Olahraga

FINA Siapkan Kategori Khusus Transgender Untuk Kejuaraan Renang Dunia 

Kini sejumlah aturan main sedang digodok


FINA Siapkan Kategori Khusus Transgender Untuk Kejuaraan Renang Dunia 
Ilustrasi Renang (PB PRSI)

AKURAT.CO Badan Renang Dunia (FINA) telah memilih untuk membuat modifikasi pada aturan mengenai atlet transgender. Badan tersebut melarang semua wanita yang terlahir sebagai pria, dan bertransisi setelah usia 12 tahun dilarang berkompetisi di divisi wanita. 

Larangan ini berlaku untuk semua kompetisi renang dunia yang diselenggarakan oleh badan pengatur olahraga renang tersebut. 

Berdasarkan hasil pemungutan suara atas aturan baru tersebut, 71,4 persen anggota FINA menyatakan sepakat dengan aturan baru tersebut. 

baca juga:

Dengan demikian, perenang Amerika Lia Thomas tidak akan lagi bersaing di kategori putri, mengingat pada event sebelumnya, Lia Thomas menimbulkan kontroversi karena ia ternyata seorang atlet transgender. 

Seiring adanya kebijakan baru tersebut, ada beberapa permohonan yang masuk ke meja FINA. Salah satunya yakni membuat kategori lain yang memungkinkan atlet transgender bisa ikut berpartisipasi. 

Kini pembahasan di FINA sedang memproses kategori baru tersebut dengan tujuan untuk memastikan bahwa semua orang dapat bersaing dalam olahraga ini tanpa terkecuali. 

Dilansir dari Marca, proses untuk mencapai pemungutan suara sedang berlangsung di internal FINA. Serangkaian audiensi yang diadakan oleh FINA dengan melibatkan Komite Olimpiade Internasional bersama 3 kelompok berbeda antara lain dari satuan atlet,  spesialis medis dan ilmiah, dan kelompok hukum dan hak asasi manusia. 

Kisah Lia Thomas 

Kasus Lia Thomas menjadi istimewa karena dia adalah wanita transgender pertama yang memenangkan kompetisi renang nasional NCAA. Warga Negara AS itu memenangkan Maret lalu di gaya bebas 500 meter. 

Dalam petisi IOC kepada FINA, dan olahraga lainnya, para pemangku kepentingan diminta untuk beralih dari memverifikasi kadar testosteron yang dihasilkan oleh setiap orang dan fokus pada bukti ilmiah demi mendukung bahwa tidak ada kerugian kompetitif di antara para atlet.