image
Login / Sign Up

Interview Farhan Soal Perlindungan Data Pribadi: Anak Saya Dijanjikan Pulsa Rp3 Juta

Maidian Reviani

Darurat Perlindungan

Image

Politisi Partai Nasional Demokrat, Muhammad Farhan, di acara 'Membedah Visi Manajemen Talenta Presiden Jokowi Dalam Membangun Sumber Daya Manusia yang Berkualitas' di Resto Riung Sunda-Hotel Ibis Cikini, Rabu (31/7/2019) | AKURAT.CO/Maidian Reviani

AKURAT.CO, “Selamat, Anda terpilih menjadi pemenang! Anda meraih hadiah sebesar 100 juta rupiah sebagai apresiasi pengguna provider XXX. Untuk mengambil hadiah, mohon menghubungi nomor berikut…”

Mungkin anda juga pernah mendapatkan pesan singkat lewat telepon genggam dari nomor pribadi seperti itu SMS semacam ini merupakan modus penipuan karena perusahaan penyedia jasa telekomunikasi pasti tidak menyelenggarakan undian berhadiah melalui website tak resmi dan mengumumkan pemenang lewat nomor-nomor pribadi ke pelanggan.

"PT Indosat Tbk. tidak pernah menyelenggarakan undian berhadiah melalui situs gratis atau situs berbayar lainnya diluar dari website resmi Indosat Ooredoo di www.indosatooredoo.com ataupun menayangkan acara pengundian hadiah di televisi swasta tertentu, ataupun mengirimkan SMS pemenang undian kepada pelanggan Indosat Ooredoo dalam bentuk apa pun," demikian pengumuman salah satu provider telekomunikasi, Indosat, yang dimuat situs resmi mereka beberapa waktu yang lalu.

baca juga:

Modus penipuan seperti itu tujuannya untuk memanfaatkan keadaan psikologi penerima pesan. Orang dalam keadaan tertentu bisa terpengaruh dan menghubungi pengirim pesan.

Sebagian besar pengguna telepon seluler biasanya tak hanya menerima SMS dengan modus memenangkan undian, banyak sekali, bahkan hampir setiap hari, pesan-pesan yang mengganggu itu masuk ke nomor pribadi. Misalnya SMS penawaran pinjaman dana secara online, penawaran produk, bahkan spam.

Yang sering menjadi pertanyaan sebagian publik dari kasus itu adalah bagaimana nomor pribadi bisa tersebar ke orang-orang yang tidak dikenal, seperti pengirim pesan penipuan maupun penawar jasa.

Lagi-lagi masalah penyalahgunaan data pribadi. Kegiatan seperti itu kejahatan dengan memakai teknologi informasi dan komunikasi.

Presenter yang kini terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat melalui pemilu legislatif 2019 Muhammad Farhan merupakan salah satu warga yang sering menerima SMS semacam itu.

Di tengah momentum pembahasan penyusunan Rancangan Undang-undang tentang Perlindungan Data Pribadi, jurnalis AKURAT.CO Maidian Reviani mewawancarai politikus Partai Nasional Demokrat itu di Resto Riung Sunda, Hotel Ibis Cikini, Rabu 31 Juli 2019.

Farhan hampir setiap hari menerima penawaran lewat pesan SMS. Bahkan anaknya pernah kena tipu. Dia diminta transfer uang Rp500 ribu dan dijanjikan mendapat pulsa senilai Rp3 juta.

Dalam wawancara hari itu, Farhan juga mengungkapkan betapa data itu – secara ekonomi -- sangat mahal harganya. Yang menguasai data dialah yang mengendalikan pasar. Dia juga menyampaikan pandangan dan rekomendasi terhadap RUU Perlindungan Data Pribadi yang sekarang digodok pemerintah.

Untuk mengetahui hasil wawancara lengkap dengan Farhan, dapat disimak pada bagian berikut ini:

Politisi Nasdem, Muhammad Farhan. AKURAT.CO/Maidian Reviani

Apa tanggapan anda terkait RUU Perlindungan Data Pribadi yang kini disiapkan Kementerian Komunikasi dan Informatika?

Memang rancangan undang-undang ini menarik karena pada dasarnya satu sisi kita ingin melindungi para konsumen yang menyerahkan datanya kepada lembaga-lembaga tertentu ya, mulai dari Facebook sampai Gojek. Karena sampai ke warung kopi saja, mereka minta data kita.

Anda pernah dimintai data oleh warung kopi seperti yang anda sebut?

