image
Login / Sign Up

Pengakuan Mantan Penjual Minuman Keras

Muh. Aidil

Sudut Lain

Image

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur memusnahkan ribuan botol minuman keras di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (3/5/2019). | AKURAT.CO/Gerdiansyah

AKURAT.CO * Dia menjual miras karena merasa gaji sebagai PNS sudah tidak cukup lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
* Dia sadar minuman keras bakal merusak generasi muda. Untuk mencegah hal itu terjadi, dia hanya menjual minuman beralkohol ke orang-orangtua saja.
* Di bulan Ramadan ini, dia berhenti menjual minuman keras. Dia kini takut untuk melanjutkan usaha itu.

***

Daeng Baso sudah mengakrabi dunia alkohol cukup lama. Lebih tepatnya, dia memulai bisnis jual minuman keras sejak tidak lagi menjadi pegawai negeri sipil sekitar lima tahun yang lalu.

baca juga:

Lelaki berusia 65 tahun itu tinggal di Jalan Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Daeng Baso merupakan warga asli Kabupaten Toraja. Toraja memiliki luas wilayah 3.203 kilometer dengan jumlah penduduk sekitar 268.588 jiwa -- sebelum dimekarkan.

Daeng Baso memasuki dunia alkohol karena penghasilan yang diperoleh dari sana lumayan, jauh di atas gaji pegawai negeri golongan rendah.

"Kerjaan saya itu PNS di sekolah sini. Kan kita kalau PNS pegawai golongan rendah, berapa saja gaji yang diterima. Makanya kalau tidak ada tambahan susah," kata dia.

Ilustrasi pemusnahan minuman keras. AKURAT.CO/Furkan

Daeng Baso sebenarnya bukan pemain kelas kakap. Dia tergolong pemain kecil-kecilan. Lebih tepatnya ikut-ikutan jualan minuman beralkohol agar dapur tetap mengepul.

Walau kecil-kecilan, kalau mendengar dari cerita Daeng Baso, ternyata penghasilan dari sektor itu terbilang menggiurkan. Mungkin itu sebabnya, sebagian orang di Makassar ikut-ikutan jualan minuman keras.

"Pendapatan dari minuman dulu itu tidak menentu, yang saya dapat tidak sampai Rp500 ribu," kata Daeng Baso.

Daeng Baso sebenarnya tidak mau cerita soal usahanya. Tentu saja dia awalnya segan karena ini bulan Ramadan. Belum lagi kekhawatiran kalau-kalau bisnisnya bocor ke luar, rumahnya bisa-bisa didatangi aparat. Bisa berabe.

Jalan raya di Kota Makassar. AKURAT.CO/Muh. Aidil

Sebelum ketemu Daeng Baso, saya sudah beberapa hari keliling Kota Makassar. Menyusuri kawasan-kawasan yang konon banyak tempat menjual minuman beralkohol.

Tempat-tempat penjualan minuman keras kebanyakan tutup sejak awal bulan Ramadan. Sebagian dari mereka tiarap karena tak mau berurusan dengan pihak berwajib. Ketahuan nekat jualan, besar kemungkinan barang mereka disita dan tokonya disegel aparat.

Tapi dari informasi warga yang saya temui, sebenarnya masih ada sebagian tempat penjualan minuman keras yang buka. Hanya saja, cara mereka beroperasi amat tertutup.

Sejumlah pebisnis yang saya temui menolak berbagi cerita apapun tentang pengalaman melakoni bisnis minuman keras. Beberapa orang yang saya temui terlihat kaget, ada yang menertawakan, bahkan ada juga yang menggertak.

***

Hari itu, Daeng Baso sedang berada di luar pagar rumah. Dia mengenakan kaus putih dan celana pendek warna hitam.

Mula-mula dia kaget dengan kedatangan saya. Dia hendak menolak ketika tahu saya jurnalis yang mau wawancara tentang dunia usaha minuman keras di bulan puasa.

Tetapi saya meyakinkan dia bahwa cerita bagaimana dia mengakrabi alkohol bukan untuk menjatuhkannya, tetapi lebih pada cerita bagaimana orang-orang seperti dia menghormati bulan suci Ramadan.

