image
Login / Sign Up

Pesona Suku Baduy, Industri Pariwisata yang Berkelas 'Dunia'

Denny Iswanto

Transformasi Suku Baduy

Image

Potensi Wisata di daerah suku Baduy, Lebak, Banten | AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO Suku Baduy yang tinggal di pedalaman, Desa Cibeo Kabupaten Lebak, atau sekitar 40 km dari Rangkasbitung, Provinsi Banten, sebenarnya menyimpan potensi industri pariwisata yang sangat besar.

Budaya Baduy sebenarnya memiliki nilai jual ekonomi yang tinggi dan juga mendunia, seperti kehidupan komunitas suku Aborigin di Australia, suku Amish di Amerika Serikat, atau suku Incha di Peru.

Khasanah budaya masyarakat Baduy memang sangat menarik untuk dikembangkan menjadi industri pariwisata yang bernilai tinggi, karena kehidupan mereka hingga kini masih mempertahankan adat leluhurnya dan menjaga kelestarian tanah ulayat, ditengah gempuran modernisasi bahkan revolusi Industri.

baca juga:

Kendati demikian saat ini, kondisi infrastruktur sarana prasarana menuju kawasan masyarakat Baduy minus perhatian, sehingga berdampak terhadap industri pariwisata itu sendiri.

Suku Baduy Dalam. AKURAT.CO/Denny Iswanto

Kawasan hutan yang dihuni masyarakat Baduy seluas 5.100 hektare memang tanpa jalan beraspal, jembatan dengan kawat baja, jaringan listrik, televisi, radio, dan kendaraan. Apalagi penginapan yang layak dengan sistem MCK yang memadai untuk memberikan kenyamanan para pengunjung.

Yang bisa ditemui hanyalah jalan batu dan juga jembatan dari bambu yang dirangkai sedemikian rupa menjadi suatu struktur bangunan yang indah. Rumah sederhana yang terdiri dari anyaman bambu dan juga rangkaian kayu hutan yang kokoh berfondasikan batu kali yang kuat. Bahkan ada jembatan yang dibangun dari rangkaian akar pohon hutan yang sudah berumur ratusan tahun.

"Jadi kalau jalan biasanya kami hanya buat dengan susunan batu-batu kali, dan jembatannya dari bambu. Membangun rumah juga begitu. Semuanya kita kerjakan secara gotong royong, sehari jadi. Tapi sebelumnya kita siapkan peralatan dan bahan-bahannya dulu," jelas Kang Santa, pemandu sekaligus induk semang tim Akurat.co kala bertandang dan bermalam di Baduy Dalam, Lebak Banten.

Diluar itu produk-produk kerajinan suku Baduy sebetulnya juga bisa menjadi pemanis yang cukup menarik serta unik untuk pengembangan pariwisata. Dengan kemampuan mereka, masyarakat Baduy bisa mengolah hasil hutan menjadi barang mewah seperti aneka jenis suvenir dari akar pohon, tas anyaman, golok, kain tenun yang variatif, madu asli dan gula aren.

Suku Baduy Dalam. AKURAT.CO/Denny Iswanto

"Kami memang mata pencahariannya berladang atau berburu hewan di hutan. Tapi untuk yang perempuan biasanya mereka juga membuat kain tenun kalau sudah selesai dari ladang dan kami ada yang mencari madu atau membuat souvernir dari anyaman," tutur Kang Santa.

Keunikannya lagi Baduy ini akan bisa menjadi objek wisata untuk penelitian atau antropologi. Pasalnya kehidupan mereka menarik sekali untuk diteliti lebih lanjut. Karena kearifan lokal yang mereka terapkan telah bertahan selama berabad-abad lamanya.

"Banyak juga peneliti yang datang kemari juga mas untuk melakukan proyek penelitian. Tapi kami tidak memperbolehkan mereka menginap lama, jadi mungkin satu atau dua hari saja," ungkap Kang Santa agar budaya Baduy tidak terganggu oleh masyarakat luar.

Selain itu ada upacara-upacara adat yang sangat menarik untuk dijadikan festival budaya demi menarik wisatawan yang ada. Menilik daerah Banyuwangi yang sukses mendorong pariwisatanya dengan berbagai macam festival. Pasalnya mereka memiiki budaya memberikan hasil panen bercocoktanam pertanian ladang dengan menggelar perayaan Seba ke Bupati dan Gubernur Banten.

"Iya jadi kami nanti turun ke kantor gubernur Banten dengan berjalan kaki untuk memberikan hasil bumi kami, sebagai wujud penghormatan kepada pemimpin," tutur Kang Santa.

Namun Santa menegaskan bahwa pada tiga bulan perayaan Kawalu yang notabene merupakan salah satu perayaan tahunan Suku Baduy, hukum adat memang telah menetapkan bahwa tak ada seorang pun warga luar suku yang diperbolehkan menginjakkan kaki di tanah ulayat Baduy.

Untuk mencapai wisata kampung suku Baduy, para turis harus menuju Rangkasbitung terlebih dahulu dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti kereta atau bis.

Setelah sampai di Rangkasbitung, para wisatawan harus melanjutkan perjalanan menuju Ciboleger dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Semua kendaraan memang diharuskan untuk ditinggal.

Suku Baduy Dalam. AKURAT.CO/Denny Iswanto

Kegiatan pariwisata ke kampung suku Baduy ini sangat cocok untuk turis asing atau domestik yang menginginkan wisata alam dan budaya suku pedalaman namun mengeluarkan biaya yang murah dan jarak yang relatif dekat. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Hubungan Ekonomi Makin Panas, PBB Harapkan Solusi Perjanjian Nuklir Rusia-AS

Image

Ekonomi

Tanpa Keberlanjutan Pasokan Energi, Sulit Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Image

Ekonomi

Misbakhun Sebut Narasi Ekonomi Oposisi Hanya Sensasi Tak Berdasarkan Bukti

Image

Ekonomi

BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Melambat

Image

Ekonomi

4 Tahun Jokowi-JK

Darmin Beberkan Perbedaan Strategi Pembangunan Ekonomi Era Jokowi-JK

Image

News

Hari Santri Nasional

Pesan Gus Sholah kepada Prabowo-Sandi, Santri Harus Jadi Lokomotif Pembangunan Ekonomi

Image

Ekonomi

4 Tahun Jokowi-JK

Perekonomian Terus Melaju Positif dalam Ketidakpastian Global

Image

Ekonomi

IMF-WB Annual Meeting

Pengamat Nilai IMF WB Beri Dampak Positif Bagi Ekonomi NTT

Image

Ekonomi

China Benahi Kebijakan Ekonomi, Stabilkan Pertumbuhan yang Melambat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Dihadapan Ratusan WP, Misbakhun Paparkan Bukti Keseriusan Pemerintah Dalam Ekonomi

Penetapan asumsi makro untuk tahun 2019 tidak jauh berbeda dengan tahun ini, meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi Rp15.000.

Image
Ekonomi

Pasar Ekuitas Melemah Dorong Harga Minyak Kurang Bergairah

Pelemahan pasar ekuitas mendorong harga minyak dunia melemah

Image
Ekonomi

Emas Mengkilap di Tengah Pelemahan USD dan Pasar Ekuitas

Emas untuk pengiriman Desember teracatat menguat 12,2 dolar AS atau 1,00 persen, menjadi ditutup pada 1.236,80 dolar AS per ounce

Image
Ekonomi

Rupiah Masih Tak Bergairah

Adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri tampaknya juga tidak cukup membantu bertahannya Rupiah di zona hijau.

Image
Ekonomi

Pertamina Berencana Buang Dolar AS dalam Pembelian Minyak

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertamina tengah berupaya membeli minyak mentah menggunakan mata uang selain dolar Amerika Serikat (AS).

Image
Ekonomi

IHSG Miliki Energi untuk Menanjak

Indeks LQ45 naik 2,1 poin atau 0,23% menjadi 912,94.

Image
Ekonomi

Mayoritas Bursa Wall Street Melemah Kendatipun Jauh dari Titik Terendah

Kendatipun mayoriyas saham Wall Street melemah, namun indeks utama berakhir menjauh dari posisi terendah

Image
Ekonomi

USD Merosot Atas Enam Mata Uang 'Safe Haven'

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, turun sekitar 10 basis poin sepanjang hari, terakhir di 95,927

Image
Ekonomi

Pasar Obligasi Rindu Aksi Beli

Kenaikan pasar obligasi AS terimbas pada pelemahan pasar saham dimana pelaku pasar mencari alternatif investasi lainnya di pasar surat utang

Image
Ekonomi

Bursa Saham Dunia Kompak Tak Bergairah

Pergerakan bursa saham Eropa cenderung mengikuti laju bursa saham Asia yang mengalami penurunan.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Jansen Ingatkan Ma'ruf Amin Hingga Warga Bantargebang Akui Dana Hibah Lancar

  2. Hacker Unggah "Foto Pembunuhan" Jamal Khashoggi

  3. Tengku Zulkarnain Minta Tokoh NU Tak Bela Banser yang Bakar Bendera Tauhid

  4. Asam Lambung Kambuh, Narji Jalani Pemeriksaan Elektrokardiogram

  5. Hanafi Rais: Jika Prabowo Jadi Presiden, Pencak Silat Dapat Perhatian Luar Biasa

  6. Alasan PSK Kramat Tunggak Saat Ditangkap Polisi, Sedang Nunggu Suami Pak

  7. Pertama Kali Dalam Sejarah, Neraca Dagang Perikanan Nomor 1 se-Asia Tenggara

  8. Harga Jam Tangan Ronaldo Bikin Tepok Jidat

  9. Pensiunan Karyawan Klaim Kasus Mantan Dirut Pertamina Terkesan Dipaksakan

  10. Dua Terdakwa Pengeroyok Haringga Sirila Dituntut Hukuman Masing-Masing 4 dan 3,5 Tahun Penjara

Available

fokus

4 Tahun Jokowi-JK
Dedikasi Santri untuk Indonesia Mandiri
Satu Tahun Anies Pimpin Ibu Kota
Available

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Berebut Ceruk Segmen Suara Santri

Image

Mengapa Milla Dicintai dan Layakkah Bima Sakti Menggantikannya?

Image
Bayu Primanda Putra

Meikarta, Lippo Group dan James Riady

Image
Ujang Komarudin

Magnet Politik Pesantren

Available

Wawancara

Image
Olahraga

Philippe Coutinho

"Kami Bermain Sepakbola dengan Tutup Botol"

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Sosok

Image
Ekonomi

Cerita Ibu Nengah, Si Penjaga Tiket yang Terampil Membuat Canang

Image
Ekonomi

Kisah Ketut Suarjana Memupuk Semangat Guyub

Image
Gaya Hidup

Inspirasi

Mimpi Munsiah yang Buta untuk Pendidikan Anaknya