Lah kita suka dapat SMS tawaran KTA (Kredit Tanpa Agunan) nggak? Sekarang tawar KTA sudah berubah menjadi vintage ilegal kan, alias rentenir online. Itukan salah satu dampak tidak dilindunginya data pribadi kita.

Cuma pertanyaannya gini sekarang, bagaimana dengan fakta bahwa ketika data tersebut dilindungi, katakanlah di Gojek, hanya boleh dipakai untuk Gojek, Gojek tidak boleh sembarangan membagi data tersebut, karena itu data punya warga negara Indonesia.

Kita tahu bahwa sekarang ini komunitas termahal itu adalah data. Lalu negara Indonesia dapat apa? Nggak dapat apa-apa, yang dapat big datanya adalah si Gojek.

Jadi dalam perlindungan data pribadi itu meski ada satu klausul baru yang mengatakan bahwa data ini dilindungi secara pribadi, tetapi negara Republik Indonesia harus punya akses terhadap big data tersebut.

Artinya apa? Big data ini menjadi bernilai jika ada alogaritmanya. Kita harapkan ada kontribusi bersama, dimana semua orang ahli harus mampu menciptakan alogaritma menguntungkan negara Republik Indonesia.

Anda sering mendapat SMS atau telepon tawaran produk?

Iyalah. Hampir setiap hari. Saya tuh masih ada SMS berapa ribu. Lihat nih, ada finance terpercaya, pinjaman dana, ini saya random aja loh nggak perlu saya pilih-pilih, ada juga terima service sofa.

Anda terganggu?

Sekarang sih sudah santai ya. Kalau dulu ada yang telepon terganggu. Tapi sekarang kalau ada telepon ‘ini pak coba ini kami dari ini’ udah bilang nggak aja, udah biasa.

Ada pengalaman unik nggak ketika menanggapi tawaran-tawaran tersebut?

Anak saya kena tipu. Dijanjikan (dengan) transfer uang Rp500 ribu maka anda akan dapat pulsa senilai Rp3 juta. Ya apalah itu darimana.

Kapan kejadian tersebut?

Kejadian anak saya kena tipu itu sekitar tiga bulan yang lalu.

Tapi menurut anda, mereka bisa dapat data kita darimana?

Macam-macam, salah satu yang perlu dilacak adalah pendistribusian nomor SIM card. Anda beli SIM card baru di counter, terus nomornya dikasih, terus anda aktifkan. Dia (counter) tahu nggak kalau nomar anda aktif. Itu kan counter pegang nomor darimana aja, terus dijual, itu oknum. Itu bisa ditindak.

Setahu anda, data itu kalau dijual seberapa mahalnya?

Uh mahal sekali. Kamu tahu nggak nilai Gojek itu sudah mendekati angka 20 triliun rupiah, itu nilai Gojek, karena apa? Apa karena motor dan mobilnya? Bukan, karena data. Belum lagi Grab, belum lagi Tokopedia, belum Bukalapak, ada juga Facebook.

Facebook itu sekarang per satu registrasi pengguna, nilainya sudah 100 dolar Amerika Serikat. Ada berapa seluruh pengguna Facebook di seluruh dunia? Miliaran lebih. Bahkan Mahata yang bikin laporan keuangan Garuda acak-acakan itu aja, dia tuh memperkirakan, itu baru perkiraan ya, saya baca pembukanya itu, satu setengah dolar per register untuk penggunaan wifi gratis dalam pesawat. Satu setengah dolar dihargainnya, dinilainya.

Pertahun diperkirakan akan ada 12 juta orang yang akan datang, pertahun ya. Coba dikali 10 tahun, berarti 120 juta orang. Satu setengah dolar dikali 120 juta orang, itu sama nilainya sama dengan 180 juta dolar, nggak kehitung itu.

Menurut anda, apakah kebocoran data pribadi termasuk melanggar privasi seseorang?

Nggak.

Kenapa?

Karena anda menyerahkan data anda secara sukarela. Jadi makanya sebelum kita mengiyakan, anda harus baca dulu tuh semua yang ada, all the print in and everything, baca dulu, itu kewajiban anda sebagai seorang konsumen. Jadi biasanya itu pada setuju aja deh, agree agree udah.

Biasanya bagian persetujuan itu ditulisnya pakai Bahasa Inggris? Menurut anda bagaimana?

Itu boleh komplain. Di PDP juga disebutkan harus pakai bahasa Indonesia. Jadi nanti anda sadar ketika anda menyerahkan data anda itu dengan sendiri.

Menurut anda, bagaimana tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap perlindungan data pribadinya? Apakah menunjukkan kelemahan?