Setelah mendengarkan alasan itu, Daeng Baso mulai terbuka. Tapi, sesekali matanya melirik ke dalam rumah. Daeng Baso amat khawatir istrinya memergoki ketika berbagi cerita kepada saya. Bisa-bisa kena damprat dia, karena dulu sudah diingatkan jangan sekali-kali cerita soal usaha minuman keras ke orang asing.

Jalan raya di Kota Makassar. AKURAT.CO/Muh. Aidil

Daeng Baso dan istrinya masih trauma dengan kejadian beberapa waktu lalu. Di tengah bagus-bagusnya usaha, tempatnya didatangi aparat Kepolisian Sektor Manggala.

"Ada barangku diambil (disita) sama polsek dulu. Yang diambil itu, cuma empat dos saja, jenis minumannya, anggur hitam, bir, sama anggur biasa," kata Daeng Baso.

Kala itu, Daeng Baso punya banyak pelanggan. Mayoritas pembelinya kawula muda. Praktik bisnis minuman keras dekat dengan marabahaya. Saban hari, sebagian anak muda yang membeli minuman keras teler. Lalu, mereka terlibat dalam berbagai tindakan kekerasan.

Daripada di kemudian hari disalahkan karena ikut membuat anak-anak muda jadi biang onar, Daeng Baso kemudian memutuskan untuk menyeleksi pelanggan. Dia tak lagi melayani pembelian dari anak remaja.

"Kalau anak-anak muda saya sudah tidak kasih karena selalu kasih ricuh. Iya, dulu itu memang anak muda yang sering datang beli sini tapi sudah saya tidak kasih," katanya.

Jalan raya di Kota Makassar. AKURAT.CO/Muh. Aidil

Daeng Baso hanya melayani pembeli orang-orang dewasa. Orang dewasa, biasanya meskipun minum minuman beralkohol, mereka tetap tahu diri alias tidak jadi biang kerok perkelahian.

"Sekarang itu tinggal untuk orang tua saja yang saya kasih, itu yang sebelum belum bulan puasa saja," kata dia.

Di bulan Ramadan ini, Daeng Baso sama sekali tidak melayani pembelian dari kalangan manapun. Dia ingin menghormati masyarakat muslim yang sedang berpuasa.

"Pokoknya satu bulan sebelum puasa itu saya berhenti, karena orang juga kan puasa jadi kita hormati juga," kata dia.

Daeng Baso hanya menyediakan dua jenis minuman keras. Dia belanja barang tersebut dari Jalan Cendrawasih.

"Saya jual dulu itu cuma bir sama anggur, yang lain tidak ada. Yang laku itu cuma sedikit saja, paling satu sampai dua botol karena kita tidak jual yang banyak-banyak," kata dia.

Di awal tadi, dia bercerita penghasilannya dari jualan minuman keras tidak menentu. Tetapi sebenarnya tetap terbilang besar. Dari pengalaman yang dia ceritakan, penghasilannya bisa menyokong biaya hidup dan biaya sekolah kelima anaknya.

Ilustrasi penyitaan minuman keras. AKURAT.CO/Furkan

"Anak saya itu lima orang, satu saja perempuan," kata dia.

"Hasil minuman keras itu saya pake untuk belanja sehari-hari, termasuk biaya sekolah anak,” tambah dia. 

Kini, kelima anak Daeng Baso sudah lulus sekolah semua. Tiga orang sudah berkeluarga dan hidup sendiri. Daeng Baso sekarang tinggal bersama istri dan dua anak.

Peristiwa digerebek anggota Kepolisian Sektor Manggala menjadi pengalaman yang amat buruk bagi Daeng Baso. Di bulan Ramadan ini, hati kecilnya mengatakan mungkin dia harus benar-benar menghentikan usaha menjual minuman keras.

"Dulu kan tidak terlalu dilarang orang jadi masih bebas menjual. Cuma sekarang ada pernyataan saya bikin jadi berhenti sudah, apalagi anak-anak juga sudah selesai jadi tidak terlalu susah lagi."

"Saya mau berhenti karena kan ada juga hasil dari pensiunan."

***

Bulan suci Ramadan seharusnya jadi momentum bagi para penjual minuman keras untuk menghentikan usaha. Minuman keras sama seperti narkotika, terbukti lebih banyak memicu berbagai tindakan kekerasan di tengah masyarakat.

