image
Login / Sign Up

Istana Tak Main-main Pindahkan Ibu Kota Negara

Maidian Reviani

Mencari Tempat Baru

Image

Ibu Kota Jakarta | Antara Foto

AKURAT.CO Tulisan kali ini menyajikan tentang rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke luar Pulau Jawa.

Tulisan terbagi menjadi beberapa perspektif teraktual, mulai dari ekonomi, sosial, pertahanan, lingkungan hidup, dan sejarah.

Masing-masing perspektif membahas secara gamblang – mulai dari negatif, positif, pro dan kontra, serta saling mengisi satu sama lainnya. Selamat membaca.

baca juga:

***

* Pemerintahan di bawah Presiden Jokowi serius menindaklanjuti wacana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta.
* Dari sisi anggaran, pemerintah sudah siap untuk menjalankan keputusan. Tetapi ketika itu, Jokowi mengatakan harapan kepada Sri Mulyani agar pemerintah tidak membebani APBN.
* Para kepala daerah yang kawasannya kemungkinan dijadikan ibu kota baru sudah menyatakan kesiapan.

***

Di acara buka puasa bersama pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, pada Senin 6 Mei 2019, Presiden Joko Widodo menyinggung wacana pemindahan ibu kota.

Jokowi menegaskan tidak main-main untuk menindaklanjuti wacana itu.

“Kita serius dalam hal ini karena sejak tiga tahun yang lalu sebetulnya ini telah kita bahas di internal,” demikian disampaikan Jokowi sebagaimana naskah pidato sambutan yang dikutip dari situs Sekretariat Kabinet.

Satu setengah tahun yang lalu, Jokowi sudah minta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional untuk melakukan kajian-kajian yang lebih detail, baik dari sisi ekonomi, sisi sosial politik, dan juga dari sisi lingkungan. 

Dari sudut pandang pembangunan, Jokowi ingin adanya pemerataan pembangunan, tidak hanya Jawa sentris. Sekarang ini Pulau Jawa sudah dihuni oleh 57 persen dari total penduduk atau kurang lebih 149 juta orang.

Presiden Joko Widodo dan menteri-menteri. Antara Foto

Padahal di pulau-pulau yang lain, misalnya di Sumatra dihuni 21 persen, kemudian di Pulau Kalimantan baru dihuni oleh enam persen, dan pulau-pulau yang lain misalnya kayak di Sulawesi tujuh persen, Papua dan Maluku baru kurang lebih baru dua sampai tiga persen.

Jokowi mengatakan nantinya akan tindaklanjuti konsultasi ini, tentu saja dengan lembaga-lembaga negara yang terkait dengan ini, baik dari sisi hukum maupun politisnya.

Tetapi Jokowi menekankan dari sisi lingkungan, terutama yang berkaitan dengan kebencanaan, Jakarta berada di dalam ring of fire dan juga banjir. Yang kedua dari sisi tersedianya air bersih, dia memprediksi di masa depan akan menjadi persoalan besar apabila pemerintah tidak segera memikirkan langkah-langkah dalam hal penyediaan air.

“Oleh sebab itu, sekali lagi, bahwa pemindahan ibu kota ini akan segera kita putuskan, tetapi sekali lagi, kami akan konsultasikan dengan tahapan-tahapan besar, dengan bapak-ibu sekalian, utamanya kepada lembaga-lembaga yang terkait dengan ini.,” kata Jokowi.

Ada tiga alternatif daerah yang sudah disiapkan lahannya, kata Jokowi ketika itu. Yang jelas, ada daerah yang sudah menyiapkan lahan seluas 80 ribu hektare, 120 ribu hektare, dan ada juga yang 300 ribu hektare.

“Meskipun belum kita putuskan yang mana yang ingin kita pakai,” kata Jokowi.

Di lain kesempatan, Jokowi mengemukakan tiga kandidat yang akan dipilih sebagai calon Ibu Kota pengganti Jakarta yaitu Sumatra, Sulawesi, atau Kalimantan. “Bisa di Sumatra, tapi kok nanti yang timur jauh. Di Sulawesi, agak tengah tapi juga yang di barat kurang.”

