Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Kisah-kisah Perempuan Kawin Muda: Gugurkan Kandungan hingga Ditipu Lelaki Beristri

Maidian Reviani

Nikah Cepat

Kisah-kisah Perempuan Kawin Muda: Gugurkan Kandungan hingga Ditipu Lelaki Beristri

Ilustrasi - Cokelat dan Cinta Valentine | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO Kasus perkawinan anak ibarat fenomena gunung es. Hanya sebagian yang terpantau. Sebagian lagi belum termonitor oleh para pegiat hak perempuan dan perlindungan anak.

Apalagi, DPR sampai sekarang belum merevisi beleid ketentuan batas usia minimal dalam Undang-Undang tentang Perkawinan, padahal Desember 2018 lalu, Mahkamah Konstitusi telah mengabulkan gugatan yang diajukan kelompok masyarakat. Beleid yang digugat karena dinilai diskriminatif dan dianggap menjadi penyebab maraknya perkawinan anak menyebutkan batas minimal laki-laki 19 tahun, sedangkan perempuan 16 tahun.

Selama DPR belum berani merevisi – batas yang diberikan MK selama tiga tahun sejak keputusan – ketentuan yang lama masih berlaku. Artinya, jumlah kasus besar kemungkinan masih bertambah lagi.

baca juga:

Edisi kali ini mengangkat isu itu. Tulisan dimulai dari kisah-kisah anak yang dikawinkan pada usia yang sangat muda beserta persoalan yang melatarinya. Cerita dari anak-anak yang kawin muda beragam sudut pandang.

Beberapa tulisan berikutnya menyajikan data, temuan, serta upaya yang dilakukan para pegiat hak perempuan dan perlindungan anak untuk menyadarkan masyarakat serta mengajak semua kalangan intervensi dalam melindungi anak dan perempuan.

Berbagai persoalan yang menjadi turunan perkawinan dini yang intinya perempuanlah yang paling dirugikan juga diulas pada bagian ini.

Pada bagian lain tulisan mengangkat sikap anggota Majelis Ulama Indonesia. Salah satu anggota MUI justru minta bukti kalau UU tentang Perkawinan terutama terkait ketentuan usia minimum menjadi sumber masalah.

Di bagian-bagian akhir, menyoroti sampai sejauh mana proses revisi di DPR, yang ternyata masih mandeg. Di penghujung tulisan, disajikan interview khusus politikus muda perempuan dari Partai Solidaritas Indonesia. PSI jelas pada posisi membela hak perempuan dan anak.

Untuk lebih lengkapnya, silakan membaca bagian per bagian dari tulisan berikut ini.

***

* Sekarang ini, Rini berusia 13 tahun. Di usianya yang begitu muda, dia sudah memiliki tanggungjawab menjadi ibu rumah tangga. Anak dari hasil perkawinan dengan pria 28 tahun itu kini berusia satu bulan.
* Belakangan terungkap kabar mengejutkan, pria berkepala empat yang mengawini Muan itu ternyata sudah menikah dan seorang buronan polisi dalam kasus menghamili perempuan lain.
* Fase pertama menjadi istri, Nunu terus terang merasa kikuk lantaran belum terbiasa menjalankan tugas baru.

***

Rini (bukan nama sebenarnya) tinggal di salah satu kampung di Desa Watesjaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Perut murid sekolah dasar itu mulai buncit.

Gerak-gerik murid berusia 11 tahun itu tak selincah biasanya. Dia hamil. Namun, kehamilannya maupun siapa yang menghamilinya tak banyak diketahui orang sekitar.

Pada suatu hari, diambillah keputusan untuk menggugurkan janin.

Setelah menggugurkan kandungan, Rini didekati seorang pria berusia sekitar 28 tahun. Belakangan, setelah Rini lulus SD pada tahun 2018, Rini bersedia dinikahi lelaki itu.

Koalisi Perempuan Indonesia Desa Watesjaya baru mengetahui kabar pernikahan dini itu belakangan, itu pun dari petugas posyandu.

Sekretaris KPI Cabang Kabupaten Bogor Mega Puspitasari dapat mengerti kenapa Rini mau mengambil keputusan nikah di usia sangat muda. 