Bukan, itu salah satu fakta yang bukan menunjukkan kelemahan. Bagaimanapun juga dalam dunia cyber, hukum selalu selangkah di belakang teknologi. Selalu begitu. Teknologi dateng lebih dulu sebelum hukum, jauh itu, pasti selangkah lebih depan dibandingkan dengan kesadaran hukum dan produk hukum.

Pembuatan produk hukum dalam dunia cyber tuh nggak pernah membuat hukum yang mengantisipasi, tetapi hukum yang berupa reaksi.

Contohnya?

Ya seperti RUU Perlindungan Data ini. PDP baru muncul ketika apa? Ketika kita sering dapat SMS aneh-aneh kan.

Menurut anda, terlalu detail memasukkan data-data pribadi ke akun media sosial bahaya tidak?

Bahaya, tapi itu tergantung pilihan anda. Kan makanya sekarang suka tiba-tiba aja gitu orangtua yang bikin akun anaknya, terus diupload semua foto-foto anaknya ke media sosial. Mulai dari perkembangan, lagi apa, itu termasuk bahaya. Itu sangat bahaya. Termasuk data anaknya segala macam nanti masuk di situ, itu bahaya sekali.

Lalu, bagaimana cara anda menghindari kebocoran data pribadi?

Satu, meski ada edukasi dan literasi digital, harus ada. Yang namanya Facebook itu bikin, saya sudah kerjasama sama Facebook sejak tahun 2016 namanya Think Before You Share, pikir dulu sebelum sharing apapun. Itu adalah sebuah mitigasi ke sekolah-sekolah, itu satu hal ya, itu namanya pencegahan dini. Tapi pada saat bersamaan juga harus ada represi, represinya itu ya kita harapkan dari RUU Perlindungan Data Pribadi itu.

Menurut anda, perlu diapakan sih pelaku yang menyalahgunakan data pribadi kita?

Harus itu ditindak. Jadi gini, kita harus bagaimanapun juga, walaupun terlambat, memiliki perangkat hukum baik berupa aturan maupun personalitas yang bisa menindak pelanggaran dari peraturan tersebut.

Jadi meski ada peraturan dulu, baru bikin sistemnya. Sistemnya ada, infrastrukturnya sudah ada, maka orang-orang baru direkrut. Jadi nanti ada cyber police crime, cyber police itu akan menangkap anda kalau terbukti, kan gitu.

Anda yakin kalau RUU Perlindungan Data Pribadi akan segera rampung pada periode DPR sekarang?

Saya kira memang legal draftnya harus dipelajari ulang, jangan buru-buru kita keluarkan terus nasibnya malah kayak RUU Permusikan, ditolak dimana-mana.

Beberapa waktu lalu saya ikut diskusi, ada anggota DPR Komisi I menyebut lebih baik RUU ini disahkan dulu, kalau belum sempurna nanti revisi bisa belakangan. Apa tanggapan anda?

Ada memang yang seperti itu, tapi ya kita lihat aja nanti, karena saya juga belum tahu berada di komisi berapa. Belum ada pembicaraan.

Apa saran anda kepada masyarakat, terutama milineal, agar lebih meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi?

Gini, jadi pokoknya kita meski menyadari bahwa data pribadi itu adalah bagian yang tidak terlepaskan dari potensi sumber daya manusia, sehingga merupakan bagian terintegrasi kesatuan Republik Indonesia. Itu aja prinsipnya. []

Baca juga:

Tulisan 1: Tiap Hari Dapat SMS Tawaran Pinjaman sampai Ditipu Menang Undian: Kisah Pemakai HP yang Nomornya Dicuri

Tulisan 2: Kisah Mahasiswa Unpas Ungkap Modus Jual Beli Data Kependudukan: Sudah Parah, Gila-gilaan 

Tulisan 3: 32 Aturan Perlindungan Data Pribadi Tercecer, Pemerintah Tak Bisa Cepat-cepat Rampungkan RUU

Tulisan 4: Pencurian Data Warga Bikin Indonesia Kelenger, Apa Kata Facebook Soal RUU Perlindungan Data Pribadi?

Tulisan 5: UU yang Ada Hari Ini Masih Cenderung Tumpang Tindih: Tantangan Lindungi Data Pribadi

Tulisan 6: Perlindungan Data Pribadi Sudah Mendesak, DPR: yang Penting UU Ada Dulu, Nanti Kita Revisi

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Darurat Perlindungan

Perlindungan Data Pribadi Sudah Mendesak, DPR: yang Penting UU Ada Dulu, Nanti Kita Revisi

Image

News

Darurat Perlindungan

UU yang Ada Hari Ini Masih Cenderung Tumpang Tindih: Tantangan Lindungi Data Pribadi

Image

News

Darurat Perlindungan

Pencurian Data Warga Bikin Indonesia Kelenger, Apa Kata Facebook Soal RUU Perlindungan Data Pribadi?

