image
Login / Sign Up

Banyak Korban Pengantin Pesanan di Cina Tak Bisa Berbuat Apa-apa, Selain Menunggu Bantuan

Herry Supriyatna

Menjual Orang

Image

Ilustrasi - Pemerkosaan | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO * Kasus IP dan YM merupakan fenomena puncak gunung es. TPPO yang bermodus pengantin pesanan sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu, namun terus berulang, berulang, dan berulang.
* Pengantin pesanan masuk kategori perdagangan manusia karena di sana ada unsur eksploitasi dan pemalsuan dokumen.
* Mereka semakin kecewa, ternyata pria-pria Cina yang memperistri orang Indonesia lewat agensi dan mak comblang itu, antara lain hanya untuk membuat anak.

***

Sabtu 13 Juli 2019 bagi IP (14 tahun) dan YM (28 tahun) kembali menginjakkan kaki di Tanah Air.

baca juga:

IP dan YM merupakan dua perempuan asal Kalimantan Barat. Mereka menjadi korban perdagangan manusia dengan modus perkawinan melalui perantara. Keduanya termakan bujuk rayu mak comblang untuk dipersunting pria Cina dengan janji-janji hidup bahagia.

Sampai akhirnya setelah melalui perjuangan penuh liku, mereka berhasil berkomunikasi dengan Serikat Buruh Migran Indonesia dan kemudian dipulangkan.

Semenjak 2016, SBMI menerima aduan perkara perdagangan orang dengan modus kawin pesanan sebanyak 26 kasus. Sebanyak 14 korban berasal dari Kalimantan Barat, tujuh korban dari Jawa Barat, dua korban dari Tangerang, satu korban dari Jawa Timur, satu korban dari Jawa Tengah, dan satu korban dari Ibu Kota Jakarta.

Sejauh ini, SBMI telah memulangkan belasan korban. Dua kasus berhasil digagalkan SBMI sebelum korban diterbangkan ke Cina. Selebihnya, korban masih berada di Cina. SBMI sudah meminta perwakilan di KBRI agar jangan sampai korban dikembalikan ke “suami” demi tak disiksa lagi.

Ketua Umum SBMI Hariyanto menyebut kasus IP dan YM merupakan fenomena puncak gunung es.

Ketua Umum SBMI Hariyanto. AKURAT.CO/Herry Supriyatna

"TPPO yang bermodus pengantin pesanan ini sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu, namun kasus ini terus berulang, berulang, dan berulang," kata Haryanto di kantor SBMI, Jalan Pengadegan Utara I, Pancoran, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Pengantin pesanan masuk kategori perdagangan manusia karena di sana ada unsur eksploitasi. Seperti dalam kasus IP dan YM, sesampai di negara tujuan mereka dipaksa bekerja untuk mencari uang, tetapi hasilnya dikuasai “suami.” Kemudian masih diwajibkan mengerjakan semua pekerjaan rumah.

Unsur lainnya, mak comblang maupun sindikat perekrut mereka mendapatkan keuntungan besar setelah berhasil memperalat korban. Ada juga unsur-unsur pemalsuan dokumen untuk menyelundupkan perempuan ke Negeri Tirai Bambu.

"Yang perlu kami garis bawahi adalah seolah-olah kalau kita hanya melihat di permukaan pengantin pesanan ini tidak masuk dalam TPPO, karena hanya melihat di permukaan. Melihat pengantinnya mau sama mau tapi tidak pernah mengidentifikasi secara dalam," kata dia.

"Maka kami pastikan korban-korban yang saat ini adalah korban TPPO, karena itu dibuktikan dengan beberapa kasus. Salah satunya dua orang ini (IP dan YM) juga sudah mendapatkan laporan polisi ditetapkan menjadi korban TPPO."

***

Perempuan yang terpengaruh dengan mulut manis mak comblang akhirnya bersedia dibawa ke Cina untuk dikawinkan.

Hari pemberangkatan ke negeri calon suami pun tiba. Setelah melakukan perjalanan panjang dengan pesawat udara, tibalah di shelter apartemen agensi perantara perkawinan.

Di situ biasanya sebagian korban semakin curiga dan merasakan takut, apalagi setelah mendapat informasi dari sejumlah korban yang kabur dari rumah “suami.”

Para perempuan yang baru dibawa ke Cina merasa berdosa karena ternyata tidak dikawinkan.

Merujuk pada pengalaman IP dan YM, kalaupun dikawinkan, caranya dipaksa nikah dengan cara agama berbeda dari agama yang dipeluknya. Setelah itu, mereka tak mampu menolak keinginan suami untuk melakukan kegiatan seksual. Sebab, kalau menolak, sudah pasti mereka kena bogem mentah.

