image
Login / Sign Up

Cerita dari Sebuah Pelabuhan hingga Pasar Pakaian Bekas

Herry Supriyatna

Gombal Impor

Image

Pembeli memilih pakaian impor bekas di Blok V Pasar Senen, Jakarta, Kamis (7/3/2019). Pakaian bekas tersebut dibandrol dari hari harga Rp5.000 hingga Rp150.000 per potong. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Tulisan ini akan terdiri dari sembilan bagian cerita. Tulisan membahas berbagai hal seputar impor pakaian bekas, mulai dari pelabuhan, pasar, regulasi, aparat, hingga dari sudut pandang sosiolog.

***

Di bawah terik matahari, kuli-kuli panggul dengan gesit menurunkan barang-barang dari atas kapal kayu yang baru menyandar ke Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Pelabuhan ini berada di Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan.

baca juga:

Barang-barang itu dengan cepat berpindah ke armada yang menunggu di dermaga. Barang yang diturunkan dari kapal atau dinaikkan ke kapal, antara lain semen, air mineral, sembilan bahan pangan pokok, juga pasir putih yang dikemas dengan karung warna putih.

Senin, 4 Maret 2019, sejak pagi hingga sore, saya berkeliling di Pelabuhan Sunda Kelapa dan sama sekali tidak menjumpai pengiriman ballpress berisi pakaian bekas impor.

Semenjak Kementerian Perdagangan menerbitkan payung hukum berupa Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 51/M-Dag/Per/7/2015 Tahun 2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas, sangat sulit melihat karung isi pakaian bekas dari negara lain yang diturunkan dari kapal kayu di pelabuhan itu.

Pakaian impor bekas di Pasar Senen. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Aturan itu merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Dalam Pasal 47 ayat (1) disebutkan setiap importir wajib mengimpor barang dalam keadaan baru. Tapi, dalam keadaan tertentu Menteri Perdagangan bisa menetapkan barang yang diimpor dalam keadaan tidak baru.

Importasi gombal bekas dilarang karena sejumlah pertimbangan. Menurut laporan analisis impor pakaian bekas yang dilakukan Pusat Kebijakan Perdagangan Luar Negeri, Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Pangan, Kementerian Perdagangan tahun 2015 (http://bppp.kemendag.go.id) dari sudut industri, impor pakaian bekas akan sangat mengganggu pasar domestik yang merupakan pangsa pasar bagi industri garmen kecil dan konveksi.

Kemudian dari sudut pandang kesehatan, Kementerian Perdagangan telah melakukan uji sampel 25 pakaian bekas yang ada di Pasar Senen dan hasilnya ditemukan beberapa jenis mikroorganisme, yakni bakteri staphylococcus aures, bakteri escherichia coli (e-coli), dan jamur kapang. Kandungan mikroba dan jamur ini merupakan bakteri berbahaya yang bisa mengakibatkan gangguan pencernaan, gatal-gatal, dan infeksi pada saluran kelamin. Kandungan mikroba pada gombal bekas memiliki ALT sebesar 216 ribu koloni dan jamur 36 ribu koloni. Kandungan mikroba dan jamur ini merupakan bakteri berbahaya yang bisa mengakibatkan gangguan pencernaan, gatal-gatal, dan infeksi pada saluran kelamin.

Seorang buruh panggul yang saya temui di dekat kapal kayu yang akan mengangkut air mineral mengatakan sekarang sudah tak ada kapal kayu yang membawa pakaian bekas impor.

"Saya sih selama ini belum lihat, mungkin di Pasar Ikan (Jakarta Utara) kalau khusus pakaian bekas," katanya.

Tetapi menurut anak buah kapal yang saya temui, pelabuhan ini merupakan salah satu tempat untuk mendaratkan gombal-gombal bekas dari luar negeri, sebelum didistribusikan ke pasar atau toko baju.

Pakaian impor bekas di Pasar Senen. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Seorang anak buah kapal yang berteduh di dekat saya pada siang hari itu, sedang menunggu keberangkatan. Kapalnya akan mengangkut air mineral ke Bangka Belitung. Di tengah obrolan, dia bercerita kalau kapalnya biasa melayani pesanan pengangkutan berbagai jenis barang.