Pemerintah-pemerintah daerah dan aparat kepolisian di berbagai daerah tak henti-hentinya mengeluarkan peringatan, bahkan tindakan, agar masyarakat menjauhi minuman keras.

Selain Pemerintah Makassar, beberapa waktu yang lalu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie juga meminta warga untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meninggalkan kebiasaan mengonsumsi minuman keras.

“Saya dapat info, masih banyak miras yang beredar. Saya imbau untuk masyarakat agar meninggalkan konsumsi miras sebagai bentuk penghargaan kepada bulan Ramadan dan kalau boleh ditinggalkan saja seterusnya karena haram dan demi kesehatan," katanya dalam Safari Ramadan di Gorontalo sebagaimana laporan Antara.

Ilustrasi penyitaan minuman keras. AKURAT.CO/Furkan

Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI tahun 2018 menunjukkan tingkat konsumsi miras di Provinsi Gorontalo tertinggi ke empat secara nasional.

Rusli prihatin sehingga dalam setiap kesempatan tatap muka dengan masyarakat, dia mengingatkan agar warga berhenti mabuk-mabukan. Dia menegaskan selain haram dan berbahaya bagi kesehatan, minuman keras penyumbang terbesar angka kriminalitas di daerah.

“Hampir 80 persen kasus kriminal di Gorontalo dipicu oleh miras. Jadi tolong berhenti konsumsi miras. Terlebih bulan ini kita mencari pahala sebanyak-banyaknya, jangan rusak dengan yang seperti ini,” kata dia.

Dari Garut, Jawa Barat, dilaporkan Kepolisian Resor Garut mengungkap sebuah rumah yang dijadikan gudang penyimpanan minuman keras berbagai merek di Jalan Ahmad Yani Timur. Yang paling mengejutkan, minuman keras tersebut akan dijual pada malam Hari Raya Lebaran.

Kepala Kepolisian Resor Garut Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Satria Wiguna gudang penyimpanan minuman keras berada di sebuah rumah. "Rumah dua tingkat itu lokasinya memang strategis, kami investigasi terlebih dahulu dan ternyata benar ada miras," katanya.

Ilustrasi minuman keras oplosan. AKURAT.CO/Hendrik Situmorang

Dari lokasi tersebut, aparat menyita tiga ribuan botol minuman keras yang sudah dikemas dalam dus. Minuman tersebut baru dipasok dari luar kota.

"Sengaja mereka sembunyikan dulu, dan akan diedarkan di malam takbiran," katanya.

Imbauan-imbauan agar jangan menjual minuman keras, terutama selama Ramadan, rupanya tak didengarkan semua pengusaha di sejumlah kota, di antaranya Kota Bandung. Akibatnya, tempat usaha mereka ditindak aparat.

Di Kota Bandung, anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung melakukan razia dan mendapati tempat-tempat itu.

Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Mujahid Suhada mengatakan minuman beralkohol yang dirazia masuk ke dalam golongan A sampai golongan C. "Seperti biasa di toko jam, awalnya kita hanya tes selintas, ternyata setelah kita bongkar, banyak minuman beralkohol di sana," kata dia. []

Baca juga:

Tulisan 1: Berisik Musik Disko di Tempat Prostitusi Kini Berubah Jadi Lantunan Quran

Tulisan 3: Kisah Kupu-kupu Malam di Bulan Ramadan

Tulisan 4: Seharian Keliling Tempat Pacaran Tepi Pantai

Tulisan 5: Penjual Jamu Gendong dan Rahasianya

Tulisan 6: Akhirnya Terjawab Pertanyaan Soal Kehidupan Pengamen Ondel-Ondel di Bulan Puasa

