Lifestyle

Bullying Sebabkan Fobia Sosial Pada Remaja

Bullying Sebabkan Fobia Sosial Pada Remaja
Ilustrasi fobia sosial. (Thinkstock)

AKURAT.CO Kalian tahu enggak sih apa itu bullying? Pasti di antara kita sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata bullying. Bullying atau kita kenal dengan bully adalah sebuah sikap menyudutkan pihak lain yang dapat mengancam rasa aman dan nyaman. Tanpa kita sadari perilaku bully ternyata membawa banyak dampak negatif bagi kepribadian seseorang, mulai dari rasa takut, gelisah atau bahkan dapat menyebabkan seseorang memiliki rasa cemas berlebihan yang berujung pada fobia sosial.

Fobia sosial atau social anxiety disorders dapat diartikan sebagai suatu kondisi di mana seseorang mengalami rasa takut yang berlebihan ketika berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Dalam hal ini fobia sosial termasuk ke dalam jenis gangguan mental. Seorang anak yang mengidap fobia sosial cenderung merasa cemas, putus asa atau mudah merasa tersinggung. Kondisi ini dapat menyebabkan korban kesulitan dalam belajar, menjadi pendiam dan sulit untuk membangun pertemanan.

Saat ini kasus bullying semakin meningkat. Sebenarnya banyak cara yang dapat dilakukan untuk pencegahan perilaku bullying, misalnya seperti memberikan sosialisai kepada remaja tentang pentingnya saling menghargai, meningkatkan rasa syukur dan tidak memandang orang lain dengan sebelah mata.

baca juga:

Mengapa bullying dapat menyebabkan fobia sosial?

Remaja korban bullying biasanya takut untuk berinteraksi. Hal ini dikarenakan mereka merasa cemas, takut dan perasaan tidak menyenangkan lainnya yang kemudian kejadian tersebut tersimpan di dalam memori ingatannya, sehingga korban akan cenderung lebih memilih sendiri dan menjauhi orang-orang yang ditemuinya. Tidak hanya itu, bully yang berujung pada fobia sosial membawa banyak dampak negatif.

Dampak Negatif Bullying yang Berujung Pada Fobia Sosial
  • Korban tidak berani tampil dan mengemukakan pendapatnya di tempat umum
  • Kebanyakan korban bullying tidak berani menatap mata lawan bicara
  • Tidak berani bergaul dengan orang lain
  • Tidak berani berinteraksi langsung dengan orang lain.

Sebagai makhluk sosial tentunya kita membutuhkan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dengan adanya fobia sosial itu dapat menyebabkan proses interaksi menjadi terhambat. Maka dari itu kondisi seperti ini perlu segera ditangani. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk menangani gangguan mental fobia sosial diantaranya:

  • Selalu berfikir positif

Perilaku negatif sering kali muncul dengan sendirinya. Apalagi jika kita menjadi korban bullying. Tentu hari-hari yang kita lewati rasanya seperti hal yang menakutkan. Dengan ini kita harus menanamkan pikiran positif agar pikiran negatif kita bisa tertutupi dengan pikiran positif.

  • Fokus pada kelebihan yang kita miliki

Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sama halnya untuk di fase ini kita harus bisa fokus memikirkan segala kelebihan yang kita miliki.

  • Selalu bercerita kepada orang yang dipercaya

Dengan bercerita tentunya kita dapat merasa bahwa beban yang kita rasakan akan sedikit berkurang atau bahkan hilang. Tidak hanya itu, dengan bercerita kepada orang yang dipercaya kita tidak akan merasa sendirian.

  • Belajar bersosialisasi

Dalam tahapan ini proses untk bersosialisasi bukanlah hal mudah bagi sebagian orang. Belajar bersosialisasi dapat dimulai dengan cara memberanikan diri untuk melakukan komunikasi dan menyapa orang lain terlebih dahulu.

Ubahlah cara berfikirmu, karena kecemasan yang timbul melalui pikiran menjadi salah satu cara untuk mengatasi fobia sosial. Selain itu juga kamu harus memaksakan dirimu untuk melakukan aktivitas yang membuatmu merasa takut. Hal ini dilakukan agar mengurangi rasa takut dan bisa menjadi lebih percaya diri. Jika fobia sosial yang ada pada dirimu sudah parah, maka kamu dapat melakukan pemeriksaan ke psikiater.