"Ya ngangkut macam-macam, termasuk pakaian bekas, tergantung pesanannya saja," ujar anak buah kapal.

Suatu ketika, kapalnya pernah membawa berkarung-karung pakaian bekas impor ke Pelabuhan Sunda Kelapa dari salah satu pelabuhan di Pulau Sumatera.

Tapi sebelum dia menyelesaikan cerita, tiba-tiba, dipanggil oleh kawannya yang memberi kode dari kejauhan. Mungkin ada orang yang curiga dengan saya yang sejak pagi bolak-balik di sekitar pelabuhan.

Orang-orang sekitar kapal yang tengah bersandar saya temui mengaku tak tahu menahu soal pengiriman barang awul-awul dari luar negeri yang singgah di Pelabuhan Sunda Kelapa. Mungkin saja mereka kompak merahasiakan soal itu karena tahu pemerintah sedang memerangi impor pakaian bekas atau bisa jadi orang yang kebetulan saya temui tidak punya akses informasi tentang isi karung yang mereka tangani.

***

Pasar Senen yang terletak di sekitar segitiga emas Jakarta Pusat merupakan salah satu surga bagi pecinta pakaian bekas impor di Ibu Kota Jakarta.

Aroma khas pakaian bekas amat menyengat di lantai tiga. Di sana ada banyak sekali etalase penjualan. Siang hari, hawanya amat panas di lantai itu, berbeda dengan lantai dua yang masih terasa tiupan angin dari air conditioner.

Seorang pedagang -- belakangan minta namanya disamarkan -- terlihat tak terlalu sibuk kalau dibandingkan pedagang-pedagang lainnya pada siang hari itu. Jemmy baru sekitar satu tahun menggeluti bisnis awul-awul.

Pakaian impor bekas di Pasar Senen. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Bagi dia usaha menjual pakaian bekas amat menggiurkan karena banyak orang yang memburu pakaian bekas pakai. Selain menjanjikan, penjualan pakaian bekas juga memberikan keuntungan yang besar.

Pantas saja kalau begitu. Meskipun pemerintah garang dalam membuat aturan, tetap saja bisnis di pasar jalan terus. Importasi pakaian lewat pelabuhan-pelabuhan tertentu tetap jalan lancar dan rapi.

Saking rapinya pengiriman pakaian bekas, Jemmy sebagai pelaku di ujung mata rantai bisnis pun tak tahu bagaimana barang itu bisa masuk ke Jakarta. Dia hanya tahu membayar dan mendapatkan barang.

“Barang kan ada jualan bal-balan di sini. Tahunya itu transit Singapura, terus udah di sini aja. Pokoknya yang tahu itu orang bal. Kita tinggal ngambil,” kata dia.

“Kalau untuk caranya dapat, itu urusan bos-bos besar. Kami cuma jualan di sini aja beli bal-balan.”

Dari cerita dia, ada kesan semacam kesadaran bersama untuk saling menjaga informasi supaya jaringan pengiriman pakaian bekas impor selalu aman.

Pakaian impor bekas di Pasar Senen. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto



“Kalau pun saya tahu (informasi), saya nggak berani bilang, takut salah nyebut karena bagi saya itu sudah masuk ranah privasi usaha orang,” kata dia.

Menurut logika Jemmy kalau perdagangan pakaian bekas impor ini ilegal, mustahil bisa dijual secara terang-terangan seperti di tempatnya berbisnis. Kalau itu barang selundupan, kata dia, sudah pasti ditindak aparat penegak hukum sebelum sampai ke pasar.

“Kalau ini memang ilegal ini pasti udah gak ada. Ini kan resmi. Nggak mungkin ilegal masuk, pasti kan ada bea cukai ke aparat-aparat pemerintah kita. Gak mungkin. Ini bukan barang-barang ilegal. Kalau ilegal itu penyelundupan dan gak mungkin beredar begini.”

“Kamu cari aja di sini orang, tanya soal bal-balan. Kalau omongin bal-balanan pasti gak akan mau bicara. Intinya mah legalnya udah jelas. Kalau ini gak legal gak mungkin jual umum begini. Apalagi ini dah jelas Pasar Jaya. Intinya transit ke Jakarta kita ambil”.