Menurut Jokowi dalam pidato di bulan puasa itu, luasan lahan tersebut sudah lebih dari cukup kalau hanya dipakai untuk pembangunan ibu kota baru. Jakarta saja, luasnya hanya 66 ribu hektare.

Presiden Joko Widodo. Antara Foto

“Artinya ini tinggal memutuskan,” kata Jokowi.

Kemudian menyangkut biaya pemindahan dan pembangunan ibu kota baru. Menurut Jokowi, Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah menyampaikan, karena itungan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono juga sudah keluar.

“Kalau angka seperti itu tidak ada masalah pak, asal tidak dikerjakan satu tahun,” kata Sri Mulyani yang dikutip Jokowi dalam pidato.

Artinya, dari sisi anggaran anggaran pemerintah sudah siap untuk menjalankan keputusan. Tetapi ketika itu, Kepala Negara mengatakan harapan kepada Sri Mulyani agar pemerintah jangan membebani APBN.

“Akan kita cari sebuah scheme khusus sehingga nantinya ibu kotanya jadi, tetapi APBN tidak terbebani,” kata dia.

Menurut informasi yang pernah disampaikan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencana Pembangunan Nasional estimasi biaya yang dibutuhkan untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke kota lain di luar Pulau Jawa sekitar Rp323 – Rp466 triliun.

***

Pada Selasa 7 Mei 2019, untuk menindaklanjuti keseriusan pemerintah, Presiden Jokowi memulai mengunjungi lokasi-lokasi alternatif untuk pemindahan ibu kota negara.

Dalam dokumen tertulis yang dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, dalam kunjungan hari itu, Jokowi didampingi, antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Basuki Hadimulyono, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A. Djalil.

Lokasi yang ditinjau Jokowi dan rombongan siang itu adalah Kawasan Bukit Soeharto. Kawasan ini berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Mereka tiba di sana sekitar pukul 14.00 WITA.

Kepada wartawan yang berkumpul di sekitarnya pada hari itu, Jokowi mengatakan visi besar pemindahan ibu kota ini sudah dimulai sejak era Presiden Soekarno dan di era presiden berikutnya juga ada visi serupa.

“Intinya kita akan ingin melihat visi ke depan kita seperti apa dan yang paling penting Indonesia sebagai negara besar kita ingin memiliki juga pusat pemerintahan yang terpisah dengan pusat ekonomi, bisnis, perdagangan, (dan) jasa. Ya ini, kita ingin menapak ke depan sebagai sebuah negara maju,” kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo. Antara Foto

Jokowi mengungkapkan ada tiga lokasi yang sudah kira-kira 1,5 tahun ini dikaji, salah satunya kawasan Bukit Soeharto. Dua lagi ketika itu belum disebutkan Jokowi.

“Di sini semuanya saya melihat sangat mendukung. Kebetulan ini berada di tengah-tengah jalan tol Samarinda-Balikpapan,” kata Presiden seraya menambahkan, di Balikpapan dan Samarinda sudah ada bandar udara (bandara) sehingga tidak perlu membuat bandara lagi, begitu juga dengan pelabuhan. Artinya itu akan banyak menghemat biaya,” kata Jokowi.

Tapi Jokowi mengingatkan kajian terkait pemindahan ibu kota bukan hanya urusan infrastruktur, tetapi juga banyak lain, seperti aspek sosiologis, sosial politik, maupun lingkungan.

“Sosiologisnya, kemudian kajian sosial politiknya seperti apa, ini yang perlu dipertajam. Kemudian urusan lingkungan dan misalnya kebutuhan air seperti apa, apakah jauh dari sisi kebencanaan, entah banjir, entah yang namanya gempa bumi,” kata dia.

Saat ditanya wartawan apakah berarti sudah ada deal, Presiden Jokowi menegaskan semuanya masih dikalkulasi, tetapi secara khusus Presiden menilai fasilitas-fasilitas yang ada di Kalimantan Timur ini sangat mendukung, terutama bandara dan jalan tol yang direncanakan akan selesai tahun ini.

“Sangat mendukung itu,” kata dia.