Image

News

Darurat Perlindungan

32 Aturan Perlindungan Data Pribadi Tercecer, Pemerintah Tak Bisa Cepat-cepat Rampungkan RUU

Image

News

Darurat Perlindungan

Kisah Mahasiswa Unpas Ungkap Modus Jual Beli Data Kependudukan: Sudah Parah, Gila-gilaan

Image

News

Darurat Perlindungan

Tiap Hari Dapat SMS Tawaran Pinjaman sampai Ditipu Menang Undian: Kisah Pemakai HP yang Nomornya Dicuri

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Antisipasi Dampak Asap, Puskesmas Tapanuli Tengah Bagikan Dua Ribu Masker

"Kalau kabut asapnya masih ada, ya kegiatan ini akan terus kita lakukan," katanya.

Image
News

Kabut Asap dan Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Silangit

Di wilayah Sumatera Utara, terdeteksi ada enam titik panas (hotspot).

Image
News

Pagar Depan Lokasi Pencari Suaka Disegel

Spanduk penyegelan tersebut berasal dari orang tidak bertanggungjawab yang memasang tanpa izin

Image
News

Kuliah Terganggu Akibat Sengketa, Gedung STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Disegel Mahasiswa

Perkuliahan terganggu sebagai buntut persoalan gedung baru STAIN yang berstatus sengketa.

Image
News

Selvi Hamil Lagi, Gibran: Cowok atau Ceweknya Rahasia, Nanti Juga Tahu

"Alhamdulillah sehat semua, sudah jalan tujuh bulan lebih," ujarnya.

Image
News

KLHK Desak Perusahaan Siapkan Brigdalkarhutla

Selain itu, perusahaan juga wajib melakukan patroli rutin di area usaha mereka

Image
News

Menkominfo Sebut Kebocoran Data Lion Air Group Bukti Urgensi RUU PDP

Meski UU PDP belum ketok palu, bukan berarti pemerintah tidak merespons isu kebocoran data Lion Air Group

Image
News

Pengamat Kritisi Presiden Jokowi Pasca Revisi UU KPK

Jokowi kini berada dalam oligarki partai politik, yang orang-orangnya banyak diamankan KPK

Image
News

Sindikat Narkoba Internasional Manfaatkan Karhutla Riau Untuk Penyelundupan

Pengungkapan sindikat jaringan narkoba internasional ini dilakukan di Pekanbaru

Image
News

Kapolda Kalteng Sebut Pembakar Lahan Tega Kepada Masyarakat

Karena sekolah sampai diliburkan, kesehatan masyarakat terganggu, penerbangan terhambat dan aktivitas ekonomi masyarakat juga terganggu

trending topics

terpopuler

  1. Imam Nahrawi Jadi Tersangka, Rocky Gerung: Bong, Hidung Kalian Pasti Makin Panjang

  2. Tsamara: Pengen Marah dan Nangis Rasanya Baca Kayak Gini

  3. 5 Meme Kocak Di Maria yang Bikin Madridista Meringis

  4. 5 Pekerjaan dari Ajang Pencarian Bakat Ini Kian Hilang dari Dunia Hiburan Tanah Air

  5. Syamsuddin: Pengesahan Revisi UU MD3 dan KPK Benar-benar Bikin Negeri Ini Mundur 20 Tahun

  6. Pangdam XVIII/Kasuari: Saya Tidak Butuh Rekomendasi

  7. Imam Nahrawi TSK, Musni: Publik Apresiasi, Tapi Amat Prihatin Revisi UU Diduga Keras Buat Lemahkan KPK

  8. Bikin Madrid Loyo, 5 Meme Zidane Ini Malah Nambah Kasihan

  9. Cukur Real Madrid, PSG Pimpin Klasemen Grup A

  10. Soal Menteri Kabinet Kerja Periode Kedua, Tanri Abeng Yakin Jokowi Pilih Orang Terbaik

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
Ekonomi

5 Sumber Kekayaan 'Crazy Rich Medan' Sukanto Tanoto, Minyak hingga Serat Tekstil

Image
News

Dari Presiden hingga Ulama, 5 Tokoh Tanah Air yang Masuk Daftar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Image
News

Tanahnya Dipakai Jadi Ibu Kota Baru Indonesia, Ini 5 Rekam Jejak Sukanto Tanoto