“Di Jakarta, dimananya tempat transit?” saya tanya Jemmy lagi.

Pakaian impor bekas di Pasar Senen. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

“Di Tanjung Priok lah. Dari pelabuhan dikirim ke induk-induk. Itu urusan bos-bos besar. Kalau saya ya lihatnya, dia dah memberikan syariat rezeki kepada kita, nolong banyak kepala keluarga,” Jemmy menjawab.

Yang jelas diketahui oleh Jemmy, pakaian itu berasal dari Korea, Cina, Malaysia, Singapura, Jepang. “Campur-campur.”

Harga satu bal pakaian bekas bervariasi, tergantung jenis pakaiannya.

“Tergantung barangnya, paling mahal itu celana cowok Rp9 juta. Dan isinya juga tergantung barang. Kayak jaket kan tebel, rajut tipis, blouse tipis. Kalau jaket paling isinya ada 120 baju,” katanya.

***

Bisnis awul-awul di Plaza Metro Atom, Pasar Baru, Jakarta Pusat, juga berada di lantai tiga. Kalau dibandingkan dengan suasana Pasar Senen, Plaza Metro jauh lebih nyaman bagi konsumen.

Selain penempatan toko yang tidak terlalu rapat, hembusan udara dari air conditioner juga masih terasa. Tapi untuk bau pakaian bekas, sama saja dengan Pasar Senen.

Pedagang bernama Nur terlihat sedang memainkan telepon genggam di toko. Dia bersedia ngobrol-ngobrol dengan saya. Kami ngobrol sambil duduk di atas bal berisi pakaian bekas impor.

Sama seperti Jemmy, Nur pun tak pernah bertatap muka dengan bos yang mendatangkan pakaian bekas ke Jakarta, meski dia membeli pakaian bekas secara berkala kepadanya. Biasanya, pedagang seperti Nur ini dikabari oleh orang yang disebut sebagai pihak sana kalau pas ada barang baru datang.

“Dihubungi ya?” saya bertanya.

Pakaian impor bekas di Pasar Senen. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

“Iya katanya ada barang baru nih bagus, ya udah saya ambil. Berebutan juga itu dapetin barangnya,” kata Nur.

Harga tiap bal, katanya, Rp6 juta sampai Rp6,5 juta, tergantung jenis pakaian.

Bal berisi pakaian bekas masih terlihat di toko Nur. Ukurannya besar. Tiap bal dilapisi dengan karung warna putih.

Pakaian bekas yang diterima Nur diimpor dari berbagai negara. Mayoritas barang yang dia dapatkan dan berada di tokonya merupakan “limbah” pakaian dari Jepang dan Korea.

“Dari Eropa juga ada satu dua. Kalau lagi ada justru bisa kita jual tinggi,” kata Nur.

Nur tak punya akses informasi tentang pemain bisnis impor pakaian bekas. Informasi yang dia ketahui sebatas pakaian datang dari luar negeri, transit di Batam, lalu dibawa kapal ke Jakarta.

“Dan ambilnya di Pelabuhan Sunda Kelapa,” kata dia.

Dia tak mengambil sendiri bal pakaian dari Pelabuhan Sunda Kelapa, melainkan melalui jasa kurir.

“Dianter ke sini, dan pakai ongkos juga. Kalau ke sana ke sini pakai mobil bayar Rp100 ribu.” [Herry Supriyatna, Maidian Reviani, Yudi Permana]

Baca juga:

Tulisan 1: Cerita dari Sebuah Pelabuhan hingga Pasar Pakaian Bekas

Tulisan 2: Gurihnya Bisnis Gombal Bekas Impor dari Mereka yang Ingin Kece

Tulisan 3: Genderang Perang Ditabuh Terus, Bisnis Gombal Bekas Impor Jalan Terus

Tulisan 4: Ribuan Bakteri Tak Begitu Menakutkan Asal Pakaian Tetap Keren

Tulisan 5: Perang Hadapi Pengawal Kapal Gombal Bekas Impor

Tulisan 6: Rute Gombal Bekas Impor sampai Pelabuhan Tikus, Siapa Pemainnya?

