara berharap gerakan tersebut distop. Apalagi kampanye yang menyebutkan kalau perempuan menolak dipoligami masuk kategori pendosa -- pandangan ini kemudian membuat sebagian perempuan ciut.

“Udahlah kampanye poligaminya. Apanya sih yang dicari? Kampanyenya itu jangan merendahkan perempuan misalkan mereka selalu bilang istrinya itu belum menerima poligami nanti pelan-pelan bisa di install softwarenya di kepala perempuan. Emang kita apa? Emang kita benda mati yang tidak punya pemikiran sendiri. I don't know lah cobalah baca lagi sejarah poligami zaman Nabi dulu apa semangatnya jangan melenceng dari sana.”

***

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Eva Kusuma Sundari juga menyoroti poligami dari aspek sosial. Setali tiga uang dengan Dara, Eva Sundari mengatakan poligami lebih banyak mudarat ketimbang manfaat bagi perempuan.

“Kenapa mudarat, karena sumbernya berasal dari sulitnya (laki-laki) bersikap adil,” kata Eva Sundari

“Dimensinya bisa banyak, ada kekerasan seksual tidak digilir atau kemudian kekerasan ekonomi karena ternyata tidak mendapat materi yang sebagus dengan istri yang lainnya, karena istri pertama biasanya selalu ingin dimenangkan, boleh kawin kedua dan kawin ketiga, tapi kamu harus lebih banyak tinggal di rumah,” Eva menambahkan.

Walau sebagian lelaki mengatakan beristri lebih dari satu tetap bisa adil dan tidak melakukan kekerasan dalam rumah tangga, menurut Eva, tetap saja kehidupan seperti itu sulit benar-benar diterima perempuan karena dia harus berbagi suami dengan orang lain.

“Manusiawilah cemburu melihat berbagi tubuh suami dengan yang lain dan bagaimana dia bermesaran dengan yang lain, sulitlah aku membayanginnya dan anak-anak jadi korban keluarga poligami itu.”

Terhadap gerakan anti poligami, menurut Eva, sejatinya mereka ingin memberikan penyadaran bahwa poligami bukan untuk kesenangan semata, tapi untuk menciptakan perlindungan sosial kepada perempuan yang membutuhkan, misalnya para janda.

“Yang masih mandiri gadis-gadis ayu ya jangan dikawinin dong, harusnya kan janda yang tidak berdaya,” kata anggota komisi XI DPR.

Eva Kusuma Sundari . AKURAT.CO/Denny Iswanto

Itu sebabnya, walau melakukan poligami merupakan hak suami, Eva Sundari menekankan pentingnya kesetiaan terhadap satu istri. Kesetiaan terhadap istri, kata dia, merupakan ajaran agama.

“Setia itu ajaran agama, menjaga perasaan peremepuan itu ajaran agama juga, dan menurutku malah menyakiti perempuan itu tidak diboleh kan oleh agama? Meskipun itu hak ya, tapi kalau tahu itu berat sekali untuk oleh perempuan dan ingin menjaga perasaan perempuan, jauh lebih mulia.”

Di Indonesia, poligami dipraktikkan secara terbuka, bahkan dicontohkan oleh sebagian politisi.

“Bahkan banyak pelaku bikin organisasi untuk mempromosikan poligami,” kata Eva Sundari.

Indonesia sedang berupaya menciptakan golden generation melalui bonus demografi guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk menciptakan golden generation sebenarnya bukan hanya tanggungjawab pemerintah, melainkan juga masyarakat.

Menurut Eva Sundari golden generation tidak benar-benar terwujud kalau lelaki banyak menikah dan menghasilkan banyak anak. Sebab, kalau satu keluarga memiliki banyak orang anggota, fasilitas negara hanya akan dinikmati keluarga itu-itu saja.

“Jadi kita pengin ada kontrol KB agar daya dukung lingkungannya tidak berat, biar beban negara juga tidak berat, tapi kemudian ada orang yang tidak menganggap poligami sebagai darurat, tapi sebagai hak kesenangan, ini kan menurutku egois orang itu,” ujarnya.

“Misalkan sakit kemudian nggak punya anak dan kawin lagi yang menurutku nggak apa-apa dan itu lebih motif sosial bukan motif kesenangan dan menurutku baik,” Eva menambahkan. []

Baca juga:

Tulisan 1: Sejarah Gerakan Anti Poligami di Indonesia

Tulisan 2: Tak Rela Dimadu: Banyak Perempuan Terpaksa Mau Dipoligami, Tapi Kemudian Minta Cerai

Tulisan 3: Suami Ingin Tambah Istri Biasanya Punya Sejuta Alasan untuk Disampaikan: Temuan-temuan Riset

Tulisan 5: Saya Ada Kawan Istrinya 4, Anaknya 32, Diurusin Semua: Dengar Pendapat Habib Novel dan Ustaz Tengku soal Poligami

Tulisan 6: Mengapa Harus Qanun Poligami, Padahal Sudah Ada UU: Pro Kontra dari Aceh

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Pro Kontra

Mengapa Harus Qanun Poligami, Padahal Sudah Ada UU: Pro Kontra dari Aceh

Image

News

Pro Kontra

Saya Ada Kawan Istrinya 4, Anaknya 32, Diurusin Semua: Dengar Pendapat Habib Novel dan Ustaz Tengku soal Poligami