“Tak penting baginya usianya yang masih anak-anak, bagi Rini saat itu yang penting bisa hidup bersama dengan seorang pria yang dia sayangi,” kata Mega. 

Mega prihatin dengan yang dialami Rini. Menurut Mega posisi Rini adalah korban.

Sejak kecil, Rini kurang mendapatkan perhatian dari orangtua. Dia tinggal bersama nenek yang tidak selalu bisa memantaunya.

“Jadi kebetulan ini anak korban broken home juga. Menurut cerita warga setempat, ibu si anak ini memang sudah menikah beberapa kali. Sehingga si anak lebih memilih tinggal sama neneknya,” kata Mega.

Sekarang ini, Rini berusia 13 tahun. Di usianya yang begitu muda, dia sudah memiliki tanggungjawab menjadi ibu rumah tangga. Anak dari hasil perkawinan dengan pria 28 tahun itu kini berusia satu bulan.

“Beruntung suaminya terlihat begitu menyayangi Rini, meskipun Rini tak lagi menempuh pendidikan,” ujarnya.

***

Pada 2016 lalu, Muan (juga bukan nama sebenarnya) dinikahkan dengan seorang pria berusia 40 tahun. Ketika itu, remaja putri asal Kampung Wates, Kabupaten Bogor, masih berumur 15 tahun.

Sebenarnya perkawinan dini itu tidak dikehendaki. Awalnya, Muan yang masih duduk di sekolah menengah atas tergoda dengan uang yang diberikan pria berkepala empat itu.

“Saat itu Muan digauli karena Muan memang polos dan hanya menginginkan uang jajan saja. Jadi Muan mau melakukannya karena dia tidak mengerti terhadap tindakan yang dia lakukan. Jadi bisa dikatakan terpengaruh oleh uang,” ujar Mega.

Muan hamil dan akibatnya dia terpaksa dinikahkan dengan pria tadi.

“Namun perkawinan ini tak berlangsung lama,” kata Mega.

Setelah Muan melahirkan, suaminya kabur.

Belakangan terungkap kabar mengejutkan, pria berkepala empat yang mengawini Muan itu ternyata sudah menikah dan seorang buronan polisi dalam kasus menghamili perempuan lain.

“Karena suaminya juga menghamili perempuan lain sehingga diminta pertanggungjawaban oleh pihak perempuan yang dihamilinya tersebut,” ujar Mega.

Kini, Muan menjadi single parent bagi anaknya. Beruntung, dia punya keluarga yang selalu membantu membesarkan hati dan membesarkan anak.

“Saat Muan mengetahui seperti itu, tentu Muan sedih. Terlebih pihak keluarga, tetapi meski begitu mereka mensyukuri bahwa Muan sudah bisa lepas dari suaminya yang seperti itu,” ujarnya.

Beberapa waktu yang lalu, Muan kembali menjalin kasih dengan pria baru. Rencananya, mereka akan melangkah ke jenjang pernikahan pada tahun ini.

***

Lain lagi cerita Nunu (bukan nama sebenarnya). Pada 2014, di usia yang ke 14 tahun 6 bulan, dia menerima pinangan Supri (bukan nama sebenarnya) yang berusia 30 tahun.

Nunu menerima lamaran Supri karena sebelumnya sudah kenal dia, yang dimulai dari percakapan di Facebook. Nunu sudah percaya sekali dengan pedagang bakso itu karena sebelumnya biaya sekolah Nunu dari kelas satu sampai kelas tiga SMP ditanggung Supri.

Sebelum dilamar Supri, sebenarnya Nunu yang berasal dari keluarga sederhana itu sudah dijodohkan orangtuanya. Tetapi, Nunu tak sanggup menolak lamaran Supri yang suatu hari datang ke rumah.

Nunu sebenarnya sempat ragu karena merasa belum benar-benar siap menjadi ibu rumah tangga, tetapi keluarga Supri ketika itu mengatakan akan membantu mendampinginya. Mendengar sikap keluarga Supri, Nunu pun mantap melangkah.

