Olahraga

Final AS Terbuka: Mampukah Medvedev Menggagalkan Ambisi Rekor Djokovic?

Daniil Medvedev berpeluang membalas kekalahan atas Novak Djokovic di Australia Terbuka lalu pada final malam ini.


Final AS Terbuka: Mampukah Medvedev Menggagalkan Ambisi Rekor Djokovic?
Daniil Medvedev bakal menghadapi Novak Djokovic di final Amerika Serikat Terbuka 2021 di New York, Amerika Serikat, Minggu (12/9). (TWITTER/US OPEN)

AKURAT.CO, Meski tanpa nama besar seperti Rafael Nadal dan Roger Federer, Amerika Serikat Terbuka 2021 tetap memberikan final ideal. Pasalnya, yang bertarung di partai puncak adalah petenis ranking satu dan dua dunia: Novak Djokovic menghadapi Daniil Medvedev.

Bertempat di Stadion Arthur Ashe, New York, Amerika Serikat, Minggu (12/9), Djokovic akan menempuh pertandingan krusial untuk menahbiskan dirinya sebagai petenis putra dengan rekor gelar grand slam terbanyak sepanjang sejarah.

Mengalahkan Medvedev akan menambah jumlah gelar grand slam menjadi 21 melewati 20 gelar milik Federer dan Nadal. Secara umum, Djokovic juga semakin mendekati petenis putri asal Australia, Margaret Court, yang sejauh ini masih menjadi pemilik rekor grand slam terbanyak dengan 23 gelar.

“Tinggal satu pertandingan lagi (menuju rekor). Bakal habis-habisan. Mari lakukan,” kata Djokovic usai laga semifinal mengalahkan Alexander Zverev, Jumat (10/9) lalu. “Saya akan memperlakukan pertandingan nanti seperti pertandingan terakhir dalam karier saya.”

Dalam catatan pertemuan, Djokovic unggul 5-3 atas Medvedev. Pertemuan terakhir adalah ketika Djokovic mengalahkan Medvedev di final Australia Terbuka 2021, Februari lalu, sementara wakil Rusia membungkam lawannya pada laga sebelumnya di putaran grup Final ATP 2020 di Inggris.

Tentang rekor yang sedang berada di hadapan Djokovic, Medvedev menganggap hal tersebut bukanlah “kepentingannya”. Menurut petenis berusia 25 tahun itu, Djokoviclah yang bakal terbebani dengan pencapaian tersebut.

“Menurut saya dari sisi saya, tentu saja… jika saya bisa melakukannya, saya mungkin bakal ada dalam buku sejarah sedikit (karena) tidak membiarkannya melakukan ini (memecahkan rekor),” kata Medvedev.

“Tetapi saya tidak terlalu peduli tentang itu. Menurut saya ini lebih soal dia, bahwa itu akan berdampak padanya.”

Namun demikian, Medvedev menganggap bahwa pencapaian tersebut akan memberikan Djokovic motivasi lebih untuk memenangi pertandingan. Pun demikian, Medvevev juga punya peluang untuk membalas kekalahannya di final Australia Terbuka, Januari lalu, sekaligus merebut gelar perdananya.

“Dari satu sisi, sudah pasti dia bakal merasa sedikit tekanan tentang itu. Dari sisi lain, itu yang akan membuatnya lebih baik di momen sulit. Di sini kami tahu bahwa dia akan melakukan semuanya untuk membuat itu terjadi,” kata Medvedev.

“Saya hanya bakal melemparkan semuanya, dan saya jelas tidak akan memikir (gelar) grand slam (Djokovic) atau apapun.”[]