image
Login / Sign Up

Belajar dari Suku Baduy Dalam, Setia Lestarikan Tradisi Tak Tergiur Duniawi

Aji Nurmansyah

Transformasi Suku Baduy

Image

Potensi Wisata di daerah suku Baduy, Lebak, Banten | AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, Satu hal yang mengasikkan adalah belajar hidup dari masyarakat berbudaya. Belum lama ini, tim ekonomi Akurat.co berkunjung secara langsung ke suku Baduy dalam, Desa Cibeo untuk belajar budaya dari masyarakat yang setia mempertahankan tradisinya secara turun temurun sehingga tak termakan zaman. 

Tidak terlalu sulit untuk sampai ke Ciboleger Baduy luar. Cukup satu setengah jam menumpang kereta commuter line, menuju Stasiun Rangkas Bitung. Dilanjutkan dengan mencarter mobil untuk sampai ke Ciboleger. Nampak puluhan pemandu wisata dengan pakai khas ala Baduy siap menawarkan jasa mengantar pengunjung menuju Baduy dalam.

Kesan ramah dan terbuka, menjadi awal mula kami berkenalan dengan Kang Santa bersama putra tertuanya Shaliya. Ia kerap setiap 2 minggu sekali turun ke Baduy luar menjadi pemandu wisata bagi masyarakat yang ingin belajar bagaimana mempertahankan tradisi leluhurnya.

baca juga:

Meski perjalanan ke Ciboleger tergolong cukup mudah namun jangan bayangkan perjalanan selanjutnya menuju Desa Cibeo, suku Baduy dalam akan sama gampangnya. Sebab pertualangan baru akan dimulai. Kang Santa mejelaskan bahwa perjalanan bisa ditempuh berjalan kaki.

"Kalau lancar bisa 3 sampai 4 jam berjalan kaki, jika banyak istrahat sampai 5 jam ditempuh dengan jalan kaki," kata Kang Santa.

Benar saja, untuk sampai ke Baduy dalam butuh perjuangan luar biasa melelahkan. Sepanjang perjalanan menuju desa Cibeo Baduy dalam, lebih banyak medan mendaki dan munurun ketimbang jalan datarnya. Semua tim merasakan sensasi seperti sedang menempuh medan pendakian.

Salah satu tim kami Rizal Mahmuddhin sempat berceloteh perjalanan menuju suku Baduy dalam serasa mendaki gunung. Maklum saja dari seluruh tim yang ikut trip ke Baduy, hanya Rizal yang hobi naik Gunung. Meski lelah perjuangan terbayarkan ketika kami menginjak kampung kelahiran kang Santa di Desa Cibeo, Baduy dalam.

"Jalan ke baduy dalam rasa naik Gunung, kalau nggak nanjak ya turunan," keluh Rizal.

Suku Baduy Dalam. AKURAT.CO/Aji Nurmansyah

Pertahankan Budaya, Baduy Dalam Tak Tergoda Dana Desa

Ada yang menarik dan patut menjadi pelajaran saat kami berdiskusi tentang pola kehidupan masyarakat Baduy dalam. Saat dunia sudah memasuki revolusi industri ke empat (red: industri 4.0) masyarakat Baduy masih setia menekuni hidup dengan bercocok tanam, masyarakat Baduy bertahan hidup dengan menanam padi, singkong dan umbi-umbian. Sebagian lagi berkebun di ladang.

Saat dunia sudah mendeclar perang dagang dan dampak ekonomi global yang semakin tidak memberikan kepastian. Masyarakat Baduy dalam, bahkan menolak mentah-mentah program utama pemerintah Kabinet Kerja yaitu dana desa, demi menjaga dan melestarikan budaya serta tradisinya.

Disaat semua desa di Indonesia berlomba-lomba mendapatkan dana desa yang sudah mulai di gelontorkan pemerintah. Presiden Jokowi sejak tahun 2015 mengelontorkan Rp 20 triliun dana desa dan bertambah menjadi Rp46,9 triliun, kemudian naik lagi menjadi Rp60 trilun di tahun 2017 dan 2018. Dengan pembagian Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar per desanya.