“Soal masak nanti bisa diajarin, bisa dibantuin. Kayak dididik sama keluarga pria. Jadi yaudah lah aku siap nikah, dia juga udah siap biayain aku. Ya udah nikah langsung," katanya.

“Aku siap nikah sama dia karena aku udah tahu sifat dia, udah tiga tahun kan saling tukar cerita sama dia. Jadi udah tahulah karakter dia, keluarganya juga udah tahu semuanya.”

Singkat cerita, mereka menikah. Acaranya berlangsung lancar.

"Ya udahlah daripada jadi fitnah orang lain kan, dihalalin aja. Alhamdulillah pas pernikahan, itu kan akadnya malam, sehari kemudiannya baru ada acara pengajian terus dirayain, resepsi seperti biasa," kata dia.

Nunu bahagia setelah resmi menikah. Tetapi perasaan minder, apakah bisa menjadi seorang istri yang baik karena usianya yang baru 14 tahun, tetap menghantui.

Fase pertama menjadi istri, Nunu terus terang merasa kikuk lantaran belum terbiasa menjalankan tugas baru.

Ilustrasi nikah AKURAT.CO/Candra Nawa

Menjadi istri berarti kebiasaannya harus siap berubah 180 derajat. Kalau dulu setelah bangun tidur, beres-beres rumah, lalu bisa tidur lagi. "Kalau udah punya suami kan nggak gitu, beda lagi. Mau bagaimana kita sibuk, kita harus melayani suami," kata dia.

Nunu dulu juga pernah diterpa gosip di lingkungan rumah. Dia dianggap hamil duluan, makanya mau menikah muda. Tapi, Nunu menjelaskan kepada mereka, justru daripada lama-lama pacaran dan beresiko zina, langkah terbaik segera menikah.

"Tuduhan-tuduhan seperti itu pasti ada. Kenapa sih perasaan sebelum puasa belum ada calonnya eh setelah seminggu abis lebaran kenapa nikah, apa karena hamil di luar nikah? Terus aku jelasin sama orang yang bilang kayak gitu, daripada pacaran lama-lama, jadi fitnah mending kita nikah. Jadi tuduhan-tuduhan itu banyak banget, kanan, kiri, depan, belakang rumah, itu ada," katanya.

Dari berbagai referensi yang didapat, Nunu tahu seperti apa resiko menikah muda. Misalnya, karena belum punya kemampuan menyikapi masalah keluarga, kemungkinan terjadi pertengkaran dan berujung perceraian.

"Ya tahulah risikonya, kayak ego kita masih tinggi, belum bisa memahami sifat satu sama lain, sering cekcok karena hal-hal sepele. Masalah kecil bisa jadi besar dan kadang ujung-ujungnya keluarga tahu, melibatkan keluarga," kata Nunu.

"Resiko lainnya sih pernah sesekali berpikir gimana sih kalau aku nikah muda terus punya anak, udah punya anak nanti suami aku pindah ke lain hati, pindah ke orang lain pasti ada pikiran ke situ. Apalagi teman-teman aku udah banyak yang nikah muda duluan, pas udah punya anak terus langsung diceraikan. Aku sih berpikir kayak gitu."

Resiko menikah dini terhadap kesehatan reproduksi ketika itu juga sudah didengar Nunu. Menurut konsep kesehatan, tubuh ibu yang hamil diusia 20 tahun ke bawah belum matang dan belum siap memelihara janin yang ada di dalam perut.

"Waktu itu ke dokter, terus dokternya bilang kalau aku nggak bisa melahirkan secara normal karena aku masih di bawah umur. Tapi kehendak Allah berkata lain, aku akhirnya melahirkan normal. Meskipun prosesnya satu minggu baru bisa melahirkan. Jadi misalkan hari ini saya sudah mulai merasakan mulas, minggu depannya baru bisa melahirkan. Bahkan sampai mobil ambulans standby di depan rumah saya," kata Nunu.

Nunu bersyukur memiliki suami yang sejauh ini selalu bisa menghargai kebebasannya.