Image

News

Pro Kontra

Suami Ingin Tambah Istri Biasanya Punya Sejuta Alasan untuk Disampaikan: Temuan-temuan Riset

Image

News

Pro Kontra

Tak Rela Dimadu: Banyak Perempuan Terpaksa Mau Dipoligami, Tapi Kemudian Minta Cerai

Image

News

Pro Kontra

Sejarah Gerakan Anti Poligami di Indonesia

Image

News

INFOGRAFIS Pro Kontra Tabloid Indonesia Barokah

Image

Video

VIDEO Revitalisasi Rusun Klender yang Penuh Pro Kontra

Image

News

Pro Kontra TKA

Fraksi Golkar di DPR RI Tolak Pembentukan Pansus Angket TKA

Image

Hiburan

KOREA

Penampilan Baru Kang Daniel Tuai Pro Kontra Penggemar

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

The Jokowi Center: KPK Jangan Jadi Negara dalam Negara

Pak Jokowi sudah menyatakan serius lawan korupsi.

Image
News

Tangani Karhutla Riau, TNI Siapkan Pasukan Hingga Pesawat Water Bombing

"TNI dan Polri membantu membuat hujan buatan dan mengintivigasi di wilayah-wilayah yang ada hotspot-nya"

Image
News

Polsek Cengkareng Gelar Simulasi Kebakaran ke Warga

kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari peristiwa kebakaran yang kerap terjadi di wilayah Jakarta Barat

Image
News

Suzuki APV Alami Kecelakaan Tunggal di Tol Jagorawi, Tiga Korban Dilarikan ke RS

Penyebab kecelakaan adalah pecah ban belakang, sehingga kendaraan oleng dan terguling.

Image
News

Pesan Wali Kota Jakut untuk Anggota PMI Agen Anti Narkoba

Kami akan selalu mendukung dan siap berkolaborasi untuk mencegah peredaran narkoba di wilayah Jakarta Utara

Image
News

Asap Pekat di Sungai Mentaya Rawan Picu Kecelakaan

Hal yang perlu diwaspadai adalah aktivitas kapal dan perahu tradisional yang cukup padat di Sungai Mentaya.

Image
News

Dokter Muda dari NU Daftar Calon Bupati Pakai Tiket PDIP

Sukma telah mengembalikan formulir pendaftaran di kantor DPD PDI Perjuangan Jatim pada Sabtu (14/9/2019) malam.

Image
News

BNPB :Kualitas Udara Riau Masih Buruk

tujuh helikopter untuk pengemboman air dan patroli dikerahkan untuk wilayah Provinsi Riau.

Image
News

Poempida Hidayatulloh Ajak Mahasiswa Ciptakan Inovasi dan Solutif di Era Digital

Menurut Poempida, mahasiswa harus memiliki inovasi dan solutif terhadap permasalahan ini.

Image
News

Anies Bocorkan Konsep Pembangunan Jalur Sepeda dan Fasilitasnya

Pemprov DKI akan mendukung dengan mempersiapkan sarana-prasarana pendukung untuk pesepeda.

Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Pertanyakan Kapan Novel Baswedan Mundur dari KPK, Dahnil ke Denny Siregar: Ini Orang Hatinya Mati

  2. Serahkan Tanggung Jawab KPK ke Jokowi, Tengku Zul: Lebih Baik Begitu, Kami Mendukung!

  3. Pakar Hukum: Jokowi Masih Miliki Kesempatan Gagalkan RUU KPK

  4. Soal Rambutan, Lucinta Luna Dibentak Raffi Ahmad Sampai Nangis

  5. Agus Rahardjo Serahkan Tanggung Jawab KPK ke Jokowi, Faizal: Kalau Tidak Setuju dengan UU Mundur Saja

  6. 23 Sapi Mati karena Tersambar Petir, Videonya Bikin Merinding

  7. Saut Situmorang Mengundurkan Diri dari Pimpinan KPK, Antasari: Itu Tindakan Pengecut, Cengeng!

  8. Dulu Ada Ekonom Perempuan Sering Mengecam BJ Habibie, Said Sindir Sri Mulyani?

  9. Ketua Baleg Sebut hanya NasDem yang Belum Menyatakan Menerima atau Menolak Revisi UU MD3

  10. Yunarto ke Denny Siregar: Sejak Kapan Pemilih Ahok Gak Boleh Protes Anies Kalau Kerjanya Ngawur?

fokus

BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan
Kekerdilan

kolom

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Image
Ujang Komarudin

Membunuh KPK

Image
Hasan Aoni

Menonton Bakat Anak Dalam Imajinasi Eksploitasi

Image
Hendra Mujiraharja

Bisnis Tembakau Djarum di Antara Pembinaan dan Eksploitasi Anak

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

10 Potret Regina Nadya Suwono, Anggota Legislatif Muda yang Memesona

Image
News

5 Fakta Karier Saut Situmorang, Mulai dari BIN hingga Jabat Wakil Pimpinan KPK

Image
News

Warganya Dikepung Kabut Asap, 5 Fakta Gubernur Riau Syamsuar yang Sedang ke Thailand