Menurut Jokowi setelah kunjungan hari itu nantinya akan ada tim lapangan yang akan melakukan kajian lebih detil lagi.

“Ini harus sangat terencana, sangat matang, sehingga saat memutuskan itu betul-betul kondisinya betul-betul benar, gitu lho,” kata Jokowi.

***

Usai mengunjungi Bukit Soeharto, hari itu juga, Jokowi dan para pembantunya menuju Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, untuk meninjau lokasi alternatif yang lain.
Setibanya di Palangka Raya, Presiden Jokowi salat Isya dan tarawih di Masjid Darul Arqam, komplek Muhammadiyah, Kota Palangka Raya.

Malam itu, usai salat tarawih, Jokowi mengatakan baru besok pagi akan diantar Gubernur Kalimantan Tengah Soegianto Sabran untuk melihat satu, dua lokasi dari atas dan dari darat.

“Titiknya besok dari atas mungkin di Katingan, Gunung Mas, dan Palangka Raya dilihat, dan kalau masih ada waktu ke Pulang Pisau,” kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan.

Jokowi menekankan semua aspek harus dilihat, sosiologi, lingkungan, kebencanaan, masalah yang berkaitan dengan sosial politik, kebutuhan air bisa tersedia atau tidak, gambutnya dalam atau tidak.

“Masalah konstruksi nanti seperti apa, semuanya akan dicek, dilihat, dikalkulasi, dihitung oleh tim. Saya hanya melihat lapangannya, kemudian biar ada feeling gitu. Nah nanti dalam memutuskan bisa tidak salah,” kata Jokowi.

Terkait kunjungannya ke Bukit Soeharto, Jokowi mengakui di sana memang ada keuntungan karena diapit oleh dua kota yang sudah jadi, ada airport-nya dan dihubungkan oleh tol.

Presiden Jokowi Tinjau Calon Ibu Kota Negara. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Namun Jokowi menegaskan bukan hanya itu saja banyak aspek yang lain yang harus dihitung, yang harus dikalkulasi mengenai keluasan lahannya, mengenai kemungkinan kedekatan dengan pantai, sumber air bakunya seperti apa, topografinya cocok atau tidak, banyak sekali.

“Jadi bukan hanya masalah infrastruktur, enggak. Di sinipun nanti juga sama. Di sini tadi sudah ditunjukkan oleh pak gubernur, Pak di sini ada 300 ribu hektare, kalau bapak kurang ditambah di sini masih 60 ribu hektare. Di sini memang lahannya sangat luas, kayaknya besok dilihat baru saya bisa sampaikan,” ujar Jokowi.

Setelah dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, rencananya masih ada lagi lokasi yang lain. Tapi setelah kedua provinsi itu, Jokowi memilih bernafas dulu, nanti mungkin akan dia kunjungi lagi.

Soal Kalimantan Tengah, Jokowi mengingatkan visi memindahkan ibu kota ke daerah ini sudah disampaikan Bung Karno.

“Dan beliau dulu memiliki keinginan untuk di Palangka Raya. Tapi dulu loh ya. Nah sekarang dilihat lagi,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi kalau bahan-bahan yang dibutuhkan sudah komplit, mengenai aspek sosial politik, sosiologi kemasyarakatan, masalah lingkungan, masalah kebencanaan, masalah yang berkaitan dengan kependudukan, masalah topografi, masalah yang berkaitan dengan bahan baku air, dan banjir, gempa bumi dan lain-lain sudah komplit, maka pemerintah segera akan memutuskan lokasi pengganti ibu kota RI dari Jakarta. Tapi tentu saja, Jokowi harus konsultasi dengan DPR.

***

Sehari sebelum Jokowi melakukan kunjungan kerja ke daerah, Kantor Staf Presiden menyelenggarakan sebuah diskusi tentang wacana pemindahan ibu kota di Gedung Bina Graha, Jakarta. Acara ini dihadiri pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan , Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Keempat perwakilan daerah tersebut menyatakan kesiapan daerahnya jika dipilih menjadi lokasi ibu kota baru.