Tulisan 7: Interview Ustaz Tengku Zulkarnain dari Prostitusi sampai Hinaan

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Sudut Lain

Interview Ustaz Tengku Zulkarnain dari Prostitusi sampai Hinaan

Image

News

Sudut Lain

Akhirnya Terjawab Pertanyaan Soal Kehidupan Pengamen Ondel-Ondel di Bulan Puasa

Image

News

Sudut Lain

Penjual Jamu Gendong dan Rahasianya

Image

News

Sudut Lain

Seharian Keliling Tempat Pacaran Tepi Pantai di Bulan Puasa

Image

News

Sudut Lain

Kisah Kupu-kupu Malam di Bulan Ramadan

Image

News

Sudut Lain

Berisik Musik Disko di Tempat Prostitusi Kini Berubah Jadi Lantunan Quran

komentar

Image

1 komentar

Image
Resta Apriatami

semoga bapak menyudahi usaha itu yaa

terkini

Image
News
Wabah Corona

Pandemi Covid-19, Dahnil: Dua Hal Ini Perlu Kita Propagandakan dan Kerjakan

Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau masyarakat mempercayakan tentang Covid-19 kepada ilmu pengetahuan.

Image
News

Update Corona 4 Juli: Total ODP 38.890 dan PDP 14.205

Adapun kasus meninggal bertambah 53 orang, sehingga total menjadi 3.089 orang.

Image
News

Tak Pakai Masker di Yogyakarta, Siap-siap Kena Denda Rp100 Ribu

Agus yakin bahwa masyarakat bisa mengerti dan mengikuti protokol yang ditetapkan.

Image
News

Syarief Hasan: Kami dari Demokrat Sejak Awal Menegaskan RUU HIP Harus Ditolak dan Tidak Dilanjutkan

Dalam pertemuan tersebut, kata Syarief, Try Sutrisno mengusulkan RUU HIP diganti dengan RUU PIP.

Image
News

Survei IPO: Anies dan Ganjar Paling Responsif Tangani Corona

“Popularitas bupati Boltim cukup mendapat perhatian publik, ia dianggap responsif dan lebih baik dari Gubernur Khofifah."

Image
News

PA 212 Besok Gelar Apel Siaga Ganyang Komunis, Tagar #StopDemoWaspadaCovid Mencuat di Twitter

Netizen menilai menggelar aksi di masa pandemi Covid-19 lebih banyak mudaratnya.

Image
News

Renasionalisasi BUMN

Di Indonesia, perkara privatisasi versus nasionalisasi juga tak pernah usai.

Image
News

Update Covid-19 Per 4 Juli: Kasus Positif Tambah 1.447, Total 62.142

Penambahan kasus positif yang kita dapatkan pada hari ini 1.447 orang.

Image
News

Pujian Khofifah untuk Abdul Halim

Mantan menteri sosial itu juga berterima kasih karena program BLT Dana Desa memang dibutuhkan masyarakat.

Image
News

Polisi: Selain Bacok Korban Hingga Tewas, MN Juga Provokator Tawuran di Tambora

Pelaku yang kami tangkap di wilayah Cilacap Jawa Tengah ini merupakan pelaku utama.

terpopuler

  1. Sebut Suaminya Korban, Dhawiya Zaida Kaget Muhammad Divonis 5 Tahun Penjara

  2. Priyanka Chopra Dikabarkan Jadi Artis Paling Dibenci di Bollywood, Ini 5 Faktanya Menariknya

  3. 5 Keanehan Adegan Sinetron Indonesia, Bikin Heran Sekaligus Ngakak

  4. Datang dengan Keluhan Mirip COVID-19, yang Ditemukan di Dada Anak ini Bikin Kaget

  5. Kisah Nabi Isa saat Melepaskan Pencuri yang Bersumpah Atas Nama Allah

  6. Wajah Wanita ini Tercetak di Uang Kertas, Penyebabnya Unik Banget

  7. Jubir COVID-19: Masyarakat Bisa Kembali Beraktivitas Untuk Hal yang Produktif

  8. Sempat Jadi Zona Merah, Tiga Kabupaten di NTT Dinyatakan Telah Bebas dari Covid-19

  9. Tim Pakar Gugus Tugas Sebut Ukuran Virus Corona Lebih Besar dari Virus Lain

  10. Pertimbangkan Gunung Merapi, FIFA Pilih Jakabaring Ketimbang Mandala Krida

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

Jadi Pengusaha Daging, 6 Potret Terbaru Mantan Istri BTP Veronica Tan

Image
News

Lewat YouTube Daniel Mananta, BTP Ungkap Usahanya Pertahankan Rumah Tangga dengan Veronica Tan

Image
News

6 Potret Lawas Kenangan Presiden Soeharto Bersama Keluarga