"Terkadang kalau lagi ngumpul-ngumpul sama teman-teman yang belum nikah sedikit iri, temen aku bisa ke sana ke sini dengan siapa aja, sedangkan aku gak bisa. Tapi ya sudahlah saat itu mikirnya sabar aja. Terus chattingan sama cowok gak bisa, aku kan menghargai dia. Walaupun saya dibebaskan sama suami ya tetap kan punya tanggung jawab melayani suami," kata Nunu.

Nunu mengaku butuh waktu dua tahun untuk benar-benar bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan sebagai ibu rumah tangga.

Dari pengalaman Nunu, masalah justru datang bukan dari suami, tetapi saudara-saudara suami. Saudara dari Supri sampai detik ini belum bisa menerima Nunu sebagai anggota keluarga karena dianggap masih anak-anak.

"Kakak-kakaknya dia gak ada yang setuju sama aku. Sekarang juga masih gak setuju, masih cuek. Ya masalahnya itu tadi, keluarganya dia pikir kan aku masih muda, takutnya nggak bisa menyesuaikan diri. Padahal kan bagaimana suami aku membimbing," kata dia. 

Di kampung halaman Nunu dan Supri, Cianjur, masih banyak kasus perkawinan dini.

"Rata-rata nikahnya di usia 17-18 tahun, kecuali benar-benar perempuannya betah di kota, itu baru nikahnya bisa 20 tahun lebih. Cuma kan kebanyakan perempuan di sana terkadang berpikir kalau udah punya anak tiba-tiba ditinggal sama suami. Teman aku juga ada nikah muda baru dua bulan terus pisah. Mangkanya aku sempet takut juga nikah muda, tapi tergantung kitanya juga sih," kata Nunu. [Herry Supriyatna]

Baca juga:

Tulisan 1: Kisah-kisah Perempuan Kawin Muda: Gugurkan Kandungan hingga Ditipu Lelaki Beristri

Tulisan 2: Berkali-kali Kawin dan Kandas Semua: Angka Nikah Dini di Berbagai Daerah yang Mencengangkan

Tulisan 3: Indonesia Juara Perkawinan Anak Setelah Kamboja: Tiap Hari, 39 Ribu Anak Perempuan di Dunia Dikawinkan

Tulisan 4: Kebanyakan Usia Perkawinan Anak Cuma Seumur Jagung

Tulisan 5: Kawin karena Hamil Duluan, Sekolah Nyaris Berantakan: Cerita Komunitas Muda Kampanye Cegah Pernikahan Dini

Tulisan 6: Tengku Zulkarnain: Omong Kosong Aja, Separuh Kawan Saya SD Itu Kawin Semua, Nggak Ada Tuh yang Mati

Tulisan 7: Revisi UU Perkawinan Mandeg di DPR, Eva: Mungkin karena Isu Perempuan atau Anak Kali Ya, Nggak Dianggap Penting

Tulisan 8: Interview Khusus Tsamara Amany: Kalau UU Perkawinan Nggak Segera Direvisi, Sangat Bahaya!

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Nikah Cepat

Interview Khusus Tsamara Amany: Kalau UU Perkawinan Nggak Segera Direvisi, Sangat Bahaya!

Image

News

Nikah Cepat

Revisi UU Perkawinan Mandeg di DPR, Eva: Mungkin karena Isu Perempuan atau Anak Kali Ya, Nggak Dianggap Penting

Image

News

Nikah Cepat

Tengku Zulkarnain: Omong Kosong Aja, Separuh Kawan Saya SD Itu Kawin Semua, Nggak Ada Tuh yang Mati

Image

News

Nikah Cepat

Kawin karena Hamil Duluan, Sekolah Nyaris Berantakan: Cerita Komunitas Muda Kampanye Cegah Pernikahan Dini

Image

News

Nikah Cepat

Kebanyakan Usia Perkawinan Anak Cuma Seumur Jagung

Image

News

Nikah Cepat

Indonesia Juara Perkawinan Anak Setelah Kamboja: Tiap Hari, 39 Ribu Anak Perempuan di Dunia Dikawinkan

Image

News

Nikah Cepat

Berkali-kali Kawin dan Kandas Semua: Angka Nikah Dini di Berbagai Daerah yang Mencengangkan

komentar

Image

1 komentar

Image
Achmad Fauzi

ya harus hati" aja

terkini

Image
News

Terjadi Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jabar-DIY, BMKG Imbau Nelayan Waspada

Tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter dan kecepatan angin di atas 15 knot berbahaya bagi perahu nelayan.