"Ada perasaan berdosa, misalnya dua korban ini agamanya adalah Katolik, lalu kemudian sampai di sana dia tidak dinikahkan. Jadi untuk berhubungan seks kepada suami mempunyai rasa berdosa. Kedua pernikahannya itu bukan pernikahan sungguhan, hanya semacam syukuran dan makan-makan, lalu itu dianggap pernikahan," kata Hariyanto.

Mereka semakin kecewa, ternyata pria-pria Cina yang memperistri orang Indonesia lewat agensi dan mak comblang itu, antara lain hanya untuk membuat anak.

“Sehingga kalau tidak melakukan hubungan biologis maka mereka (korban) akan dipukul sampai nafasnya sesak."

Siksaan fisik yang dialami korban berupa pemukulan, leher diikat dengan tali dan ditarik dari belakang, telapak tangan diiris pisau hingga berdarah, ditelanjangi oleh mertua perempuan yang ingin segera mendapat cucu, dipukul dari belakang karena korban lari untuk menghindar, “suami” tak percaya alasan korban menolak berhubungan seks karena menstruasi.

Kalau korban tak mau bekerja menjadi buruh di luar rumah, sebagian dari mereka dihukum dengan tidak diberi makanan, disekap di sebuah ruangan, hingga dipaksa tidur di luar atau halaman rumah tanpa selimut, padahal kala itu sedang musim dingin.

Trilogi kejahatan. Dok: KPAI

Mereka dipaksa bekerja dari pagi hingga malam dan semua penghasilannya dikuasai “suami” atau mertua.

"Walaupun mereka bekerja dari jam 7 sampai jam 9 malam, tidak ada libur, mereka tidak dikasih upah. Upahnya diambil oleh keluarga pengantin laki-laki," kata Boby.

Sejumlah perempuan korban kawin pesanan tak diizinkan “suami” melakukan komunikasi dengan orang lain. Alat komunikasi mereka ditahan. Kalau ketahuan mau kabur, korban akan disekap dalam kamar dan pintunya di kunci dari luar.

Sampai akhirnya ada korban yang melarikan diri dengan cara memecahkan kaca jendela.

Sejumlah korban berhasil ke kantor polisi, tetapi respon petugas berbeda-beda. Ada petugas yang mengerti paham aturan undang-undang kekerasan dalam rumah tangga, ada yang tak mengerti.

Kalau polisi tidak mengerti undang-undang, mereka akan mengembalikan korban ke keluarganya, bahkan sebagian dimasukkan ke sel karena dinilai melanggar aturan imigrasi.

"Ada korban mengadu kepada polisi, begitu dilihat dokumennya ternyata ada yang (visa) overstay akhirnya malah dipenjara," kata Boby.

Apes bagi korban yang dikembalikan ke “suami.” Kekerasan yang mereka terima makin berlipatganda.

Kalau korban tetap memaksa untuk pulang ke Indonesia, mereka diancam untuk mengembalikan uang mahar yang jumlahnya mencapai Rp400 juta sampai Rp700 juta.

"Padahal korban hanya menerima puluhan juta saja, sisanya itu ada di agen dan mak comblang," kata Boby.

Pada waktu korban berhasil mendapatkan perlindungan hukum, sebelum pulang mereka masih mendapatkan pelecehan.

Menurut kesaksian IP dan YM, mereka dipaksa untuk foto-foto dengan “suami” dan keluarga serta agensi. Korban diharuskan terlihat bahagia supaya tidak terlihat menderita selama tinggal di rumah “suami.”

"Ketika mau pulang korban dipaksa untuk membuat kumis-kumisan agar tidak dikenali oleh kami, karena mereka tahu pihak SBMI akan menjemput," kata Boby.

Penderitaan korban perdagangan orang belum berakhir setelah mereka dibebaskan. Setelah pulang ke daerah masing-masing, kata Boby, mereka sering mendapat pandangan negatif dari warga sekitar.

"Karena pasti terjadi yang namanya stereotipe, seolah-olah perempuan-perempuan yang dipulangkan dari Cina ini adalah perempuan nakal, perempuan yang tidak baik, dan sebagainya,” kata Hariyanto.

“Padahal mereka nggak tahu bahwa teman-teman yang saat ini menjadi korban adalah korban dari bujuk rayu para pelaku yang orientasinya adalah bisnis," Haryanto menambahkan.

Akibat pandangan keliru itu, tidak ada lelaki yang mau mendekati sehingga mereka sulit mendapatkan jodoh.

"Ini jadi problem juga, jadi korban akan jomblo lebih lama lagi setelah pulang ke kampungnya,” kata Boby.

***

Sekarang ini, masih ada belasan – yang terdeteksi -- perempuan korban perdagangan orang dengan modus kawin pesanan di Cina. Mereka tak bisa banyak berbuat dan tak bisa kemana-mana, selain menunggu bantuan.

