Olahraga

FIFA Buka Peluang Tiru Kebijakan FINA Soal Atlet Transgender  

Sejauh ini FIFA sedang mengkaji ulang aturan FINA soal pelarangan atlet transgender


FIFA Buka Peluang Tiru Kebijakan FINA Soal Atlet Transgender  
Federasi Sepakbola Internasional (FIFA). (FOTO/Teller Report)

AKURAT.CO Induk organisasi olahraga renang dunia, FINA membuat salah satu keputusan paling kontroversial dalam beberapa hari terakhir. Keputusan tersebut membuat atlet transgender keluar dari kompetisi dalam kategori wanita.

Keputusan itu membuat badan sepak bola dunia, FIFA, dan otoritas atletik dunia, World Athletics menyatakan akan meninjau regulasi yang dikeluarkan FINA.

"FIFA saat ini sedang meninjau peraturan kelayakan gender dalam konsultasi dengan para ahli. Karena sifat dari proses, FIFA tidak dalam posisi untuk mengomentari rincian usulan amandemen peraturan yang ada," kata FIFA dilansir dari laporan Reuters.

baca juga:

Menurut laporan tersebut, FIFA sedang dalam proses untuk melakukan konsultasi untuk membuat keputusan terbaik dalam kasus pesepakbola transgender yang bersaing di turnamen wanita. 

Untuk mencapai kesimpulan terbaik, mereka berencana untuk mengumpulkan para ahli di berbagai topik, seperti ahli hukum, medis, ilmiah, dan bahkan hak asasi manusia. Mereka juga berencana berkonsultasi dengan Komite olahraga internasional (IOC).

IOC merupakan salah satu organisasi internasional yang bertugas mewadahi perlombaan olahraga dalam ruang lingkup internasional. Mereka sejauh ini telah menyerahkan keputusan soal gender ke tangan masing-masing Federasi.

"Sampai bukti menentukan sebaliknya, atlet tidak boleh dianggap memiliki keunggulan kompetitif yang tidak adil atau tidak proporsional karena variasi jenis kelamin, penampilan fisik, dan/atau status transgender mereka," demikian bunyi pernyataan IOC tahun lalu untuk meninggalkan keputusan tentang atlet transgender di Indonesia. 

Sementara itu, Presiden World Athletics Sebastian Coe kepada BBC menyatakan bahwa dewan lembaganya akan membahas wacana regulasi serupa pada akhir tahun ini.

Coe juga memuji langkah tegas FINA, meskipun hal itu menjadi sasaran kritik kalangan pegiat hak transgender.