Image
News

HUT DPD, LaNyalla: Sejak Berdiri Sampai Agustus, DPD Lahirkan 749 Keputusan

Dalam perjalanannya DPD RI telah memberikan penguatan sistem demokrasi, khususnya dalam hal menampung aspirasi masyarakat dari tiap daerah

Image
News

Keracunan Makanan dan Alami Cedera, Raja Malaysia Dirawat di Rumah Sakit

Raja Malaysia Sultan Abdullah dirawat di Rumah Sakit karena keracunan makanan dan cedera ketika berolahraga

Image
News

Elektabilitas Anies Jeblok Gegara PSBB Fase 2, PDIP: Bukti Warga Jakarta Cerdas

Gembong menilai PSBB fase 2 yang ditempuh Anies Baswedan adalah kebijakan yang politis.

Image
News
MPR RI

Usir Penjajah, MPR Dukung Pemberian Gelar Pahlawan Nasional  K.H Ahmad Sanusi

KH. Ahmad Sanusi adalah anggota BPUPKI serta merupakan pendiri organisasi Persatuan Umat Islam.

Image
News

Komjak: Revisi UU Kejaksaan Sangat Penting dan Mendesak

Karena UU Kejaksaan sudah berumur 14 tahun dan sudah selayaknya dilayaknya direvisi

Image
News

Balas Tengku Zul, Denny Siregar Kaitkan KAMI dengan HTI

KAMI di Surabaya masih beruntung hanya dibubarkan saja, ketimbang HTI.

Image
News

5 Pertanyaan Menohok Najwa Shihab untuk Menkes Terawan, Siap Mundur Pak?

Menurut Najwa, pertanyaan tersebut bukan hanya datang dari dirinya. Melainkan juga dikumpulkan dari pertanyaan yang diberikan oleh publik

Image
News

Seru Nih, Diskusi ILC Nanti Malam Bahas PKI, Fahri Minta Fadli Zon Dihadirkan

Fahri Hamzah penasaran dengan tokoh PKI yang akan diundang Karni Ilyas.

Image
News

PSBB DKI Jakarta Bernuansa Politik

Hanya dimanfaatkan Anies Baswedan untuk mencari popularitas semata.

terpopuler

  1. Doa Bagi Orang Tua, Agar Anak-anaknya Sukses Dunia Akhirat

  2. Ulang Tahun ke-73, 5 Potret Lawas Luhut Pandjaitan Tampak Gagah Sejak Muda

  3. Ardi Bakrie Selama Ini Biayai Hidup Keluarga Nia Ramadhani

  4. Ivan Gunawan Ngaku Sudah Lama Tak Komunikasi dengan Ayu Ting Ting

  5. Pengakuan Teddy Gusnaidi Pernah 'Hajar' Gatot Nurmantyo

  6. 5 Fakta Penting Silvany Austin Pasaribu, Diplomat Muda yang 'Lawan' Vanuatu di Sidang Umum PBB

  7. Perpanjang PSBB Ketat, Elektabilitas Anies Makin Anjlok

  8. Viral Anak Dibuang Orang Tua Disertai Surat dari Sang Ibu, Begini Faktanya

  9. Perantau dari Batam Salah Masuk RS di Jakarta, Biaya Pasien Covid-19 Dipatok Selangit

  10. Klaster Ketenagakerjaan di RUU Ciptaker Ketok Palu, Baleg: Korban PHK Dapat 32 Kali Gaji

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Gaya Presiden Jokowi Gowes Pagi, Tampil Keren dengan Sepeda Produk Lokal

Image
News

Cerita Cawagub Kaltara Undunsyah Raih Pendidikan, Tak Mampu Naik Pesawat Perahu pun Jadi

Image
News

Ulang Tahun ke-73, 5 Potret Lawas Luhut Pandjaitan Tampak Gagah Sejak Muda