Gubernur Sulawesi Barat Andi Ali Baal Masdar ketika itu mengatakan Sulawesi Barat memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan lahan yang dibutuhkan untuk membangun ibu kota baru.

“Termasuk daya dukung yang disyaratkan misalnya ketersediaan air, bebas bencana, dan sebagainya,” kata Andi.

Senada dengan Andi, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor juga menyampaikan kesiapan jika wilayahnya dipilih sebagai lokasi baru ibu kota. Bahkan, menurut Sahbirin, Kalimantan Selatan juga sudah menyiapkan lahan yang dibutuhkan apabila pemerintah pusat menetapkan Kalimantan Selatan sebagai calon ibu kota baru.

Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Antara Foto

“Kami membayangkan, seandainya ibu kotanya ada di Kalimantan Selatan, lokasinya nanti dilatarbelakangi oleh Pegunungan Meratus dan sekaligus dapat melihat pantai di kejauhan,” kata Sahbirin.

Begitu juga dengan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran yang menjelaskan wilayahnya memiliki semua prasyarat yang diminta oleh pemerintah pusat sebagai calon ibu kota baru.

“Kami sudah menyiapkan tiga wilayah kabupaten di Kalteng yang memenuhi kriteria sebagai ibu kota baru Republik Indonesia. Apalagi, dulunya Bung Karno pernah membayangkan masa depan Indonesia itu ibu kotanya ada di Kalimantan Tengah,” kata Sugianto.

Sedangkan Kalimantan Timur juga sudah menyiapkan wilayah pesisir timur Kalimantan sebagai calon unggulan apabila dipilih sebagai ibu kota negara yang baru.

“Pilihan wilayah tersebut juga menegaskan Indonesia sebagai negara maritim,” kata pejabat Bappeda Kalimantan Timur Yusliando.

Semua kepala daerah juga menyatakan siap mendukung keputusan Jokowi.

“Kami siap mendukung, di manapun keputusan Presiden Jokowi untuk menetapkan ibu kota yang baru nantinya, karena keputusan tersebut pasti merupakan keputusan yang terbaik,” kata para gubernur. []

Baca juga:

Tulisan 1: Istana Tak Main-main Pindahkan Ibu Kota Negara

Tulisan 2: Mengapa Ibu Kota Harus Pergi dari Jakarta?

Tulisan 3: Brasil Jadi Contoh Sukses Pindahkan Ibu Kota

Tulisan 4: Konsep Ibu Kota Baru Harus Visioner

Tulisan 5: Menggagas Skenario Perang di Ibu Kota Baru Agar Pusingkan Musuh

Tulisan 6: Awal Mula Isu Pemindahan Ibu Kota Muncul

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Di Ibu Kota Baru, Jokowi Ingin Ada Silicon Valley seperti Amerika Serikat

Image

News

Mencari Tempat Baru

Interview Sejarawan: Awal Mula Isu Pemindahan Ibu Kota Muncul

Image

News

Mencari Tempat Baru

Menggagas Skenario Perang di Ibu Kota Baru Agar Memusingkan Musuh

Image

News

Mencari Tempat Baru

Konsep Ibu Kota Baru Harus Visioner

Image

News

Mencari Tempat Baru

Brasil Jadi Contoh Sukses Pindahkan Ibu Kota

Image

News

Mencari Tempat Baru

Mengapa Ibu Kota Harus Pergi dari Jakarta?

komentar

Image

1 komentar

Image
Hera Wati

mau pindah kemana aja ibukotanya, yang penting itu yang terbaik buat indonesia

terkini

Image
News
Wabah Corona

Gibran: Rekan-rekan Semua Terimakasih Sudah Kerja Keras Sejauh Ini, Kegiatan Ini Murni Kemanusiaan

"Kami sangat terbantu meski RS Hermina bukan rujukan pasien COVID-19."

Image
News
Wabah Corona

Surabaya Ketat, Risma: Kami Juga Minta Warga Sementara Ini Tidak Menerima Tamu atau Kerabat dari Luar Kota

"Laporan itu harus dilakukan paling lambat 1x24 jam sejak kedatangan," katanya.

Image
News

Gempa Tektonik Bermagnitudo 5.0 Guncang Wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Blitar, Malang, Karangkates II-III MMI.