SBMI tentu saja tak bisa bekerja sendirian dalam menangani dan memulangkan mereka karena biayanya tak sedikit.

"Saat ini juga masih ada belasan korban yang masih di Tiongkok. Ini yang penting kami sikapi bersama. Dari situlah kami mencoba untuk belajar, sebetulnya apa yang terjadi ketika korban-korban di Tiongkok ini kemudian susah untuk dipulangkan," ujar Hariyanto. 

Selain melakukan pendekatan kepada pemerintah Indonesia agar bergerak cepat, SBMI menempuh sejumlah cara untuk membantu memulangkan korban. Salah satunya menekan mak comblang di Indonesia untuk ikut bertanggungjawab.

“Kami pastikan penempatan pengantin pesanan yang dilakukan mak comblang ini terstruktur, sistematis, dan masif," kata Hariyanto.

Agar mak comblang maupun agensi perantara jera, SBMI meminta polisi membongkar sindikat mereka dan menghukum seberat-beratnya.

Hariyanto menceritakan pengalaman setelah SBMI dan pihak berwajib berhasil menggagalkan pengiriman dua perempuan ke Cina melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dua hari setelah itu mak comblang di Kalimantan Barat memindahkan rute perjalanan, dari semula melalui Bandara Soekarno-Hatta menjadi bandara di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Hal inilah yang kami rasakan sudah menjadi persoalan yang sangat serius dan kemudian kami juga berharap semua pihak harus cepat melakukan tindakan hukum," kata Hariyanto.

Selain pelaku ditindak setegas-tegasnya, SBMI berharap situasi ini diperbaiki dengan berbagai pendekatan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan penegak hukum.

Data KPAI terkait korban TPPO yang melapor dari 20. Dok: KPAI

SBMI mendukung upaya Kementrian Luar Negeri memulangkan seluruh korban pengantin pesanan yang masih berada di Tiongkok melalui upaya diplomatik.

Berdasar berita yang berkembang di media, pemerintah Tiongkok sudah memulangkan lebih dari 1.300 korban perdagangan orang dan memiliki kerjasama dengan enam negara dalam pemberantasan perdagangan orang.

SBMI tentu saja mendukung aparat penegak hukum menindak para pelaku dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

SBMI berharap pemerintah daerah ikut mencegah kejahatan melalui sosialisasi dan layanan informasi satu desa satu banner besar, reintegrasi untuk para korban dalam bentuk pelatihan dan bantuan modal usaha, agar kaum perempuan tidak tergiur iming-iming mak comblang, juga tidak menjadi buruh migran secara tidak sesuai prosedur.

“Paling penting adalah sosialisasi kepada masyarakat bahwa pengantin pesanan di Tiongkok sangat berbahaya dan berisiko karena kasusnya sudah bergulir beberapa tahun yang lalu sampai hari ini terus terjadi," kata dia.

SBMI mendukung Direktorat Jenderal Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk memberikan sanksi kepada oknum pegawai pemerintah yang terbukti ikut terlibat menerbitan dokumen-dokumen palsu.

Mereka juga mendukung Direktorat Jenderal Imigrasi memberikan sanksi kepada oknum imigrasi yang ikut memalsukan dokumen paspor, dan memperketat pengawasan terhadap perempuan-perempuan yang mengaku akan melakukan perjalanan wisata, padahal diduga akan diperdagangkan melalui modus pengantin pesanan. []

Baca juga:

Tulisan 1: Kami di Sana Bukan Dijadikan Istri, Tapi Diperbudak dan Disiksa: Kisah Korban Pengantin Pesanan

Tulisan 3: Mak Comblang Untung Besar dari Membodohi Orang Buat Dijadikan Pengantin Pesanan

Tulisan 4: Modus-modus Menjual Manusia, Waspadalah! Pengantin Pesanan Sedang Hangat-hangatnya

Tulisan 5: Pelaku Human Trafficking Harus Didenda Selangit Biar Kapok

Tulisan 6: Sampai Pertengahan Tahun Ini, 4.906 Orang Indonesia Jadi Korban Mafia Perdagangan Manusia

Tulisan 7: Yohana: Jika Menteri Susi Tenggelamkan Kapal, Saya Juga Ingin Tenggelamkan Mafia Penjual Manusia

Tulisan 8: Interview Keira Shabrina: Buat yang Nikmati Human Trafficking, yang Paling Tepat Ya Hukuman Mati

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Menjual Orang

Interview Keira Shabrina: Buat yang Nikmati Human Trafficking, yang Paling Tepat Ya Hukuman Mati