Tulisan 7: Di Balik Kecanduan Pakaian Bekas Impor

Tulisan 8: Penyelundupan Gombal Bekas Impor, Polair: Mereka Sudah Tahu Posisi Petugas

Tulisan 9: Kisah Baju You Can See Ketika Pertama Kali Diimpor 

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Gombal Impor

Kisah Baju You Can See Ketika Pertama Kali Diimpor ke Indonesia

Image

News

Gombal Impor

Penyelundupan Gombal Bekas Impor, Polair: Mereka Sudah Tahu Posisi Petugas

Image

News

Gombal Impor

Di Balik Kecanduan Pakaian Bekas Impor

Image

News

Gombal Impor

Rute Gombal Bekas Impor sampai Pelabuhan Tikus, Siapa Pemainnya?

Image

News

Gombal Impor

Perang Hadapi Pengawal Kapal Gombal Bekas Impor di Tengah Laut

Image

News

Gombal Impor

Ribuan Bakteri Tak Begitu Menakutkan Asal Pakaian Tetap Keren

Image

News

Gombal Impor

Genderang Perang Ditabuh Terus, Bisnis Gombal Bekas Impor Jalan Terus

Image

News

Gombal Impor

Gurihnya Bisnis Gombal Bekas Impor dari Mereka yang Ingin Kece

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Tiga Syarat Pemakzulan Presiden Menurut Pemikir Islam

Salah satunya pemimpin yang tidak adil.

Image
News
Wabah Corona

DMI: Daya Tampung Masjid saat Normal Baru hanya 40 Persen

Daerah yang padat penduduk ibadah Shalat Jumat dilaksanakan dua gelombang

Image
News
Wabah Corona

Hari Keempat Rapid Test di Surabaya, 187 Orang Reaktif

Surabaya masuk zona merah.

Image
News

Ribuan ASN Nagan Raya Aceh Tak Lagi Terima Tunjangan Khusus

Anggaran tunjangan khusus dipangkas.

Image
News
Hari Lahir Pancasila

Kemendikbud Ajak Semua Pihak Kedepankan Semangat Gotong Royong di Tengah Covid-19

Harus ada praktik nyata bukan hanya wacana.

Image
News

Lama Buron, KPK Akhirnya Tangkap Nurhadi dan Menantunya

Masuk DPO karena mangkir pemeriksaan.

Image
News

Satgas Nemangkawi Buru KKB yang Tembak Warga Sipil

KKB layak disebut teroris karena bunuh warga tak berdosa.

Image
News
Wabah Corona

Warga dan Aparat di Boven Digoel Bertekad Putus Penyebaran Corona

“Kegiatan seperti ini terus dilakukan Satgas agar masyarakat makin sadar dan tahu cara efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19“

Image
News

Tambang Emas Tradisional di Kotabaru Longsor, Enam Orang Meninggal

"Seluru personel Polsek Sungai Durian bersama Koramil dan masyarakat masih melakukan pencarian korban atas nama Nardi“

Image
News
Wabah Corona

Kasus Positif Corona di Kota Bogor Bertambah Dua Orang

Satu kasus merupakan impor dari daerah lain, yakni warga Kota Bogor yang baru kembali dari Manila, Filipina.

terpopuler

  1. Kekasih Gelandang Madrid Ini Mengaku Lakukan Seks Sekali Sehari, Sangat Kompetitif

  2. Bikin Plong, Ini 5 Cara Membersihkan Paru-paru Secara Alami

  3. Heboh Slip Gaji Guru Honorer Hanya Rp35 Ribu per Bulan, Warganet: Nangis Liatnya

  4. Gagah Abis, Ini 3 Potret Ravi Murdianto saat Berseragam Tentara

  5. Pertokoan Kawasan Jembatan Merah Diamuk si Jago Merah

  6. Ucapan Ahok, Khofifah dan Edy Rahmayadi Sambut Hari Lahir Pancasila

  7. Viral Foto Diduga Warga Bogor Camping di Tengah Pandemi, Warganet: Senja, Kopi, dan COVID-19

  8. Tantenya Meninggal Dunia, Maia Estianty Ingatkan Warga Jangan Remehkan COVID-19

  9. Prajurit TNI Selamatkan Aset UN di Kongo

  10. Nenek 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari COVID-19, Ini Kunci Keberhasilannya

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit