News

Filipina Terpaksa Tutup Banyak Posko Vaksinasi COVID-19, Ada Apa?

Juru bicara kepresidenan Filipina Harry Roque meminta pengertian publik atas ditutupnya banyak tempat vaksinasi COVID-19 akibat penundaan pengiriman.


Filipina Terpaksa Tutup Banyak Posko Vaksinasi COVID-19, Ada Apa?
Penundaan ini terjadi tepat ketika pemerintah membuka vaksinasi kepada sekitar 35 juta orang yang bekerja di luar rumah. (Foto: REUTERS)

AKURAT.CO, Sejumlah daerah di wilayah ibu kota Filipina terpaksa menutup tempat vaksinasi COVID-19. Pasalnya, terjadi penundaan pengiriman vaksin ke negara tersebut.

Dilansir dari REUTERS, juru bicara kepresidenan Harry Roque meminta pengertian publik pada Kamis (10/6). Ia juga meyakinkan masyarakat kalau negara itu akan memiliki lebih banyak persediaan dalam beberapa bulan mendatang, sehingga semua orang dapat divaksinasi.

Hanya 4,5 juta dari 7 juta dosis vaksin COVID-19 yang dijadwalkan tiba pada bulan Mei, menurut keterangan Carlito Galvez, kepala program pengadaan vaksin pemerintah. Penundaan ini terjadi tepat ketika pemerintah membuka vaksinasi kepada sekitar 35 juta orang yang bekerja di luar rumah, guna mengekang penularan COVID-19 dan membuka perekonomian.

Menurut Wali Kota Quezon Joy Belmonte, sejumlah tempat vaksinasi di kotanya terpaksa ditutup akibat persediaan yang tak pasti.

"Jika kami punya amunisi penuh, kami akan dapat mengaktifkan 15 lokasi. Namun, kami hanya mampu mengaktifkan 8 tempat vaksin," ungkapnya kepada CNN Filipina.

Kota Quezon merupakan kota terpadat di Filipina. Berpenduduk 2,9 juta jiwa, kota ini menyumbang 8 persen dari total 1,28 juta infeksi COVID-19 di negara tersebut.

Baca Juga: Rodrigo Duterte Perintahkan Tangkap Warga yang Hanya Sampirkan Masker di Dagu

Sementara itu, di Kota Marikina, 18 ribu warga sedang menunggu kedatangan lebih banyak vaksin, menurut keterangan Wali Kota Marcelino Teodoro.

"Masalahnya bukan lagi keragu-raguan terhadap vaksin, melainkan pasokannya yang tidak stabil," keluhnya.

Pengiriman 2,28 juta vaksin Pfizer-BioNTech yang diamankan melalui Covax dijadwalkan tiba di sana pada Kamis (10/6). Namun, vaksin itu sudah dijatah untuk warga lansia, orang-orang dengan penyakit penyerta, dan warga miskin.

Total pengiriman vaksin yang akan diterima Filipina pada hari itu mencapai 12,6 juta. Sebagian besar berasal dari China melalui skema pembagian vaksin global.

Hingga Senin (7/6), otoritas Filipina telah memvaksinasi 2,3 persen dari 70 juta orang yang ditargetkan untuk disuntik tahun ini.[]