Image

News

Menjual Orang

Yohana: Jika Menteri Susi Tenggelamkan Kapal, Saya Juga Ingin Tenggelamkan Mafia Penjual Manusia

Image

News

Menjual Orang

Sampai Pertengahan Tahun Ini, 4.906 Orang Indonesia Jadi Korban Mafia Perdagangan Manusia

Image

News

Menjual Orang

Pelaku Human Trafficking Harus Didenda Selangit Biar Kapok: Mereka Tega Manfaatkan Kepolosan Korban

Image

News

Menjual Orang

Modus-modus Menjual Manusia, Waspadalah! Pengantin Pesanan Sedang Hangat-hangatnya

Image

News

Menjual Orang

Mak Comblang Untung Besar dari Membodohi Orang Buat Dijadikan Pengantin Pesanan

Image

News

Menjual Orang

Kami di Sana Bukan Dijadikan Istri, Tapi Diperbudak dan Disiksa: Kisah Korban Pengantin Pesanan

komentar

Image

1 komentar

Image
Gethya SN

Iyalahh kan kaisan jadinya ampun dehh

terkini

Image
News

ICW Minta Masyarakat Kawal RUU KPK

ICW dan sejumlah elemen masyarakat berencana untuk mengajukan uji materi

Image
News

Sering Kasih Makan Monyet di PIK, Yuk Hentikan Mulai Sekarang

Belasan monyet banyak ditemui di dekat Jalan Raya PIK dan rumah warga.

Image
News

Tidak Lagi Hirup Asap Arang, SDN Cilincing 07Pagi Dipasangi Kipas Angin

adanya fasilitas kipas angin tambahan agar sirkulasi udara makin lancar.

Image
News

Pemilik Beralih Usaha, Pabrik Arang Di Cilincing Berhenti Total

pemilik industri arang batok tidak lagi berproduksi sejak dilayangkannya surat peringatan.

Image
News

Ditjen Bea Cukai Kembalikan 9 Kontainer Sampah Plastik ke Australia

Sampah yang masih mengandung bahan sisa makanan dan cairan itu sebanyak 9 kontainer.

Image
News

Polisi Ringkus Preman yang Sering Memalak di Pasar Muara Angke

Pelaku R yang tidak sendiri dalam beraksi itu ditemani rekannya yang kini diburu oleh polisi.

Image
News

Kapolsek Jatinegara Bantah Karyawan PT Transjakarta jadi Korban Kejahatan Jalanan

tidak ada tanda atau bekas penganiyaan terhadap pekerja bagian tiket itu.

Image
News

Karyawan PT Transjakarta Coba Bunuh Diri Dipinggir Rel Kereta

korban yang berusia 38 bertugas sebagai kolektor tiket penjualan.

Image
News

DPR dan Pemerintah Sepakat, RKUHP Akan Dibawa ke Rapat Paripurna

Pasal 418 didrop takut disalahgunakan.

Image
News

Wakasad Sebut Latma Safkar Indopura Adalah Wahana Membangun Hubungan TNI AD-Singapore Army

"Safkar Indopura merupakan bagian dari latihan bilateral militer antara TNI AD dengan Singapore Army, yang diselenggarakan secara bergantian

Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. 18 Tahun Menikah, 10 Potret Mesra Iis Dahlia dan Suami Bak Sepasang ABG

  2. Syamsuddin: Beristrahatlah dalam Damai KPK, Semoga Kematianmu yang Dijemput Paksa Bahagiakan Mereka

  3. 5 Meme Kocak Koulibaly saat Lawan Liverpool, Ada Tips Khusus Menghentikan Salah

  4. Paranormal: Baca Captions IG Pak Jokowi Ikut Nelongso Guys

  5. Dahnil: Bila Dewan Pengawas Ditunjuk Presiden dan Tempatkan KPK sebagai Eksekutif, Lebih Baik Dikubur

  6. Tolak Revisi UU KPK, Mahasiswa Hadiahi Anggota Dewan Tikus

  7. Hasil Lengkap Liga Champions 2019-2020 17-18 September

  8. Burhanuddin: yang Bilang KPK Gagal Turunkan Tingkat Korupsi Itu Kufur Nikmat

  9. 5 Potret Nikita Willy Liburan ke Namibia, Bersuka Ria dengan Anak-anak Suku Himba

  10. Solo Karier, 10 Potret Nana After School Pamer Body Goals yang Makin Memikat

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

Wilayahnya Diserbu Asap Malah ke Kanada, Ini 4 Fakta Wali Kota Pekanbaru Firdaus

Image
News

10 Pesona Muhammad Rafid, Cucu Keponakan BJ Habibie yang Geluti Sepak Bola

Image
Ekonomi

Mela Gunawan, Srikandi di Pusat Industri Kebugaran Indonesia