Ekonomi

Fintech Kurangi Penyaluran Pinjaman Online Selama COVID-19


Fintech Kurangi Penyaluran Pinjaman Online Selama COVID-19
Ilustrasi Financial Technology (Fintech) (AKURAT.CO)

AKURAT.CO Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan, selama pandemi COVID-19, penyaluran fintech lending atau pinjaman online mengalami pelambatan.

Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI Tumbur Pardede mengatakan, hal tersebut karena sebagian besar para penyelenggara fintech lending agak mengurangi penyaluran pinjaman baru untuk mengantisipasi gagal bayar.

“Memang masih ada peningkatan penyaluran dari April ke Mei 2020 sebesar 3,12 persen, namun jika dibandingkan dari April-Mei tahun lalu yang masih 10,87 persen, peningkatannya melambat 7,75 persen. Hal ini karena para penyelenggara fintech P2P lending khususnya sektor multiguna (consumer) agak mengurangi penyaluran pinjaman baru untuk mengantisipasi gagal bayar,” kata Tumbur konferensi pers online di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Berdasarkan data OJK, penyaluran pembiayaan fintech P2P lending selama pandemi Covid-19 tercatat melambat. Untuk periode Mei 2020, total penyaluran sebesar Rp109,18 triliun, atau hanya naik 3,12 persen dari posisi April 2020 sebesar Rp106,06 triliun. Bandingkan dengan penyaluran pada Mei 2019 sebesar Rp41,03 triliun atau naik 10,87 persen dari posisi April 2019 sebesar Rp37,01 triliun.

Begitu juga penyaluran April 2020 yang naik 3,57 persen dari posisi Maret 2020 sebesar Rp102,53 triliun bila dibandingkan dengan penyaluran April 2019 yang naik 11,48 persen dari Maret 2019 sebesar Rp33,20 triliun.

Meski demikian, total penyaluran pembiayaan fintech P2P lending per Mei 2020 tercatat naik 166,03 persen dari posisi Mei 2019.

Ketua Harian AFPI Kuseryansyah menambahkan, selama masa wabah Covid-19 ini secara umum penurunan terjadi hampir pada sebagian besar platform penyelenggara fintech P2P lending, namun ada beberapa sektor yang terjadi peningkatan penyaluran pembiayaan khususnya di sektor produktif.

Yakni pembiayaan di sektor kesehatan seperti UMKM farmasi dan alat pendukung kesehatan. Begitu juga sektor yang terkait distribusi pangan, produk agrikultur, makanan kemasan.

Sektor telekomunikasi dan online ecosystem yang menjadi layanan juga semakin banyak digunakan untuk mendukung kehidupan sehari-hari dan berpotensi untuk berkembang terus seiring pergeseran perilaku konsumsi masyarakat.

“Di masa wabah Covid-19 ini, industri fintech P2P lending akan menjaga kinerja positif dengan selektif menyalurkan pembiayaan khususnya ke peminjam baru," katanya.

Untuk itu, ia mengharapkan industri fintech dapat berperan meningkatkan pendanaan bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh lembaga keuangan formal.

"Hal ini mengingat kebutuhan pembiayaan masyarakat sangat besar yakni lebih dari Rp1.000 triliun dan ini diharapkan fintech P2P lending yang per Mei 2020 tercatat 158 penyelenggara bisa berperan," ucapnya. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu