image
Login / Sign Up

Pelajaran Ibu Penjaga Kebersihan Kota: Ikhtiar, Sabar Kalau Diuji Tuhan

Dafi Yusuf

Kaum Marginal

Image

Sumrinah, petugas kebersihan Kota Semarang | AKURAT.CO/Dafi Yusuf

AKURAT.CO* Berdoa, berusaha, disiplin, dan bertanggungjawab dalam bekerja adalah kunci hidup Sumrinah. Dia bekerja dengan bahagia.
* Dia percaya rezeki dan kesehatan sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa. Manusia hanya bisa berikhtiar.
* Puasa adalah kewajiban. Dia tidak mau bermalas-malasan bekerja dengan alasan sekarang bulan puasa.
* Janda ini tidak mau merepotkan anak-anak yang sudah berkeluarga. Dia sudah bahagia pada akhirnya mampu mengantarkan mereka sampai dewasa dan mandiri.

***

Jam 05.00 WIB, Sumrinah sudah berseragam warna merah bertuliskan Semarang Hebat. Dua buah sapu lidi dia gendong. Sebuah pengki digantungkan di lengan.

baca juga:

Ketika sebagian warga kota masih terlelap usai sahur, Sumrinah sudah meluncur menembus dinginnya udara menuju Jalan Imam Bonjol, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Sesampai di ruas Jalan Imam Bonjol, Sumrinah tak buang-buang waktu. Dia segera bekerja. Sapu yang tadi digendong, kini pindah ke tangan. Pelan-pelan, dia gerakkan di atas permukaan jalan, menyapu sampah-sampah yang menganggu pemandangan.

Begitu warga bangun dari tidur, tentu saja mereka melihat jalan raya dan lingkungan kota dalam keadaan bersih. Itu tak lain peran dari orang-orang seperti Sumrinah.

Perempuan asal Boyolali, Jawa Tengah, itu, merupakan orang penting dalam mempertahankan nama baik Kota Atlas dari sisi kebersihan.

Kota Semarang. AKURAT.CO/Dafi Yusuf

Sumrinah bukan asli warga Kota Atlas. Dia baru tinggal di Desa Kalialang Lama, Gunungpati, Semarang, setelah dinikahi Darsono.

Darsono dulunya juga seorang petugas kebersihan kota. Tahun 1995, dia dipanggil Tuhan. Sejak itu, tugasnya digantikan oleh janda Sumrinah. Praktis, Sumrinah menjadi tulang punggung keluarga dengan tiga orang anak.

Pertama-tama menjadi petugas kebersihan, penghasilannya tidaklah seberap. Tapi kalau untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti makan, dirsa sudah lebih dari cukup.

Tapi begitu anak mulai sekolah, pendapatan dirasakan tak sebanding dengan pengeluaran. Seperti pengalaman sepuluh tahun yang lalu, anak bungsu Sumrinah, Adi Joko, hampir-hampir tidak bisa melanjutkan sekolah gara-gara tidak bisa membayar uang pangkal. Pada waktu itu, honor Sumrinah sebesar Rp800 ribu per bulan dan harus dia bagi-bagi untuk kebutuhan yang lain.

“Setiap malam saya hanya bisa berdoa sama Tuhan dan berusaha untuk mencari rezeki, yang penting ikhtiar dan sabar kalau diuji sama Tuhan,” kata dia ketika saya temui pada Minggu (6/5/2019).

Sumrinah, petugas kebersihan Kota Semarang. AKURAT.CO/Dafi Yusuf

Dia percaya rezeki dan kesehatan sudah diatur oleh Allah. Manusia hanya dapat berikhtiar. Manusia cuma bisa mengharap setiap perjuangan mendatangkan rezeki yang baik bagi keluarga.

Selain berdoa, Sumrinah tentu saja tetap tekun menjalankan tanggungjawab sebagai petugas kebersihan.

Dia merasa perjalanan hidupnya menjadi tidak berat-berat amat. Rezeki mengalir begitu saja.

“Terkadang juga ada tukang jual mie ayam juga ngasih saya makan, alhamdulillah saya selalu didekatkan dengan orang baik. Walapun dengan penghasilan yang serba pas-pasan bisa irit dengan bantuan orang-orang tadi,” kata dia.

“Cukup ndak cukup pokoknya harus dicukup-cukupkan.”

Pada 2018 lalu, honor petugas kebersihan meningkat. Nilainya disetarakan dengan upah minimum Kota Semarang yaitu Rp2.498.587.

***

Sumrinah kini sudah 24 tahun menjadi petugas kebersihan Kota Semarang. Suka duka menekuni pekerjaan memelihara kebersihan telah dirasakannya.

Salah satu tantangan menjadi pelayan kebersihan kota adalah ketika datang bulan puasa. Betapa tidak, mereka tidak bisa meninggalkan begitu saja tanggungjawab, meskipun sedang menahan lapar dan dahaga. Mereka bekerja di ruang terbuka, di pinggir jalan, di bawah terik matahari, apalagi sekarang lagi musim penghujan.

Tapi panas, lapar, dan dahaga tak pernah menyurutkan niat Sumrinah untuk menyelesaikan puasa. Seingat dia, belum pernah sekalipun dia membatalkan puasa hanya karena kehausan dan kelaparan.

Kota Semarang. AKURAT.CO/Dafi Yusuf

“Sudah menjadi tugas saya untuk membersihkan kota, kalau dengan alasan berpuasa malah malas-malasan menurutnya saya tidak baik,” kata Sumrinah.

Ketika saya wawancarai siang itu, sesekali tangan Sumrinah membetulkan posisi lidi.

“Kalau saat Ramadan tak ada yang memberi nasi bungkus, biasannya malah uang. Bahkan seringkali kalau mendekati Idul Fitri dikasih kardus yang di dalamnya ada bahan sembako dan uang,” kata Sumrinah ketika menjawab pertanyaan saya.

Jawaban tersebut mengingatkan pada pernyataan Sumrinah sebelumnya bahwa Allah sudah mengatur rezeki setiap manusia.

Sumrinah, petugas kebersihan Kota Semarang. AKURAT.CO/Dafi Yusuf

Dia senantiasa bersyukur. Dia berharap semua orang berekonomi lemah, jelang lebaran, seberuntung dia.

Pada hari raya Idul Fitri, biasanya Sumrinah tak pernah membeli makanan yang biasanya tersaji di meja tamu. Donasi dari masyarakat yang kebetulan lewat di wilayah kerjanya dirasa sudah lebih dari cukup.

“Terkadang ada warga yang memberi dus box berisi perlatan ibadah dan terkadang juga ada dus box yang berisi berbagai makanan untuk Idul Fitri,” katanya.

***

Dari kejauhan sayup-sayup terdengar suara azan dari rumah Sumrinah yang berukuran 30 meter persegi. Hidangan es sirup berwarna merah, sayur lodeh dengan lauk tempe dan telur ceplok yang tadi disiapkan Sumrinah sudah siap untuk disantap.

Sumrinah berbuka puasa sendiri. Ketiga anaknya – Sucipto, Tri Ning Tyas, dan Adi Joko -- tidak ikut dia lagi karena masing-masing sudah berkeluarga. Anak bungsu Adi Joko yang terakhir menikah pada Februari 2019 lalu. Dari ketiga anak, hanya Adi Joko yang tinggal di Pulau Jawa.

Sebenarnya Sumrinah ditawari anaknya untuk ikut tinggal bersama mereka. Tapi karena tidak ingin merepotkan kehidupan rumah tangga anak, akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal di Kota Semarang, di rumah peninggalan suami.

Sumrinah, petugas kebersihan Kota Semarang. AKURAT.CO/Dafi Yusuf

“Cita-cita saya itu cuma dua, yang pertama bisa menyekolahkan anak-anak saya sekaligus bisa melihat mereka berkeluarga dan yang ke dua ingin ke Tanah Suci. Alhamdulillah Ramadan tahun ini keinginan yang pertama saya terpenuhi,” katanya.

“Alhamdulillah di tahun ini semua yang saya doakan bisa terwujud, walaupun rezeki pas-pasan saya sebagai orangtua tetap ingin melihat ketiga anak saya tadi hidup bahagia,” Sumrinah menambahkan. Matanya berkaca-kaca.

Kini tinggal satu keinginan lagi yang belum terkabul. Dia ingin pergi ke Tanah Suci. Sumrinah sudah sejak lama menabung sedikit demi sedikit untuk mempersiapkan diri berangkat ke Tanah Suci.

Sumrinah sangat sumringah ketika bercerita tentang kegiatan di bulan suci tahun ini. Di luar jam kerja, dia meluangkan waktu lebih banyak untuk ibadah. Biasanya, sehabis salat Tarawih atau sahur, dia segera membaca Alquran agar khatam.

Sumrinah, petugas kebersihan Kota Semarang. AKURAT.CO/Dafi Yusuf

“Ya setidaknya saya ingin memperbaiki kualitas puasa saya. Salah satunya ingin mengkhatamkan Quran selama bulan Ramadan. Dulu-dulunya ibuk ingin khatamin quran, tapi belum bisa,” katanya sambil menyantap makanan berbuka puasa.

Sumrinah mengatakan Ramadan merupakan bulan penuh keberkahan, kasih sayang, rahmat, dan pengampunan dari Allah SWT. Itu sebabnya dia tidak menyia-nyiakan bulan ini.

“Bagaimana tidak berkah, tidur aja dihitung pahala kok, apalagi kalau ibu membersihkan Kota Semarang. Pasti pahalanya tambah banyak,” kata Sumrinah.

“Banyak orang terbalik to, kalau puasa malah malas-malasan. Kalau saya endak. Ini waktunya untuk panen.”

Azan Isya terdengar. Saya pun menyudahi wawancara. Sumrinah bersiap-siap untuk mengambil perlengkapan ibadah. []

Baca juga:

Tulisan 1. Kisah Keluarga Nurlela Hidup dari Sampah

Tulisan 3. Kehidupan Penarik Becak di Kotanya Jokowi

Tulisan 4. Belajar Ikhlas dari Suami Istri Tunanetra

Tulisan 5. Pelajaran dari Driver Ojek Online Perempuan di Bulan Puasa

Tulisan 6. Interview Habib Novel Bamukmin: Hukum Bagi Para Pekerja Keras yang Tak Berpuasa

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Kaum Marginal

Interview Habib Novel Bamukmin: Hukum Bagi Para Pekerja Keras yang Tak Berpuasa

Image

News

Kaum Marginal

Pelajaran dari Driver Ojek Online Perempuan di Bulan Puasa

Image

News

Kaum Marginal

Belajar Ikhlas dari Suami Istri Tunanetra

Image

News

Kaum Marginal

Kehidupan Tukang Becak di Kotanya Jokowi

Image

News

Kaum Marginal

Kisah Keluarga Nurlela yang Hidup dari Sampah

komentar

Image

2 komentar

Image
Resta Apriatami

semoga keinginan keduanya dikabulkan Allah

Image
Muhamad Wahyudi

Semangat terus bu, mudah-mudah selalu diberi kesehatan

terkini

Image
News

Jan Ethes Jenguk Adik Bersama Keluarga Ibunya, Mbah Jokowi Nyusul Bersama Ibu Negara

Saat turun dari mobil, Ethes digendong neneknya Sri Partini hingga masuk ke dalam rumah sakit

Image
News

Dikuasai Pengepul Barang Bekas, Jalan Agung Perkasa Steril Kembali

pembongkaran untuk mengembalikan fungsi saluran dan jalan

Image
News

Guru di Vietnam Dipenjara 11 Tahun karena Unggahan Facebook 'Melawan Negara'

Pengacara terdakwa menyatakan kliennya menyangkal dakwaan itu karena akun Facebook itu bukan miliknya.

Image
News

DN Belajar Oplas Di China dan Jual Kosmetik Ilegal

Penentuan lipatan mata harus sesuai dengan kemauan pasien

Image
News

Pelaku Mengaku Sebagai Atasannya, Anggota Polisi Ditipu Ratusan Juta

Kasus penipuan ini pun baru diketahui korban setelah menghubungi langsung Kabid Humas Polda Sulsel.

Image
News

Diberi Nama La Lembah Manah, Nama Cucu Ketiga Jokowi Punya Makna Mendalam

Ditanya singkatan dari nama La yang disematkannya sebagai nama depan putrinya, bos Markobar itu enggan menjelaskannya secara detail

Image
News

Turki Pulangkan 8 Tersangka Anggota ISIS ke Jerman dan Inggris

Kesulitan yang dihadapi otoritas Jerman adalah, sesuai hukum Jerman, mereka tak dapat didakwa untuk aktivitas apa pun di Timur Tengah.

Image
News

Hadapi Polisi, Demonstran Hong Kong Lepaskan Panah Berapi hingga Bom Molotov

"Kami mencoba segala cara yang damai tetapi kami gagal. Kami mungkin akan melemparkan bom molotov dan batu bata..." kata seorang demonstran.

Image
News

PP KORPMA GPII Tolak Pengangkatan Ahok Sebagai Petinggi BUMN

Pengangkatan Ahok tentu berpotensi melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN

Image
News

Chili Segera Gelar Referendum untuk Ganti Konstitusi Buatan Rezim Pinochet

Konstitusi lama tidak menetapkan negara bertanggung jawab menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan, dua tuntutan jutaan warga saat ini.

trending topics

terpopuler

  1. Sarankan Menteri BUMN Konsultasi dengan KPK Soal Ahok, Andre Rosiade Kena 'Tampar' Profesor USU

  2. Salmafina Tak Lagi Main Medsos, Sunan Kalijaga: Yang Penting Gak Keluar dari Rumah

  3. Politisi ini Sebut Penganut Khilafah Pasti Gak Suka Ahok di BUMN

  4. Aset First Travel Tak Dikembalikan ke Korban dan Disita Negara, Tengku Zulkarnain: Negara Rugi Apa?

  5. Bakal Jadi Sarjana Termuda di Dunia, 7 Fakta Menarik Laurent Simons si Bocah Berusia 9 Tahun

  6. Soal Pengangkatan Ahok di BUMN, Erick Thohir: Sandi Aja Nilai Positif!

  7. Tim Dokter yang Menangani Persalinan Anak Kedua Selvi Ananda Sama Seperti Kelahiran Jan Ethes

  8. Deddy Corbuzier Singgung Anggaran Aica Aibon, Anies: Itu Emang Malu-maluin

  9. Pemain Timnas Indonesia Mulai Paham dengan Strategi Sang Pelatih Sementara

  10. Banyak Perusahaan Kehilangan Karyawan Akibat Menjamurnya Startup, Lalu Sistem Jaminannya?

fokus

Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan
Pejuang Kanker Payudara

kolom

Image
Erizky Bagus Zuhair

Heritage Port Sunda Kelapa, dari Rempah-rempah ke Pariwisata

Image
UJANG KOMARUDIN

Memerangi Radikalisme

Image
Abdul Aziz SR

Pentingnya Tenaga Ahli DPRD

Image
Hasan Aoni

Secuil Kabar dari Amerika tentang Sri

Wawancara

Image
Video

VIDEO Sepak Terjang Erna Hernawati Mengawal UPN Veteran Jakarta

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Sosok

Image
Ekonomi

Pendidik hingga CEO, Ini 5 Fakta Menarik Ken Ratri Iswari, Pendiri Geekhunter

Image
News

6 Potret Hangat Fadli Zon Antar Ibunda Pulang Kampung ke Payakumbuh

Image
News

Liburan ke Lombok hingga Nongkrong di Kafe, 8 Potret Terbaru Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan