Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Pengusaha: Kami Senang Ada Anggaran PEN, Tapi Kenapa Penyerapannya Rendah?

Siti Nurfaizah

Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

Pengusaha: Kami Senang Ada Anggaran PEN, Tapi Kenapa Penyerapannya Rendah?

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani dalam Webinar Akurat bertemakan 'Resesi di Depan Mata: Indonesia Harus Apa?' didukung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (25/8/2020). | Dokumentasi: Screenshot Webinar Akurat

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani secara tegas mempertanyakan lambatnya penyerapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sehingga, menurutnya pemerintah harus segera mengevaluasi implementasi penyerapan anggaran tersebut.

“Sebenarnya stimulus semua bagus sekali. Apalagi UMKM, kami sangat senang. Masalah utama implementasi penyerapan rendah ini kenapa? Jadi pemerintah harus mengevaluasi. Ini kenapa rendah sekali?,” katanya dalam Webinar Akurat bertemakan 'Resesi di Depan Mata: Indonesia Harus Apa?' didukung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Lebih lanjut, Shinta menjelaskan, hal utama yang menyebabkan lambatnya penyerapan anggaran PEN yakni birokrasi yang sangat panjang.

baca juga:

“Birokrasi. Kalau mau dapat sesuatu, kita mengerti harus ada kehati-hatian. Tapi prosesnya harus ada registrasi dan macam-macam. Sistem birokrasi kita panjang dan enggak langsung dapet dari atas gampang, untuk ke bawahnya lama,” lanjutnya.

Sementara, dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo menyetujui bahwa perlu dilakukan percepatan birokrasi. Namun diakuinya berat untuk membenahi birokrasi dan tata kelola pemerintahan.

“Saya tahu beratnnya membenahi birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Tapi kita harus jalani ini, tapi saya setuju harus ada akselerasi kita harus segera melakukan ini,” jelasnya.

Menurutnya, akselerasi birokrasi ini terefleksi dengan adanya RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang diharapkan membuat ekonomi tumbuh dengan cepat dan optimal. Tak hanya itu, diperlukan juga koordinasi yang efektif dan berkelanjutan.

”Saya setuju harus ada akselerasi, kita harus segera melakukan ini, maka akan ada Omnibus Law. Cara berpikir Omnibus Law ada perbaikan membuat ekonomi kita cepat tumbuh dan efektif karena ada kemudahan perizinan dan pengurangan biaya logistik. Tinggal bagaimana koordinasi baik efektif dan sustain jangan sampai apa yang telah dibuat sustain,” tambahnya.

Seperti diketahui, total penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional atau PEN per 19 Agustus 2020 mencapai Rp174,79 triliun atau baru 25,1 persen.

Rincian pelaksanaan anggaran PEN itu mencakup realisasi program kesehatan senilai Rp7,36 triliun atau 13,9 persen, perlindungan sosial 49,7 persen, hingga dukungan UMKM yang telah mencapai 37,2 persen dari pagu senilai Rp44,63 triliun. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

Ekonomi

Kadin Dorong Program Vokasi Demi Bangkitkan Ekonomi Pascapandemi Covid-19

Image

Ekonomi

Perhatian! Anggaran PEN Ditambah Lagi Jadi Nyaris Rp700 Triliun

Image

Ekonomi

Karyawan Swasta Diminta Tunda Lakukan Perjalanan Jauh

Image

Ekonomi

Anggaran PEN Naik Jadi Rp619 Triliun, tapi Belum Jelas Detilnya

Image

Ekonomi

Sri Mulyani Sebut Anggaran PEN 2021 Berpotensi Naik, Jika...

Image

Ekonomi

Pengusaha: Sekarang Momen Terbaik Pacu Produk Perikanan ke Pasar Lebih Luas

Image

Ekonomi

Syekh Ali Jaber Wafat, Medsos Bergema Ungkapkan Duka Cita

Image

Ekonomi

Ini Alasan Pengusaha Minta Pemerintah Berikan Akses Vaksinasi COVID-19 Mandiri

Image

Ekonomi

Pengusaha Minta Diberikan Akses Vaksinasi COVID-19 Mandiri

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

PP Garap Pembangunan Proyek Mandalika Senilai Rp940 Miliar

PP menggarap pembangunan KEK Mandalika senilai Rp940 miliar, dimana perseroan jadi Lead Consortium dengan porsi pekerjaan 40%

Image
Ekonomi

Mendag Lutfi Yakin Produk Lokal Bakal Jadi Primadona di Pusat Perbelanjaan

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meyakini produk lokal bakal menjadi primadona di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia.

Image
Ekonomi

Insentif PPN Rumah Diusulkan Ada Syarat Progres Minimum

IPW meyakini kebijakan relaksasi PPN rumah akan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan pasar properti.

Image
Ekonomi

Hasil Survei Ungkap Sekitar 11,7 Persen Rumah Tangga Alami Kerawanan Pangan

Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar bagi aspek sosial, hingga pangan yang mempengaruhi rumah tangga di Indonesia

Image
Ekonomi

Ini 5 Strategi Peningkatan Ekspor Ala Kemendag

Kementerian Perdagangan mendorong ekspor melalui lima strategi yang telah ditetapkan.

Image
Ekonomi

Belanja Modal Capai Rp1.300 Triliun, Pertamina Bidik Pendanaan Lewat SWF

PT Pertamina (Persero) merencanakan belanja modal perseroan mencapai US$92 miliar atau setara Rp1.334 triliun hingga 2024.

Image
Ekonomi

Majukan Industri Manufaktur, Barata Indonesia Kembangkan Teknologi Kincir Air Hemat Energi

Barata Indonesia dukung pengembangan teknologi kincir air hemat energi berbahan lokal

Image
Ekonomi

Wamenkeu Paparkan 3 Inovasi Mendukung Pemulihan Ekonomi di 2021

Wamenkeu Suahasil Nazara memaparkan tiga inovasi ekonomi untuk mendukung perekonomian tahun 2021.

Image
Ekonomi

Tekan Dampak Pandemi Covid-19, Jepang Janji Begini ke Indonesia

Pandemi Covid-19 menginfeksi baik itu negara maju seperti Jepang maupun negara berkembang Indonesia

Image
Ekonomi

3 Poin LPI Ini Diyakini Bisa Pikat Investor Asing

Lembaga Pengelola Investasi (LPI) diharapkan dapat menarik investasi asing untuk proyek-proyek milik pemerintah.

terpopuler

  1. Terjadi Fenomena Alam Langka di Venesia, Kanalnya Tiba-tiba Surut

  2. Polisi Temukan HP Anggota KKB Ferry Ellas yang Berisi Video Baku Tembak

  3. Ngotot Jual Saham Bir di Delta, Wagub DKI: Kalau Dilepas Kita Dapat Uang

  4. Teddy Syach Ungkap Kondisi Anak Usai Ditinggal 'Pergi' Rina Gunawan

  5. Haji Lulung: Terima Kasih Pak Jokowi, Bangsa Ini Diselamatkan dari Bahaya Miras

  6. Anti Mobil Ribet? Cuma Rp75 Juta, Beli MPV ini Aja

  7. Kekeuh Ingin Cerai dari Ayus, Ririe Firdaus Tolak Tawaran Damai dari Majelis Hakim

  8. 7 Potret Terbaru Permukaan Mars, Bebatuan dan Tanah Terlihat Jelas!

  9. Victor Laiskodat Bertemu Jaksa Agung, Bahas Kasus Mafia Tanah Labuan Bajo?

  10. Sederhana! Begini Penampakan Kamar Belva Devara yang Jauh dari Kemewahan

fokus

Mendorong Pemerataan Ekonomi Secara Digital
Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Ali Zulfugaroghlu, Elnur Elturk

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Image
Ujang Komarudin

Takut Mengkritik

Image
Roosdinal Salim

Mimpi atau Realistis Mencapai 20.000 Kampung Iklim di 2024?

Image
Poetra Adi Soerjo

Pemuda Sumbawa Akui Pemikiran Prof Din Syamsuddin Radikal

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Hubungan yang Tidak Sehat Bisa 'Disembuhkan' | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Toxic Relationship: Ini Salah Aku atau Dia? | Akurat Talk (1/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Said Aqil Siroj yang Ditunjuk Jadi Komisaris Utama PT KAI

Image
News

Sederhana! Begini Penampakan Kamar Belva Devara yang Jauh dari Kemewahan

Image
News

8 Potret Adu Gaya Sporty AHY dan Ibas saat Berolahraga