Image
News
Wabah Corona

Kabar Baik, Dua Dokter di Jawa Tengah Sembuh: Ayo Jaga Pola Hidup Sehat

Tiga dokter PDP Covid-19 ini pensiunan pegawai negeri sipil Kabupaten Batang yang kini bertugas praktik di rumah sakit di Batang.

Image
News
Wabah Corona

Update Covid-19 Per 7 April: Positif 2.738 Orang, 204 Sembuh dan 221 Meninggal

Kita prihatin karena masih terjadi penularan.

Image
News
Wabah Corona

Dilema Korban KDRT di Tengah Lockdown, Terkurung bersama Pelaku dan Sulit Melapor

Kasus KDRT di Paris meningkat 36 persen setelah lockdown diberlakukan

Image
News
Wabah Corona

Selain Terlalu Banyak Keluarkan Aturan Sebatas Imbauan, Pemerintah Dinilai Terlihat Labil dan Bingung dalam Hadapi Covid-19

Dimyati mengatakan Presiden tidak perlu merasa gusar, karena semua pihak siap untuk membantu melawan musuh bangsa.

Image
News
Wabah Corona

Jumlah Korban COVID-19 Membludak, Pemerintah Spanyol Gunakan Teknik Pemakaman Drive Thru

Image
News
Wabah Corona

Dua Dokter Terpapar Covid-19 di Batang Sudah Diperbolehkan Isolasi Mandiri

Menurut dia, dengan bertambahnya jumlah pasien positif COVID-19 dari hasil rapid test maka Kabupaten Batang sudah masuk dalam zona merah.

Image
News

HIMPSI Cabang Malang Kerahkan Psikolog Layani Konsultasi Gratis Dampak Covid-19

Isa berpendapat, dampak pandemi Covid-19 cukup besar dan mempengaruhi hampir semua sektor.

terpopuler

  1. Mengapa Kemenangan Riza Patria Jadi Wakil Gubernur Jakarta Tak Mengejutkan?

  2. Tembus Rp61 T! Ini Pesta Termahal yang Pernah Diadakan di Muka Bumi

  3. Haedar Nashir: Kalau Pemerintah Izinkan Warga Mudik Biarlah Tokoh Agama Berhenti Mengimbau

  4. Pesan Pasien Covid-19 yang Sembuh: Allah Ingin Melihat Apakah Cobaan Ini Semakin Membuat Kita Tawadhu atau Justru Berpaling

  5. Cerita Ketua RT Menteng Dalam, Malam-malam Pintu Rumahnya Diketuk Warga yang Panik Akibat Suhu Tubuh Tinggi

  6. Selalu Memohon Ampun Meski Bebas dari Dosa, Bagaimana Cara Nabi Beristigfar?

  7. Kisah WNI di AS saat Pandemi Corona, Dirumahkan Tanpa Kepastian

  8. Berbarengan Nisfu Syakban, Begini Jadwal, Niat, Tata Cara dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh Bulan Ini

  9. Ahmad Riza Jadi Wagub DKI, Dahnil: Selamat Bang, Tidak Ada Waktu Lagi untuk Berleha-leha

  10. Komisi VIII DPR Desak Diadakan Dzikir Nasional Hindari Covid-19, Anggota PKS: Saya Yakin Lebih Dahsyat Daripada Makanan-makanan Bergizi

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Prakoso Permono

Bayang-bayang Ancaman Teror di Tengah Pandemi

Image
Reza Fahlevi

Atas Nama Kemanusiaan, Stop Politisasi Covid-19

Image
Abdul Aziz SR

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Analisis Komunikasi Penanganan Covid-19

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Besarkan Go-Life hingga Diakui Forbes, Ini 5 Fakta Menarik Windy Natriavi, Pendiri AwanTunai

Image
Hiburan

Resmi Diperistri So Ji-Sub, 5 Fakta Menarik Presenter Cantik Jo Eun-jung

Image
News

Wabah Corona

Olahraga hingga Donor Darah, 7 Potret Aktivitas Sandiaga Uno di Sela-sela WFH