Saat tim ekpedisi kami menanyakan hal itu, dengan ringan kang Santa menyampaikan, jangan kan dana desa, barang-barang luar saja tidak boleh sembarang masuk ke Baduy dalam, bahkan barang-barang belanjaan dari luar seperti rokok, barang kelontong hingga bahan bangunan tidak bisa masuk ke dalam.

"Kita nggak bisa terima dana desa, dari adatnya begitu," katanya.

Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan para pemangku adat Baduy dalam tak mengizinkan dana desa masuk ke Cibeo. Selain ingin tetap teguh memegang tradisi ada ketakutan menerima aliran dana desa secara tak langsung akan berpengaruh pada pola kesaharian mereka jalani.

Tradisi Tak Bisa Dibeli 

Ada pelajaran berharga yang bisa kita renungi, meski disatu sisi kita akan bertanya-tanya, mereka tidak mau menerima uluran tangan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan mereka?

Namun jika dilihat dari persepektif yang berbeda. Dari sudut pandang suku Baduy dalam kita akan mengerti betapa berharganya sebuah tradisi leluhur, bagaimanu susahnya melestarikan budaya secara turun-temurun.

Negara ini sedang mengalami distrosi dan kemorosotan dalam hal tradisi dan budaya. Sudah banyak tradisi yang hilang dan ditinggalkan hanya karena sudah tidak sesuai perkembangan zaman. Sedangkan generasi muda gandrung dengan budaya yang kebarat-baratan, bangga dengan budaya imitasi dan menebar kebencian di media sosial. Malu menjalankan tradisi yang bersumber dari budaya asli bangsa sendiri.

Suku Baduy Dalam. AKURAT.CO/Aji Nurmansyah

Ada baiknya kita mencontoh suku Baduy, masyarakat Baduy membuktikan mereka bisa mempertahankan eksistensinya, hidup berdampingan, merdeka tak terpengaruh ujaran kebencian. Baduy memberi bukti menjaga tradisi leluhur tidak bisa dibeli. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Malaysia Miliki Sistem Ekonomi Syariah Terbaik di Dunia, Ini Rahasianya

Image

Hiburan

Terkenal Sejak Kecil, 10 Potret Transformasi Marshanda yang Awet Cantik

Image

Ekonomi

BI Gunakan Ekonomi Syariah Sebagai 'Senjata Pamungkas' Kerek Pertumbuhan

Image

Ekonomi

Kesimpangsiuran Berita Perang Dagang Lemahkan Dolar AS

Image

Ekonomi

Likuiditas Makin Ketat, Sudah Waktunya Perbankan Naikkan Suku Bunga?

Image

Ekonomi

Jokowi: Banyak Negara Resesi, Jangan Kufur Nikmat Indonesia Pertumbuhan 5 Persen

Image

Ekonomi

BI: Ekonomi Bisa Tumbuh 6,1-6,2 Persen Asal...

Image

Iptek

Enam Kemampuan Penting untuk Berkarir di Bidang Teknologi

Image

Ekonomi

IHSG Lesu Akibat Sentimen Eksternal Seperti Perang Dagang

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Soal Penayangan Video di Bus Transjakarta, Ini Penjelasannya Perum PPD

ā€œKelalaian penayangan video ini merupakan kesalahan dan tanggungjawab operator Perum PPD."

Image
Ekonomi

Aprindo: Beras Medium Miliki Kualitas Premium

Berdasarkan catatan Aprindo terdapat sekitar 45.000 ritel modern.

Image
Ekonomi

BI Dukung Ekonomi Mandiri Lewat Pembentukan Holding Pondok Pesantren

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan agar pondok pesantren lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan ekonominya.

Image
Ekonomi

Kementerian BUMN: Sriwijaya Tetap Harus Bayar Utang!

Kementerian BUMN menyatakan tidak akan ikut campur terkait drama antara Garuda dan Sriwijaya.

Image
Ekonomi

Pertamina Lakukan EksplorasiĀ Migas Terbesar se-Asia Pasifik dan Australia

Pertamina Hulu Energi (PHE) secara resmi mulai melakukan survei Seismik Laut Regional 2D terbesar di Asia Pasifik dan Australia.

Image
Ekonomi

Sistem Non Tunai dengan Satu Kartu Berpotensi Menimbulkan Diskriminasi

Penerapan sistem non tunai pada transaksi publik yang hanya bisa memakai satu kartu perbankan berpotensi menimbulkan diskriminasi.

Image
Ekonomi

Izin Reekspor Sampah B3 Berbelit, Pengusaha Rugi Rp2 Miliar

Pengusaha kertas dan bubur kertas mengaku mengalami kendala dalam mengurus perizinan ekspor ulang kontainer limbah B3.

Image
Ekonomi

Ramah Cuan Sahabat Lingkungan, Ini 5 Fakta Menarik Toko Kelontong Kekinian, The Bulkstore & Co

Semakin marak berbagai terobosan terkini dengan membawa semangat zero waste.

Image
Ekonomi

Kelola 14 WK Panas Bumi, Pertamina Siap Dukung Listrik Nasional

Pertamina melalui anak usaha sektor hulu Pertamina Geothermal Energy terus menggenjot produksi energi panas bumi dari 14 WK.

Image
Ekonomi

Demi Buka Lapangan Kerja, Pengusaha Dukung Pemerintah Garap Omnibus Law

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Benny Sutrisno mengaku, pihaknya sangat menyambut baik tekad Presiden tersebut.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Akhirnya Jenazah Ignatius Freddy Dimakamkan Secara Muslim

  2. Bos Wulling yang Tenggelam Ditemukan Nelayan, Sayembara Rp750 Juta Masih Berlaku?

  3. Soal Foto Tak Pakai Bra, Begini Tanggapan Marshanda

  4. PKS Khawatir Misionaris di Papua Disusupi Agenda Lain, Arie Kriting: Manusia Papua Itu Terbaik

  5. Idham Azis Tarik Dua Perwira dari Polda Papua Barat

  6. Polemik Salam Semua Agama, Syamsuddin: Orang Lain Sudah Berpikir Bagaimana Wisata ke Luar Angkasa, Kita Masih Berkubang dalam Kegaduhan

  7. Sindiran Denny: Surya Paloh Melantik Surya Paloh Pada Acara Partai Milik Surya Paloh dengan Ketua Umum Surya Paloh

  8. Larangan Pejabat Ucap Salam Semua Agama, Komnas HAM: Wong Kita Terbiasa Kok

  9. Ternyata Hanya Satu Pemain Indonesia yang Diunggah di Akun Instagram Kento Momota, Siapa Dia?

  10. Syamsuddin Haris: Bagaimana Bangsa Mau Maju Jika Perdebatan Masih Urusan Salam

Available

fokus

Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan
Pejuang Kanker Payudara
Available

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Pentingnya Tenaga Ahli DPRD

Image
Hasan Aoni

Secuil Kabar dari Amerika tentang Sri

Image
UJANG KOMARUDIN

Inspirasi Hari Pahlawan

Image
Rozi Kurnia

Polemik Sinema atau Bukan Sinema ala Martin Scorsese

Available

Wawancara

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag-1)

'Suatu Hari Nanti Saya Ingin Melatih Timnas'

Sosok

Image
News

Nggak Gengsian, ini 5 Potret Memesona Utari si Penjual Cilok di Boyolali yang Viral

Image
News

6 Potret Seru Susi Pudjiastuti saat Liburan, Sambil Momong Cucu

Image
News

Mundur dari PNS, ini 5 Fakta Pencalonan Siti Nur Azizah di Pilwalkot Tangsel