image BI
Login / Sign Up

Hikayat Bungkus Mie Instan dan Budaya Baca Masyarakat Baduy

Rizal Mahmuddhin

Transformasi Suku Baduy

Image

Melihat lebih dalam untuk mempelajari cara hidup Suku Baduy Dalam | AKURAT.CO/Aji Nurmansyah

AKURAT.CO Ibarat air yang selalu mencari celah agar bisa terus mengalir, kurang lebih begitulah analogi untuk mendeskripsikan upaya masyarakat Suku Baduy dalam mengikis perkara Buta Aksara.

Bila semula pitutur --tradisi menjaga warisan adat istiadat karuhun yang diturunkan dari generasi ke generasi melalui tuturan lisan-- menjadi kunci utama Suku Baduy dalam melanggengkan aturan dan hukum nenek moyang, maka kini masyarakat di Pegunungan Kendeng tersebut mulai karib dengan budaya tulis baca.

Kendati sama sekali tak pernah mengenyam bangku sekolah, tak berarti suku yang sengaja mengilolasikan diri di Desa Kanekes, Lebak, Banten ini hilang akal dan kehabisan cara untuk bisa belajar mengeja aksara menjadi kata. Lantas menjahit kata menjadi bahasa tulis baca.

baca juga:

Jariksan, salah seorang warga dari Suku Baduy Dalam menuturkan, banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Baduy, jelas berpengaruh besar terhadap kemampuannya yang kini sudah mahir bermain-main dengan aksara.

Pria yang lebih akrab disapa Kang Santa ini mengungkapkan, awal mula perkenalannya dengan aksara boleh dikata sedikit tak biasa. Yakni melalui bungkus mie instan, makanan kaleng atau bahan pangan pabrikan yang dibawa para pelancong kala bertandang dan bermalam di kediamannya di Desa Cibeo, Baduy Dalam.

Dibantu para sejawat sesama orang Baduy yang sudah lebih dulu mampu membaca, ia lantas mulai mengeja satu persatu aksara yang tertera di bungkus bahan pangan tersebut. Menyimpan setiap bentuk huruf di serebrum kepala lalu mengulang-ulangnya serupa rapal doa. Seolah, sedetik saja ia silap, maka aksara itu bisa minggat dari otaknya setiap saat.

"Awalnya (belajar baca) dari bungkus Supermi. Dikasih tahu (teman dari Baduy Luar yang sudah bisa baca) oh... huruf 'S' kaya gini, terus 'U' kaya gini. Dari situ jadi bisa (baca tulis) dengan sendirinya," jelasnya seraya menerawang ingatkan.

Ia mungkin tak menyadari, di saat bersamaan ada segurat senyum tipis yang menyembul sembunyi-sembunyi.

Hukum Adat Baduy Melarang Sekolah

Salah satu hukum adat yang sudah dipancangkan kuat-kuat oleh nenek moyang Suku Baduy terdahulu, Baik Baduy Dalam maupun Baduy Luar, adalah secara tegas melarang masyarakatnya untuk pergi dan menginjakkan kaki di intitusi sekolah.

Mereka meyakini bahwa sistem pendidikan bernama sekolah membawa dampak buruk bagi anak keturunan dan dapat mengancam kelanggengan tradisi adat budaya Baduy yang lebih mengedepankan cara hidup agar bisa selaras dengan alam.

Dihinggapi keyakinan takut akan kena tulah dari karuhun, membuat masyarakat Baduy akhirnya pun tak berani mencoba-coba untuk menerabas pantangan tersebut.

Kendati demikian, lambat laun mereka mulai menyadari, bahwa budaya tulis baca memang menjadi penting dewasa ini untuk dikuasai dan diwarisi kepada keturunan guna bisa bersanding dengan perubahan zaman.

Oleh sebab itu, mereka yang sudah terbebas dari jerat Buta Aksara bakal mengajarkan kemampuan itu kepada anak keturunannya. Pun demikian yang akan dilakukan Kang Santa terhadap ketiga anaknya, Shaliya (8 tahun), Jarwati (6 tahun) dan Hanifah (6 bulan).

"Nte, sakola mah, mun Shaliya tetep kudu bisa maca," tandasnya.

Tidak berselera menerabas pantangan nenek moyang, namun tak ingin pula keturunannya gagap melihat aksara, kelak Kang Santa sendiri yang akan mengajarkan anak-anaknya untuk bisa membaca dan menulis. Menurut hematnya, melalui cara itulah ia bakal membebaskan anak keturunan dari bayangan kelam Buta Aksara, namun di saat yang sama bisa sembari merawat tradisi nenek moyang agar tetap berumur panjang.

Suku Baduy Dalam. AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

Dengan kemampuan membaca, Kang Santa juga berharap anak-anaknya kelak tak harus gagap dan asing dengan budaya luar serta tetap bisa bersanding kala menerima pelancong yang berkunjung ke tanah ulayat mereka.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Tembus Rp1,02 M Per Semester! Ini 5 Sekolah Termahal di Dunia

Image

Ekonomi

Wall Street Anjlok, Investor Ketakutan dengan Virus Corona

Image

Ekonomi

Dolar AS Terpeleset Karena Virus Corona

Image

News

Berpidato Cegah Perubahan Iklim, Pangeran Charles Malah Naik Jet Pribadi yang Hasilkan 6 Ton Karbon

Image

Ekonomi

Virus Corona Buat Wall Street Berfluktuasi

Image

Ekonomi

Dolar AS Kembali Stabil Pasca Kekhawatiran Virus Corona

Image

Ekonomi

FOTO Bappenas Prediksi Ekonomi RI Tumbuh Tinggi Jika Ibu Kota Pindah

Image

Gaya Hidup

Launching Calender of Event Lombok Sumbawa 2020, 16 Event Siap Manjakan Wisatawan

Image

News

Fadli Zon Bikin Polling Jelang 100 Hari Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, 84 Persen Responden Sebut Ekonomi Masyarakat Memburuk

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Taspen Bakal Terbitkan Unit Investasi Syariah Semester I 2020

Beberapa daerah seperti Aceh dan Nusa Tenggara telah menerapkan sistem keuangan berbasis syariah.

Image
Ekonomi

BTN Hormati Proses Hukum Terkait Pejabatnya yang Terlibat Korupsi

BTN menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan Agung terkait masalah Novasi.

Image
Ekonomi

Sektor Peternakan Dituntut Lebih Berkelanjutan

Gas metana menyumbang 16 persen dari total efek pemanasan global.

Image
Ekonomi

Taspen Investasi di 51 Emiten Ini, Ada Saham Gorengan?

Capaian itu naik 19,08 persen atau sekitar Rp1,46 triliun.

Image
Ekonomi

Mendag Akan Bawa Negoisasi Pertanian ke Konferensi WTO

Agus Suparmanto mengatakan akan memprioritaskan penyelesaian negosiasi pertanian dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO.

Image
Ekonomi

SMF Dorong Dana PKBL Guna Penataan Kawasan Kumuh di Bandung

Selain menyasar ke lingkungan sekitar kawasan kumuh, program itu juga bisa merenovasi rumah.

Image
Ekonomi

BI Pastikan Jaga Rupiah Sesuai Fundamental Ekonomi

Perry Warjiyo mengatakan bahwa pihaknya akan menjaga nilai tukar rupiah agar tetap sesuai dengan fundamental perekonomian.

Image
Ekonomi

Marak Dompet Digital, Bos BI: Semua Transaksi Domestik Harus dalam Rupiah!

Perry Warjiyo menegaskan seluruh transaksi jual dan beli di Indonesia harus memakai mata uang rupiah termasuk pembayaran melalui platform.

Image
Ekonomi

BI: Dua Sektor Ini Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi 2020

Perry Warjiyo menyebutkan terdapat dua faktor sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020.

Image
Ekonomi

Rupiah Lemas Terkepung Isu Virus Corona

Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Senin (27/1/2020) melemah 0,24% atau 32 poin ke Rp13.605 per satu dollar AS di pasar spot.

terpopuler

  1. Mbah Mijan: Insting Saya Mengatakan Virus Corona Sulit Berkembang di Iklim Indonesia

  2. Emosi Saat Sidang Kasus Ikan Asin, Hakim Sebut Fairuz A Rafiq Trouble Maker

  3. Tengku: Saya Sangat Tidak Suka Jika Ibu, Saudara, Anak Perempuan, atau Isteri Saya Satu-satunya Dihina

  4. Jokowi: Saya Ini Orang Pabrik, Jadi Melihat dan Masuk ke Sebuah Ruangan Itu Kelihatan Ada Manajemennya Apa Tidak

  5. Untuk Pertama Kali, Israel Izinkan Warganya Beribadah Umrah dan Haji ke Arab Saudi

  6. Jika Trump Umumkan Rencana Damai Timur Tengah, Palestina Ancam Mundur dari Kesepakatan Oslo

  7. Usai Diperiksa KPK, Sekjen Kementerian PUPR Sebut Semua Proyek Sudah ada Aturannya

  8. Mulut Penuh Tak Mau Berhenti, Seorang Wanita Tewas saat Lomba Makan Kue

  9. Jika Bebas dari Kasus 'Ikan Asin', Ini Nazar Pablo Benua-Rey Utami

  10. Polri Duga Ada Penyebaran Berita Bohong pada Kasus Sunda Empire

fokus

Universal Health Coverage
Menyambut Shio Tikus Logam
Toleransi vs intoleransi

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Pemerintah, Untuk Apa dan Siapa?

Image
Achmad Fachrudin

Babak Baru Suksesi Wagub DKI

Image
UJANG KOMARUDIN

Negeri Darurat Korupsi

Image
Zainul A. Sukrin

Negara Sengketa

Wawancara

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Sosok

Image
Iptek

Di Davos, Johnny Plate Paparkan Strategi Komprehensif Dukung Ekosistem Digital

Image
Gaya Hidup

Najwa Shibab Bawa Perpusnas Rangkul Generasi Muda Cinta Literasi

Image
News

Pilih Jadi Seniman daripada Politisi, 5 Fakta Menarik Putri Bungsu Gus Dur Inayah Wahid